
Marni dan Yanti di bantu Rifki mengemas barang yang akan di bawa nya untuk berlibur. Mulai dari perlengkapan si kecil pun sudah akan, hingga mereka pun masuk ke dalam Mobil.
Dimana Ay dan Malik yang berada dalam pangkuan Yanti dan Marni sedangkan Naura duduk di depan bersama Rifki.
Sepanjang perjalanan Ay dan Malik sangat anteng dan nyaman.
"Mereka tidur?" Tanya Naura sambil menoleh ke arah Yanti dan Marni.
"Ay masih melek mba sedang memainkan jarinya. " Jawab Yanti.
"Malik yang tidur Bu." Ucap Marni.
"Oh ya udah. " Ucap Naura.
"Pah, masih lama?" Tanya Naura.
"30 menit lagi sampai, Vila nya ok sama spot nya juga. " Jawab Rifki.
Perjalanan yang di tempuh 2 jam itu pun akhirnya sampai, di sebuah vila yang berada tepat di atas bukit dengan pemandangan gunung dan bentangan hijau nya hutan.
Mereka pun keluar dari Mobil dan saat pertama merasakan nya adalah udara yang segar dan dingin.
"Gimana kalian suka?" Tanya Rifki.
"Pah ini sih indah sekali." Jawab Naura.
"Sering - sering ajak kita ke sini Pak, bila perlu pindah kesini." Ucap Marni.
"Kita masuk yuk." Ajak Rifki.
****
Malam pun tiba mereka membuat barbeque di halaman belakang, Ay dan Malik berada di di dalam stroller dengan pakaian yang tebal karena udara yang dingin.
Rifki yang membakar daging, sosis hingga jagung yang di bantu Yanti. Sedangkan Marni dan Naura berada di teras menemani Ay dan Malik.
"Sudah matang nih, kita makan yuk."
__ADS_1
Mereka pun menikmati daging, sosis dan jagung bakar dengan udara yang sangat dingin.
"Pak Bu makasih sudah mengajak kita liburan." Ucap Marni.
"Sama - sama Marni." Ucap Rifki.
"Kalian betah kan kerja sama kami?" Tanya Rifki.
"Betah banget Bang. " Jawab Yanti.
"Sama Pak betah banget, malah kalau Malik sudah besar Saya ingin masih tetap kerja sama Ibu Bapak." Ucap Marni.
"Sama Mba, Bang Saya juga." Ucap Yanti.
"Terima kasih ya." Ucap Naura sambil tersenyum.
****
Naura dan Rifki memilih duduk beratap langit yang terang dengan bintang dan bulan menghiasi malam.
"Malam nya dingin namun indah menatap langit di atas." Ucap Naura sambil bersandar di dada Rifki.
"Pah, pernah nggak dulu berfikir kalau kita itu mungkin nggak sih kita bakalan nikah?"
"Pertanyaan itu sudah tahu kan jawab an nya bagaimana, ada sih tapi dengan kuat nya Cinta kita hingga kita bisa menikah walau maaf suami kamu nggak memberikan pesta pernikahan yang mewah."
"Akh.. jangan bahas itu lah, pernikahan yang sederhana itu adalah suatu pernikahan yang sangat luar biasa. Walau pernikahan kita hampir hancur di saat di titik paling ujung dan berfikir untuk apa kita berlanjut. Tapi mungkin Allah masih memberikan kita jodoh panjang."
Rifki memeluk tubuh Naura sangat erat, hingga Naura merasakan dekapan yang sangat nyaman.
"Jangan pernah berhenti untuk saling mencintai." Ucap Rifki.
"Selamanya." Ucap Naura.
*****
Direbahkan tubuh Naura yang kini berada di bawah Rifki yang sedang memainkan tangan nya di seluruh celah milik Naura. Hingga bibir mereka tak lepas dari ciuman mereka yang semakin panas.
__ADS_1
Tak mau kalah, jemari lentik Naura yang bermain kesana kemari sehingga membuat Rifki semakin berdesir.
"Malam ini kita habis kan bersama." Bisik Rifki yang langsung mendapatkan serangan dari istrinya
"Are you ready babe? " Bisik Rifki.
"I'm ready honey. " Ucap Naura sambil menggigit bibir bawah nya.
Sekali hentak masuk sempurna, dengan pacuan yang pelan kini semakin cepat, hingga mengeluarkan suara - suara yang indah seorang yang sedang memadu kasih di dalam kamar.
Mmmpppphhh
Rifki langsung membungkam nya dengan ciuman saat Naura akan berteriak saat akan pelepasan.
"Sama - sama sayang." Ucap Pelan Rifki.
Hingga mereka pun sama - sama mencapai puncak kepuasan.
****
"Sudah siap semua kan, nggak ada yang tertinggal? " Tanya Rifki yang sudah memasukan barang bawaan ke dalam mobil.
"Sudah semua pak. " Ucap Marni.
"Ok kita pulang, saat nya melanjutkan aktifitas lagi." Ucap Rifki yang sudah menjalan kan mobil nya.
Perjalanan saat itu di guyur hujan deras sehingga Rifki mengemudi sangat Pelan. Ay dan Malik yang sedang berceloteh dengan bahasa bayinya membuat suasana semakin ramai di dalam mobil, hingga yang berada di dalam mobil saling tertawa.
"Pah, kita mampir di rest area dulu hujan nya semakin deras. Mamah ngeri deh lihat nya."
"Ok 1 kilometer rest area di depan." Ucap Rifki.
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang karena jalan yang begitu sangat licin. Hingga saat akan berbelok dari arah belakang sebuah truk besar dengan kecepatan tinggi menabrak beberapa mobil yang berada di belakang mobil yang di kendarai Rifki.
"Pah... awas... truk mau menabrak mobil kita." Teriak Naura saat melihat dari arah spion dimana mobil di belakang sudah berbalik dan rusak.
Aaaaaaaaaaa
__ADS_1
Braaaaaakkkkkk
Doooaaarrr