
" Bang, terima kasih sudah belikan pakaian untuk Ay. " Ucap Naura saat menelepon Rifki.
" Sama - sama Naura, Abang senang bisa belikan untuk Ay. " Ucap Aldi.
" Bang, nanti jangan sering - sering belikan pakaian atau yang lain nya untuk Ay, Saya nggak Mau kak Rifki marah. Jadi tolong Abang mengerti lah."
" Iya Naura, Abang hanya ingin ingat kan kamu lagi. Abang mencintai kamu, Abang cinta sama kamu. Tapi Abang nggak akan menemui kamu sekarang, karena Abang nggak ingin Rifki marah. Abang akan tunggu kamu." Ucap Aldi.
" Bang, sudahlah jangan sampai Bang Aldi jatuh, kalau sudah jatuh sakit Bang. Saat ini Saya belum memikirkan pasangan hidup, hanya di otak Saya satu, kata lepas sudah itu saja. Jangan menaruh harapan pada Saya, karena belum tentu harapan itu akan terwujud."
" Saya paham Naura, maaf kalau Abang mencintai kamu yang masih status istri Rifki."
*****
" Mba tolong bungkus pakaian bayi perempuan sama laki - laki. " Ucap Rifki saat berada di toko perlengkapan bayi.
Setelah pelayan toko membungkus belanjaan Rifki dan bertransaksi Rifki pun keluar dari toko tersebut dan menaiki motor nya.
Setelah menempuh perjalanan 25 menit, Rifki langsung masuk ke dalam rumah. Terlihat Naura yang tengah kewalahan karena Malik dan Ay menangis.
" Kenapa? " Tanya Rifki langsung mengambil Ay dan di gendong nya.
" Biasa nangis satu, nangis semua. Padahal sudah ganti Pampers nya dan sudah minum ASI. " Jawab Naura sambil menggendong Malik.
" Mungkin panas, AC nya nyala nggak? " Tanya Rifki.
" Nyala kak, itu sengaja volume sedikit dingin." Jawab Naura.
" Barang kali bosan di rumah, cari udara segar. " Ucap Rifki.
" Sekarang panas untuk bawa mereka." Ucap Naura.
" Coba deh kalau di rumah kita, di Sana di halaman belakang rumah cocok buat mereka di bawa keluar nggak harus kita pergi lagi. Kadang anak kecil juga memiliki rasa capek, penat seperti orang dewasa. " Ucap Rifki.
" Disini ini panas Yank, kita sore pindah biar banyak udara masuk ke rumah dan baik untuk anak kita. " Ucap Rifki kembali.
" Iya. " Ucap Naura datar.
" Itu kakak beli apa? " Tunjuk sebuah paper bag yang berjejer ada enam paper bag.
" Itu punya Ay sama Malik. " Ucap Rifki.
" Pakaian lagi? "
" Iya, suami kamu belum beli apa - apa buat anak nya. "
Naura pun melirik di dalam kamar nya dan Rifki menoleh ke arah tatapan mata Naura.
" Itu hadiah dari siapa lagi? " Tanya Rifki.
__ADS_1
" Itu dari Bang Aldi buat Ay. " Jawab Naura sambil menunduk.
" Aldi belikan itu. " Ucap Rifki.
" Iya kak. "
" Dia kesini? "
" Liliana yang kemari. "
" Kamu sudah kabari Aldi? " Tanya Rifki datar.
" Sudah kak, Saya bilang jangan belikan Ay pakaian lagi. Saya nggak Mau kak Rifki marah. " Jawab Naura.
" Sudah itu saja? "
" Dia masih tetap menunggu Saya kak."
" Kurang ajar kamu Aldi, kamu berharap sekali kami bercerai. "
*****
Sore pun Rifki memboyong istri dan kedua anak nya pindah ke rumah lama. Ruangan yang luas, jendela yang banyak dan sinar matahari pun bisa masuk sesuai matahari terbit dan tenggelam.
Naura pun meletakkan kedua baby nya di atas karpet bulu tebal, dan mengambil mainan yang bergerak dan bunyi.
Ay pun tersenyum sambil menikmati musik nya sedangkan Malik diam dan dengan pandangan lurus.
" Yank, kamar Malik sama Ay jadikan satu saja ya. " Ucap Rifki.
" Iya kak, ehm... besok Yanti akan temani Saya. Kalau kakak mau pulang ke rumah Putri pulang lah. " Ucap Naura.
" Iya, nanti kakak akan pulang dan bawa Malik." Ucap Rifki.
*****
Setelah Ay dan Malik tertidur, Naura memutuskan untuk pergi ke kamar nya untuk tidur namun saat hendak menutup pintu Rifki. memeluk tubuh Naura, dan menciumi tengkuk leher istrinya.
" Kak, ingat Saya masih nifas. " Ucap Naura.
" Kakak tahu, tapi Kakak ingin memeluk kamu. Lama tubuh ini tak saling bersentuhan. " Ucap Rifki sambil mengangkat dagu Naura dan hendak mencium bibir nya namun Naura menghindar dari ciuman Rifki.
" Kenapa? " Tanya Rifki.
" Kita sudah lama tidak melakukan hal sekecil ini, bahkan sama Putri pun kakak sama sekali belum menyentuhnya lagi. " Ucap Rifki kembali.
" Maaf Saya nggak bisa. " Ucap Naura.
Rifki pun melepaskan kedua tangan nya dari tubuh Naura dan menjauh dan memilih untuk keluar dari kamar.
__ADS_1
" Maaf kan Saya kak, maaf tubuh ini sudah tidak bisa saling berinteraksi." Ucap Naura.
Rifki yang mendengar nya lebih memilih masuk ke dalam kamar Ay dan Malik.
Rifki membaringkan tubuh nya di sofa yang terdapat di dalam kamar kedua anak nya sambil menatap langit - langit kamar yang berlukis antariksa.
" Maaf. " Ucap Pelan Rifki.
*****
Rifki membenarkan posisi Malik yang kini sudah berada di dalam mobil. Rifki akan membawa pulang Malik dengan perlengkapan nya.
" Nanti besok setiap pulang Dinas ambil lah stok ASI buat Malik. " Ucap Naura.
" Iya, kalau ada apa - apa sama Ay cepat kasih kabar. " Ucap Rifki.
Naura pun menganggukkan kepalanya Dan Rifki mendekat lantas mencium kening Ay.
" Papah pulang dulu sayang. " Rifki memegang tangan mungil Ay yang menggenggam erat tangan nya seolah tak ingin berpisah.
Rifki melepaskan Pelan, Ay tiba - tiba menangis, dengan rasa tak tega Rifki segera masuk kedalam mobil.
******
" Kakak pulang bawa Malik? " Tanya Putri sedikit kecewa.
" Kenapa? Mulai sekarang Malik kamu yang rawat. Kasihan Naura harus mengurus dua bayi sendiri.Naura juga setiap hari kasih stok ASI buat Malik." Jawab Rifki.
" Kakak nggak mikir apa? Saya itu nanti pergi Dinas lantas siapa yang jaga Malik?"
" Ada Bunda,ini kan cucu nya masa nggak Mau. Naura juga sama dia juga Dinas, masa mau kamu taruh juga Malik Sama dia."
" Bunda nggak mau rawat Malik,bunda sibuk. Cari saja baby sister. " Ucap Ibu Luna.
" Kalian ini bagaimana sih, hanya rawat satu anak saja nggak mau. "
" Bawa anak Naura kesini, biar Malik sama Naura." Ucap Putri.
" Nah, itu bagus. " Ucap Ibu Luna.
" Kalian sudah sakiti hati Naura,sekarang di tambah lagi menyakiti hati nya lagi dengan menukar anak nya. Kalian itu g****la tahu. " Ucap Rifki.
" Kamu mengatakan Bunda g****la Rifki? Kamu nggak sopan." Bentak Ibu Luna.
" Iya Saya Saya nggak sopan,tapi lebih nggak sopan lagi dengan kalian."
Malik menangis hingga terdengar seisi rumah dan membuat Ibu Luna menutup telinga nya.
" Aduh...kak cepat bawa Malik keluar berisik tahu." Ucap Putri pergi membiarkan Malik menangis di dalam box.
__ADS_1
Rifki hanya menatap sedih meratapi darah daging nya sendiri.