Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati

Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati
Mengaku Yang Tak Pasti


__ADS_3

Bruggghhh


Aawwwww


" Mas Noval."


" Kamu sedang apa disini? " Tanya Noval saat bertemu dengan Naura di kantor BKPSDM ( Badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia).


" Ada berkas yang harus Saya ajukan." Jawab Naura.


" Oh, sama siapa? " Tanya Noval.


" Sendiri Mas, kalau begitu Saya masuk dulu."


" Iya." Ucap Noval yang masih terus menatap ke arah punggung Naura.


Saat Noval keluar dari kantor BKPSDM, kepala kantor BKPSDM menghampirinya.


" Mas Noval." Sapa Pak Santoso.


" Bapak, Saya kira siapa." Ucap Noval sambil berjabat tangan.


" Sudah selesai urusan nya? " Tanya Pak Santoso.


" Sudah Pak, lama ya setiap Saya kemari nggak pernah ketemu." Jawab Noval.


" Iya Saya kan sibuk Mas Noval, kadang ada di dalam juga Saya harus banyak menanda tangani berkas." Ucap Pak Santoso.


" oh iya Saya tadi di parkiran seperti lihat mba Naura? " Ucap Pak Santoso kembali.


" Benar Pak, bapak tidak salah."


" Sebenarnya kemarin ada berkas masuk dia bikin KARSU, tapi kok bukan Mas Noval katanya Mau menikah sama Mas Noval, bahkan di lingkungan pendopo sudah beredar."


" Belum jodohnya Pak." Ucap Noval.


" Wualah, iya ya jodoh itu kadang susah di tebak. Yang sabar Mas Noval, nanti akan dapat pengganti nya Mba Naura."


*******


" Berapa lama jadi nya? " Tanya Naura.


" Nggak bisa Saya tebak Bu, insya Allah nggak terlalu lama ." Jawab salah satu staf BKPSDM.


" Ok deh Pak." Ucap Naura.


" Bu ini bukan Pak Noval ya? "


" Wah.. kabarnya sudah berhembus kencang ya." Ucap Naura.


" Saya menunggu undangan nikahnya eh Ibu sudah nikah sama orang lain duluan."


" Belum jodoh Pak."


" Iya ya Bu, kalau belum jodoh ya mau bagaimana lagi."

__ADS_1


******


" Orang - orang tuh di lingkungan kabupaten ternyata tahu nya saya sama Pak Noval ya." Ucap Naura pada Liliana.


" Iya lah kami kira juga kamu bakalan jadi Ibu Kabid plus menantu Pak Sekda, eh ternyata bukan jadi Ibu Dharma Wanita ternyata Ibu Persit."


" Terus juga semua orang itu salah besar, saya itu hanya mencintai sama yang Sekarang jadi suami. Malah Pak Noval itu hasil perjodohan. Kalau orang nggak suka sih bagaimana."


" Kamu tahu nggak mantan istrinya siapa? "


" Memang siapa? "


" Dokter kecantikan Amara."


" Oh dia mantan istrinya, bukan nya Dokter Amara itu sekarang menikah sama Kepala Dinas Kesehatan ."


" Iya duda bertemu sama janda, masa sih kamu nggak tahu."


" Saya mah memang sengaja nggak mau tahu, namanya juga orang nggak cinta."


" Eh ngomomg - ngomomg sama yang sekarang gimana cerita nya, kantor bersebrangan nggak tahu pacarannya." Tanya Liliana penasaran.


" Kita pacaran sudah 15 tahun, dia kan memang Dinas nya tadi nggak disini, baru sekarang dia pindah. Makan nya nggak ada yang tahu kapan pacaran nya kapan nikah nya juga kita nggak undang - undang maaf ya." Jawab Naura.


" Kami doa kan semoga samawa."


" Amin...!!! "


" Eh Naura, Putri kan sepupu kamu. Desas desusnya dia cowoknya Tentara katanya, Dinas nya sama kayak suami kamu di Kodim.Tapi nggak pernah tuh melihat dia sama cowoknya."


" Putri sendiri yang bilang, malah sekantor tahu semua." Jawab Liliana.


" Dia bicara seperti itu? "


" Iya benar, Saya nggak bohong."


" Ya lihat saja, benar nggak nanti nikah nya sama Tentara."


" Masa kamu saudaranya nggak tahu sih."


" Benar sumpah Saya nggak tahu." Ucap Naura semakin malas menjawab pertanyaan nya.


*****


" Muka kamu kenapa sih Yank dari pas keluar kantor sampai masuk rumah nekuk aja." Ucap Rifki.


" Bagaimana nggak bete coba, di lingkungan kabupaten semua tahu nya saya mau nikah sama Mas Noval. Emang tuh ya mulutnya ember banget deh, heran saya." Ucap Naura kesal.


" Yang ember siapa? " Tanya Rifki.


" Siapa lagi kalau bukan orang tua Mas Noval, sama Mas Noval nya." Jawab Naura.


" Tapi kan yang malu dia nya kan Yank, bukan kamu. Sedang kan dia kan yang ucapin sendiri."


" Iya sih tapi kesannya tuh Yank gimana gitu."

__ADS_1


" Ya sudah jangan cemberut terus jelek tahu."


" Satu lagi yank."


" Apa? "


" Putri juga bilang sama orang kantor pacarnya Tentara Dinas nya di Kodim depan.Tahu nggak maksud nya siapa? "


" Tahu suami kamu yank."


" Nah makan nya pede banget kan sok ngaku - ngaku. Untung namanya nggak di kasih tahu, kalau di kasih tahu malu tuh Putri."


" Sudah ngomel nya? "


" Sudah."


******


" Ayu Saya mau bicara sama kamu." Ucap Ibu Yuli saat berada di acara Arisan.


" Mau bicara apa? sudah untung kamu tidak Saya keluarkan dari group kita. Jangan pernah berharap berdiri kokoh di atas Saya lagi. Semua nya sudah Saya lakukan tapi apa, mana janji kamu nyatanya kamu ingkar." Ucap Ibu Ayu.


" Maaf kan Saya, anak Saya lakukan itu benar - benar Saya tidak tahu." Ucap Ibu Yuli.


" Yuli, seharusnya kamu itu mikir bagaimana caranya. Kamu tahu, kamu besanan sama Saya bisa mengangkat derajat kamu, dan bisa membuat si Astri sama Luna tunduk agar kedua orang sombong itu tak punya muka. Ini malah besanan sama dia."


" Anak Saya terlalu mencintai nya, Saya berbuat sesuatu tak bisa di lakukan karena cinta mereka sangat kuat."


" Sekarang terserah, saya sudah tak peduli sama kamu. Dan kamu rasakan sendiri kan bagaimana rasa nya main - main dengan saya."


*****


Saat hendak keluar dari salah satu rumah makan dimana Ibu Yuli ikut hadir di sebuah Arisan, Ibu Luna melihat Ibu Yuli dan menghampirinya.


" Eh.. Yuli, masih hidup saja kamu? " Sindir Ibu Luna.


" Apa sih Luna kamu itu kalau nggak ada yang mau di omongin nggak usah hampiri saya, percuma kamu hampiri saya juga malah kamu tambah stress mending kamu jauh - jauh dari saya." Ucap Ibu Yuli yang langsung pergi meninggal kan Ibu Luna.


" Kamu semakin berani ya melawan adik ipar kamu." Teriak Ibu Luna.


" Apa Luna, kamu bilang Adik Ipar? Nggak salah dengar saya." Ucap Ibu Yuli.


Ibu Luna menatap sinis saat Ibu Yuli pergi meninggal kan nya yang masih berdiri.


" Lihat saja Yuli, orang seperti kamu itu tak pantas."


*****


Braaaakkkk


Aaarrrrrgggghhh


" Kenapa....!!! mereka menatap saya hina seperti ini, kenapa semua orang tak ada yang menghormati saya. Hiks... hiks... mereka yang mulai semua nya, mereka yang membuat saya seperti ini."


Aaaaaaarrrrrgggghhh

__ADS_1


" Apakah saya memang tak pantas Ya Allah hidup layak,apakah karena latar belakang saya seperti ini hiks.. hiks.. hiks... "


__ADS_2