Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati

Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati
Positif


__ADS_3

Naura menatap tubuh nya kini sangat berisi, setelah 2 bulan menikah. Mulai dari dada, pa*****t dan lain nya banyak perubahan.


" Yank... !!! "


" Yank...!!! "


" Kenapa sih sayang, teriak - teriak? " Tanya Rifki.


" Yank.. lihat deh badan nya jadi gemuk gini ya nggak seksi." Jawab Naura.


" Mau bagaimana bentuk tubuh kamu, bagi suami kamu yang sangat sayang sama istrinya tetap cantik dan seksi." Ucap Rifki sambil memeluk tubuh Naura dari belakang dengan dagu di tempelkan pada bahu Naura.


" Tapi semuanya tambah besar Yank."


" Nggak apa - apa berarti kamu bahagia nikah sama Kakak." Ucap Rifki sambil menciumi tengku leher Naura.


Naura tiba - tiba mual saat Rifki terus menguselkan wajah nya di tengkuk leher Naura.


" Kak, minggir dulu." Ucap Naura.


Hoek.. hoek..


Naura melepaskan Paksa lengan Rifki, dan berlari ke arah wastafel.


" Yank, kamu kenapa? " Teriak Rifki sambil berjalan menuju Wastafel.


Hoek.. hoek...


" Yank, kamu masuk angin? " Ucap Rifki sambil memijat tengkuk leher Naura.


Hoek.. hoek.. hoek..


Naura memuntahkan semua isi yang ada di dalam perut nya hingga air matanya keluar.


" Sudah? " Tanya Rifki yang di anggukkan Naura.


" Tiba - tiba mual Yank." Ucap Naura.


" Ke Dokter ya? " Ajak Rifki.


" Nggak usah Yank, ini pasti masuk angin saja."


" Kakak balur minyak kaya Putih ya."


Naura pun menggaukkan kepala nya , dan langsung bersandar di kepala ranjang sambil memijat keningnya.


" Pusing? " Tanya Rifki sambil mengusap minyak kayu putih di perut Naura dan keningnya.


" Nggak tahu tiba - tiba mual saja, ini juga enek banget. " Jawab Naura.


" Kakak bikinin teh manis hangat dulu biar nggak enek."


Rifki pun menuju dapur, dan membuat teh manis hangat untuk Naura. Setelah selesai membuat teh manis hangat, Rifki pun memberikan nya pada Naura.


" Mendingan nggak enek lagi kan? " Tanya Rifki yang di anggukkan oleh Naura.


" Yank, kayak nya makan rujak enak deh."


"Loh kok rujak sih, kan baru saja muntah. Nggak ah.. takut mual nya kamu itu kena maag."


" Nggak deh Yank, ini bukan maag jelas beda kalau maag sakit. " Ucap Naura sambil menunjuk pada lambung nya.


" Iya nanti, kakak cari orang jualan rujaknya."

__ADS_1


" Makasih ya Kak."


" Sama - sama."


******


" Yanti, apa kamu sudah tahu dimana Naura tinggal sama Rifki? " Tanya Ibu Yuli.


" Sudah dua bulan mereka menikah, bahkan satu bulan ini dia tidak kemari." Ucap Ibu Yuli kembali.


" Saya punya teman di Dinas keuangan Daerah, katanya beli perumahan di dekat sekitar Pantai, mereka menempati nya disana." Ucap Yanti.


" Apa anak itu sudah lupa sama Mamah nya sampai dia tak main ke mari bahkan menelepon."


" Seperti nya mas Rifki juga sama Saya lihat tidak main ke rumah orang tua nya."


" Mereka bisa menjalani pernikahan tanpa restu, bagaimana pikiran mereka kenyataannya."


" Menurut Saya, lebih baik Ibu restui saja, bagaimana pun mereka sudah menikah. Nggak baik bu seorang Ibu menghalangi pernikahan anak nya, tidak ada orang tua yang tidak ingin melihat anak nya bahagia. Maaf bu kalau saya lancang."


" Saya masih tidak terima karena Rifki anak dari orang yang sudah sering menyakiti hati Saya, membully, dan kamu tahu sendiri mereka hanya memandang sinis saya."


" Mas Rifki tidak salah dan tidak tahu apa - apa, sama hal nya dengan mba Naura." Ucap Yanti.


******


" Kamu kenapa? " Tanya Liliana saat mendapati Naura di lobby sedang duduk di sofa.


" Nggak tahu nih dari kemarin enek terus bawaan nya." Jawab Naura.


" Mual sama pusing?"


" Iya mual sama pusing, pengen nya yang asem - asem gitu."


" Jangan - jangan kamu hamil."


" Kamu merasa telat nggak? "


" Seharusnya sih sudah haid, sekarang belum haid."


" Nah.. jangan - jangan kamu hamil tuh."


" Masa?? Kalau iya ah... senang deh." Ucap Naura girang.


" Coba deh kamu cek."


" Nanti lah pulang kantor Saya ke Apotek."


******


" Istri nya sudah ngisi belum Bang? " Tanya Lukman.


" Belum, mungkin belum di kasih. Santai saja, kalau sudah di percaya pasti nanti akan hamil." Jawab Rifki.


" Waktu Saya dulu juga agak lama, hampir satu tahun baru di kasih." Ucap Arya.


" Minta doa nya saja."


****


" Yank berhenti dulu di Apotek." Ucap Naura.


" Masih enek? " Tanya Rifki sedikit cemas.

__ADS_1


" Iya, berhenti dulu ya." Jawab Naura.


Mobil yang di tumpaki Naura pun berhenti tepat di depan Apotek, dan Naura pun turun. Sedang kan Rifki memilih untuk menunggu di dalam mobil.


Naura pun menghampiri salah satu pelayan Apotek.


" Sore mba, ada yang bisa Saya bantu? " Sapa pelayan Apotek.


" Ehm... mba Saya beli tespek mulai yang dari yang biasa sampai yang paling bagus." Ucap Naura.


" Berapa an mba? "


" Satuan saja."


Pelayan Apotek pun memberikan sesuai permintaan Naura, setelah membayar Naura pun menuju ke mobil.


" Sudah Yank? "


" Sudah."


Sampai rumah Naura bergegas masuk duluan dan menuju kamar mandi, sedang kan Rifki langsung berganti pakaian.


" Yank... kamu sedang apa di kamar mandi? Dari tadi belum keluar." Ucap Rifki sambil mengenakan kaosnya.


Rifki berjalan ke arah pintu kamar mandi, dan saat akan menggedor pintu kamar mandi, pintu pun terbuka dan terlihat Naura menatap ke. arah Rifki dengan mata yang berkaca - kaca.


" Kamu kenapa yank? " Tanya Rifki panik.


Hiks... hiks... hiks...


Naura langsung memeluk tubuh Rifki dan semakin terisak hingga membuat Rifki semakin bingung.


" Kamu kenapa Yank? Cerita sama kakak."


Hiks... hiks... hiks..


Naura melepaskan pelukan nya dan menatap ke arah Rifki. Suami nya pun mengusap air mata Naura dengan kedua tangan nya.


" Ceritakan sama Kakak kenapa? "


" Kakak jahat." Ucap Naura membuat Rifki semakin bingung.


" Jahat kenapa? " Tanya Rifki.


" Kakak jahat buat Naura hamil." Jawab Naura sambil tersenyum.


" Ha - hamil...!!! " Ucap Rifki terkejut.


Naura memperlihatkan sebuah alat pada Rifki, dan mengambil alat tersebut ternyata dua garis merah.


" Ja - jadi kita akan jadi orang tua Yank? "


" Iya Yank, kita mau jadi orang tua."


" Alhamdulilah ya Allah terima kasih." Rifki memeluk tubuh Naura lantas mencium perut Naura.


" Yang sehat - sehat sayang sampai nanti lahir ke dunia. Mamah sama Papah janji akan merawat kamu penuh kasih sayang."


" Anugerah terindah Yank.'


" Terima kasih sayang, terima kasih sudah hamil anak kakak." Ucap Rifki sambil membelai rambut Naura.


" Ke bahagia an kita lengkap sudah hadir nya calon buah hati di tengah - tengah kita." Ucap Naura sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


" Kakak nggak bisa melanjutkan apa yang harus di ucap kan lagi, karena rasa bahagia ini tak bisa di ucap kan oleh sebuah kata - kata, pokoknya Kakak bahagia sekali saat tahu kamu hamil anak kakak."


" Bukti dari cinta kita kak."


__ADS_2