
πΌπΌπΌ
Aku masih ingat betul ketika sepiring amarah selalu kita jadikan cemilan di tengah-tengah hangatnya dua gelas kopi yang belum kita cicipi sama sekali.
Aku juga masih ingat tentang perbedaan sudut pandang yang menjadi orang ketiga antara hubungan kita yang belum genap setahun, Atau tentang begitu teganya ke egoisan mencangkul benih-benih asmara yang belum mengakar dengan kuat pada ladang perasaan kita.
Disini, Aku masih mengingatmu beserta semua kejujuran dan kebohongan yang pernah kamu telanjangi tanpa sehelai pembelaan pun.
Aku juga masih hafal segala bentuk kurang dan lebih yang menakdirkan diri untuk menjadi bagian dalam hidupmu.
Tentang bagaimana raut mukamu merasakan segelas kopi yang tak menghadirkan manis di tegukan terahir, Atau ? Ah sudahlah ..
Berhenti berfikir jika aku benar-benar bisa melupakan meski kalimat tersebut keluar dari bibirku sendiri. Karena saat sepi benar-benar nyata, Tak ada yang lebih indah selain membongkar kembali apa yang tidak bisa lagi untuk di miliki.
πΌπΌπΌ
"Kenapa kamu? " Tanya Liliana.
"Kok suami Saya nggak kabari saya langsung y? Dari kemarin berangkat sampai sekarang malah nggak masih kabar." Jawab Naura.
"Sibuk kali. " Ucap Liliana.
"Bang Aldi ikut nggak? "
"Bang Aldi nggak ikut, karena bertepatan dengan kenaikan pangkat nya."
"Kalau nggak kasih kabar itu nggak tenang." Ucap Naura.
"Sabar."
"Saya coba hubungi mba Rena aja." Ucap Naura sambil mencoba menghubungi nya.
Panggilan pun tersambung yang hampir menunggu lama.
"Hallo Assalamualaikum. " Sapa Rena.
"Walaikumsalam mba." Balas Rena.
"Mba Saya mau nanya, Bang Dani sudah kabari mba nggak? " Tanya Naura.
"Bang Dani sudah, memang nya suami kamu nggak kasih kabar?" Tanya Rena kembali.
"Nggak mba, dia nggak kasih kabar."Jawab Naura.
" Mungkin sibuk."
"Sesibuk apapun kan pasti kasih kabar. " Ucap Naura.
"Nanti mba kasih tahu lewat Bang Dani." Ucap Rena.
"Makasih mba." Ucap Naura.
*****
"Telepon dari siapa? " Tanya Ibu Lisa.
"Naura mah, suami nya belum kasih kabar." Jawab Rena.
"Nanti kamu tanyakan sama Dani, sama - sama latihan gabungan kan?"
"Iya Mah, nanti kalau Bang Dani istirahat pasti dia sempatin kabari."
*****
"Sayang minum ASI dulu ya." Ucap Naura sambil memberikan ASI di botol susu pada Ay dan Malik dengan tangan kanan dan Kiri nya.
Kedua bayi nya meminum dengan lahap, Naura pun bernyanyi untuk kedua malaikat kecilnya.
Kaulah cahaya hatiku
__ADS_1
Kaulah pujaan hatiku
Menemani hari - hari indah bersama.
Terima kasih oh Tuhan....
Atas titipan mu, anugerah yang terindah.
Doa ku untuk mu sayang
Selalu mengiring setiap hari.
Wahai.. anak ku sayang
Selalu lah tersenyum..
Temani kami hingga hari tua nanti....
"Bu, saya jujur baru melihat seorang wanita setegar Ibu merawat anak dari sang pelakor. Maaf bu kalau saya lancang." Ucap Marni.
"Malik nggak salah, hati saya terenyuh saat tahu Ibu nya seperti itu. " Ucap Naura.
"Semoga ibu mendapatkan pahala yang berlimpah dan di balas oleh Allah SWT." Ucap Marni.
"Amin... " Ucap Naura.
Hingga malam hari, Rifki tak ada kabar hingga chat Naura yang di abaikan membuat Naura kesal.
"Ini kemana sih, abang sendiri malah kabari istrinya nah ini nggak tahu kemana. Apa nggak kangen sama anak istri." Ucap Naura kesal.
Naura pun mencoba menelepon namun tak diangkat juga.
To my hubby :
Yank, lagi apa?
To my hubby :
To my hubby :
Sebel nggak di respon π‘π‘π‘
To my hubby :
Awas kalau pulang
Dengan kesal Naura membanting ponselnya.
*****
"Marni Yanti hari ini Saya pulang sore, stok susu sudah ada di kulkas." Ucap Naura.
"Baik bu." Ucap Marni.
"Mba Naura, saya pulang cepat boleh nggak?" Tanya Yanti.
"Boleh, kalau kamu harus pergi." Jawab Naura.
"Terus Ay bagaimana?"
"Kamu antar ke rumah bunda, nanti Saya pulang kantor kesana."
"Baik mba, ke Bunda Astri kan?"
"Iyalah Yanti, terus Bunda siapa lagi? Bunda Luna? coba Saja kamu antar Malik kesana."
" Ah nggak Mba, yang ada di usir."
Naura pun tersenyum, lantas mencium kedua anak nya.
__ADS_1
"Saya berangkat dulu ya, kabari Marni kalau ada apa - apa."
"Baik bu." Ucap Marni.
Naura pun pergi dengan menyetir mobil sendiri.
"Mba Yanti, Ibu baik ya? " Ucap Marni.
"Majikan kita memang baik, Saya sudah lama mengenal keluarga nya bagaimana dia berjuang demi cinta bersama Mas Rifki namun akhirnya rumah tangga mereka di ujung tanduk. Pada akhirnya mereka kembali bersatu." Ucap Yanti.
"Saya jujur mba baru kali ini melihat istri yang sabar dan tegar seperti Ibu Naura. Dan nggak ada seperti Ibu Naura mengasuh anak dari seorang pelakor dengan suami nya. Sakit mba saya lihat nya. "
"Nggak hanya kamu Marni, saya juga sakit melihat nya."
****
"Bund maaf merepotkan. " Ucap Naura saat menjemput Ay.
"Nggak apa - apa, Bunda kan nggak ada kerjaan." Ucap Ibu Lastri.
"Bund, kak Rifki sempat nelepon Bunda nggak selama latihan gabungan?" Tanya Naura.
"Nggak, memang nya sama kamu nggak kasih kabar? " Tanya Ibu Astri kembali bertanya.
"Nggak bund, makannya kesal Saya. Bang Dani sama istri nya kasih kabar ini sih nggak." Jawab Naura kesal.
*****
From My hubby
Untuk malam ini kau boleh cemburu atau marah padaku
Mungkin kau merasa terabaikan
Jangan memamerkan wajah masam,perempuanku
Sebab,untuk saat ini aku memilih bercumbu dengan secangkir kopi pilihan
Rindu terlalu sakral seperti di ujung sakaratul
Sayang,janganlah mendidihkan amarah
Karena bagaimanapun kau yang terindah
Berikan sejenak waktu,biarkan malam ini aku mercercap hitam
Pahitnya setelah kesekian ribu detik lidah kehilangan kental rasa
Janganlah merasa kau tak kupahami
Maafkan aku,tak mengencani hati
Naura membanting ponselnya ke tempat tidur nya, suami nya baru mengirimkan pesan berupa puisi. Namun kekesalan itu mulai memudar dengan Sebuah senyuman. Dan membalas pesan tersebut.
To my hubby
Hati ini gila saat kamu bagai ditelan bumi.
Bagaimana tidak gundah gulana memikirkan kamu yang disana.
Kini hati ini menjadi lega saat kamu memberikan kabar terindah yang selalu saya tunggu.
Naura pun menunggu balas an pesan namun pesan terakhir yang Naura kirim kini tak lagi di balas. Sehingga membuat Naura mode kesal kembali.
"Ih nyebelin sih, tiba - tiba datang terus tiba - tiba ilang."
Karena kesal Naura lebih memilih untuk tidur dan mematikan ponselnya.
Sedangkan di tempat lain, Rifki bersandar di kepala ranjang sambil memandang wajah cantik istrinya dan kedua malaikat kecilnya.
__ADS_1
"Papah kangen kalian, maaf sayang Papah baru bisa kasih kabar. Tunggu Papah pulang." Rifki mencium photo yang berada dalam dompetnya dan merebahkan tubuh nya dengan memeluk photo yang berada di dalam dompet.
"Have nice a dream honey."