Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati

Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati
Tindakan Disiplin


__ADS_3

🌼🌼🌼🌼


Hati ini tak seperti baja, yang bisa di pukul terus menerus.


Raga ini pun bukan batu, namun seperti pohon yang bisa tumbang.


Sekuat apapun menahan nya pasti tak akan mampu menampung.


Inilah Saya, hanya manusia yang tak sekuat baja.


Biar lah pergi terbawa arus yang jauh, untuk meninggalkan semuanya hingga tak terjejak.


🌼🌼🌼🌼


" Ini maksud nya apa? " Bentak Putri saat membaca Surat mutasinya dan penurunan pangkat.


" Kamu Saya pindah kan ke kecamatan T di mana kamu sekarang bertugas, dan pangkat kamu dari pangkat 3b Saya turun kan kamu jadi 2 d. " Ucap Pak Sarif.


" Nggak, ini nggak adil. Lantas seenaknya saja main mutasi Saya, dan menurunkan pangkat Saya. Ini tidak adil Pak, Saya akan tuntut balik." Ucap Putri kesal.


" Silahkan tuntut balik, kamu menuntut akan tahu semuanya pokok permasalahan kamu sebenarnya. Masih untung masalah kamu nggak tembus, masih untung kamu di mutasi dan di turun kan pangkat nya bukan di pecat. "


" Ini nggak adil Pak, Saya ini korban dan sedang kan kenapa Naura tak bapak mutasi dan pangkat nya di turun kan juga kenapa harus Saya saja ini nggak adil."


" Karena Saya tahu, dan dengan kejadian ini kenapa bisa di setujui karena yang di atas tahu dan Saya hanya meminta ini saja bukan di pecat."


" Dari pada mutasi dan turun pangkat begini mending Saya pensiun dini saja."


" Silahkan untuk pensiun dini, mungkin itu lebih baik." Ucap Pak Sarip.


*****


Naura membaca Surat mutasi nya di tolak, bahkan berkas nya pun di kembalikan. Naura menatap pegawai BKPSDM yang menangani berkas mutasi Naura.


" Kenapa di tolak? " Tanya Naura.


" Maaf Ibu, dalam hal ini Ibu tidak bisa mutasi dan Ibu akan tetap di kantor Ibu." Jawab Pak Hasan.


" Tapi kemarin Pak Noval kan sudah bilang, dan memang berkas sudah masuk ACC tinggal tanda tangan saja."

__ADS_1


" Iya bu, untuk alasan nya Ibu bisa tanya Pak Sarif. "


" Baik Pak, terima kasih."


****


" Jadi Bapak minta mutasi Putri dan menurunkan pangkat nya? Lantas Saya juga sama Pak terkena teguran kenapa hanya Putri." Ucap Naura.


" Saya ingin orang ketiga yang pergi bukan kamu, masalah ini juga untung nya bisa di rendam dan tidak membuat yang atas tahu." Ucap Pak Sarif.


" Tapi Pak dia kan sedang hamil, kecamatan T itu jauh dari sini saja satu jam lebih."


" Kamu masih peduli saja Naura, dia saja nggak peduli sama kamu. Dan Putri seperti nya mengajukan pensiun dini. Kamu tahu kan pensiun dini itu pengajuan nya sangat sulit harus ada alasan yang mendukung."


*****


" Kamu kata nya di mutasi ya? " Tanya Naura.


" Ini semuanya pasti ulah kamu." Jawab Putri.


" Kenapa salah kan Saya? Disini Saya nggak tahu apa - apa tiba - tiba saja kamu di mutasi dan pangkat kamu di turun kan. Jadi bukan Saya yang salah disini."


" Terserah, lebih baik di musuhi kamu. Kalau ada acara pasti istri sah nya yang akan di bawa. Dan kamu ingat , kamu bangga mendapatkan Kak Rifki ,dan kamu itu secara tidak langsung membuka kesialan untuk kamu sendiri." Ucap Naura.


Putri menghentakkan kakinya pergi meninggalkan Naura, sedang kan Naura tersenyum sinis.


*****


" Kak, Saya di mutasi ke kecamatan T dan pangkat Saya di turunkan." Ucap Putri di depan keluarga nya.


" Kok bisa sayang? " Tanya Ibu Astri.


" Ini gara - gara ulah Naura, semuanya berpihak pada Naura. " Jawab Putri.


" Kak, jangan diam saja. Istri kamu sedang dalam masalah diam saja." Ucap Putri kesal.


" Saya harus apa? Kalau yang atas sudah ketuk palu ya tidak bisa si ganggu gugat. Kamu juga tahu sendiri kan Abdi Negara nggak boleh berpoligami atau poliandri. Sudah tahu resiko nya begitu, kamu gunakan akal bo****h seperti itu. " Ucap Rifki kesal.


" Jadi Kakak salah kan Saya? " Bentak Putri.

__ADS_1


" Ingat Put dari awal kamu yang salah menjebak Saya, dan Saya pun salah juga. Jadi kamu terima resiko nya. " Ucap Rifki.


" Sudah jangan berdebat terus, lantas Naura sedang merencanakan apa? " Tanya Ibu Luna.


" Bunda harus tahu, Naura minta cerai. Dan kami sedang menikmati masa - masa indah terakhir. Kalian seharusnya bangga, rencana kalian berhasil. Dan seharusnya kalian sadar, Mamah Yuli pergi itu adalah karena kalian, hingga semua nya di kembalikan tapi kalian tetap saja tak menyukai anak nya sampai sekarang. Sebenarnya hati kalian itu di mana hah..? " Bentak Rifki kesal.


*****


" Jadi Naura minta pindah tapi tak di ijinkan?" Ucap Aldi pada Liliana.


" Iya yang jadi di mutasi adalah Putri." Ucap Liliana.


" Memang dia pantas." Ucap Aldi.


" Bang, apakah Abang mencintai Naura? Dan dia pun tahu kalau Abang suka sama dia? " Tanya Liliana.


" Abang belum ungkapin, hanya sebatas mengobrol say hallo saja." Ucap Aldi.


" Naura seperti nya memang sudah mantap Bang, dia mantap untuk meninggalkan kisah pahit dan membuka kisah awal kembali." Ucap Liliana.


" Awal mula Saya ingin mendekati nya karena masalah Rifki tapi entah rasa itu tiba - tiba ada, Saya mencoba jadi orang ketiga tapi rasa yang biasa menjadi luar biasa."


" Hubungan Naura dan Bang Rifki mungkin tak bisa di satukan, di lihat dari keadaan memang Naura ingin mundur bahkan lebih baik mundur tapi sebaliknya Rifki tidak ingin Naura mundur. " Ucap Liliana.


" Saya ingin membawa dia keluar dari masalah, Saya ingin bahagia kan dia, tapi bukan jadi orang ketiga." Ucap Aldi.


" Saya setuju , bila Abang bersama Naura. Cintai dia Bang, sayangi dia."


*****


" Kamu tahu kabar Putri? " Tanya Rifki.


" Tahu lah Bang, yang jelas dia salah kan Saya. Dan Saya tidak tahu kalau dia yang di mutasi, Saya yang maju dia yang di ACC." Jawab Naura.


" Kamu mau minta pindah? " Tanya Rifki.


" Iya, Saya minta bantuan Mas Noval, untuk sampai kan ke pimpinan agar cepat di setujui ternyata Putri yang di Mutasi dan di turun kan pangkat nya, atas sanksi apa yang dia perbuat." Jawab Naura.


" Kamu benar - benar menghindari semuanya dan sudah di rencana kan dengan mantap." Ucap Rifki.

__ADS_1


__ADS_2