
Aldi menatap Naura yang sedang makan gado - gado sangat begitu lahap nya. Aldi dengan menyangga wajahnya dengan kedua tangan nya tak berkedip sedikit pun.
" Kenapa Bang menatap Saya seperti itu? " Tanya Naura.
" Kamu cantik kalau lagi makan." Jawab Aldi.
" Ngerayu cerita nya nih, ingat Bang Saya ini istri orang. "
" Masa bodoh kamu istri orang, hubungan kalian saja tak baik. "
Naura meletakkan sendok nya di atas piring, dan menatap ke arah Aldi.
" Bang maaf ya sudah bikin Abang ikut dalam masalah Saya, seharusnya Saya nggak pantas seperti ini sama Abang. Karena Bang Aldi itu orang lain. "
" Nggak apa - apa, Abang senang kok bisa bantu kamu. Walau bantu untuk kamu tersenyum kembali. "
" Ehm.. ngomong - ngomong pacar Abang di mana? "
Aldi menundukkan Kepalanya dan tersenyum ke arah Naura.
" Melati, nama kekasih Abang itu Melati. Kami pacaran 3 tahun, namun berubah saat teman Abang Dinas di kesatuan yang sama. Entah kenapa bisa terjadi, kurang nya Saya di mana. Dia jatuh cinta sama teman Saya, Melati berubah saat itu. Sedangkan teman Saya orang nya care sama siapa saja, dari situ mungkin awal betah nya dia. Saya sangat membenci pria itu sampai sekarang, walau memang dia nggak salah. Saat tahu Melati mengakhiri hidup nya karena berkali - kali tak dapat cinta nya di situ Saya mulai ada rasa sangat dan sangat membenci nya. Walau teman Saya itu mengatakan dia tidak salah. " Ucap Aldi.
" Pasti sakit. "
" Awal yang indah berakhir sakit. "
****
" Terima kasih Bang. " Ucap Naura pada Aldi saat mengantar pulang sampai gerbang kantor Naura.
" sama - sama, nanti kabari Abang saja kalau butuh sesuatu. "
" Iya Bang."
" Abang permisi. "
Naura masih menatap Aldi hingga menyebrang, dan saat berbalik terlihat Putri sedang melipat kedua tangan nya di dada.
" Bagus ya, masih status istri Kak Rifki berani Jalan sama pria lain." Ucap Putri.
" Yang jelas Jalan dengan pria lain bukan suami orang." Ucap Naura sambil berjalan namun lengan Naura di tahan oleh Putri.
" Saya saran kan kamu tinggal kan kak Rifki."
Naura melepaskan cengkraman tangan Putri dan melangkah meninggalkan nya.
******
" Mah saya ingin bertemu dengan Naura." Ucap Rifki saat berada di rumah Ibu Yuli.
__ADS_1
" Buat apa bertemu sama anak saya? Urus saja Sana istri muda kamu." Ucap Ibu Yuli.
" saya mohon mah, ijinkan saya bertemu dengan Naura. "
Ibu lalu menggeser tubuhnya memberi ruang untuk Rifki masuk. Rifki pun lantas naik ke lantai atas dan terlihat pintu kamar Naura yang terbuka.
Rifki masuk dan melihat Naura yang tengah tertidur pulas. Rifki pun mendekati Naura dengan duduk di samping Sisi tempat tidur.
Seutas senyum menampakan di wajah Rifki, tangan nya pun mengusap perut nya yang sudah membuncit.
" Kakak akan pertahankan kamu, bagaimana itu caranya. Karena kamu adalah istri saya satu - satu nya. " Ucap Rifki pelan.
Tubuh Naura menggeliat dan merasakan sebuah tangan yang sedang mengusap perut nya.
" Kakak..!!! " Ucap Naura dengan suara serak khas bangun tidur.
" Kakak ingin bicara baik - baik sama kamu."
" Bukannya hari ini jadwal kakak ke rumah Putri? "
" Kakak ingin dekat sama kamu, kakak tahu kamu seperti ini karena cemburu kan? "
" Sok tahu." Ucap Naura.
" Kakak kangen sama kamu yang dulu, kakak kangen kebersamaan kita yang dulu."
" Sudah lah Kakak, zaman sudah beda dan kakak harus ingat ada Putri dan calon anak kakak. "
" Sekarang Kakak katakan mau bicara apa? " Tanya Naura yang sudah bangun dari tidur nya dan kini sedang duduk bersila.
" Kenapa kamu pergi bersama Aldi? " Tanya Rifki.
" Karena Bang Aldi orang nya asik." Jawab Naura.
" Bisa tidak tidak dekati Aldi? "
" Kenapa? Cemburu? "
" Jelas suami kamu cemburu."
" Jujur semenjak hadir nya Putri, saya nyaman berada di samping Bang Aldi. Dia selalu mendengarkan apa yang saya keluhkan."
" Tolong, mulai sekarang walau kita memiliki masalah yang besar kita selesaikan berdua jangan bawa - bawa Aldi. Kakak mohon, memang kakak menyakiti hati kamu tapi disini Kakak ingin perjuangkan pernikahan kita."
" Tapi bagaimana dengan Putri? Dia sudah hadir diantara kita. Di sisi lain saya harus berbagi suami, di sisi lain juga saya harus berusaha ikhlas melihat Kakak bersama Putri."
" Tapi nyata nya kamu nggak akan sanggup kan melihat semuanya? Kakak akan tantang kamu seperti tadi bila kamu bilang seperti itu. Kalau pun kakak ingin bersama Putri, kakak tak akan memberi tahu kamu. Kakak akan lakukan di belakang kamu, dari sini paham."
Naura hanya diam dengan mata yang berkaca - kaca, kedua tangan nya meremas ujung kaosnya.
__ADS_1
" Kamu harus tahu, di saat pernikahan sudah terjadi. Malam nya kami tidak melakukan seperti layaknya pasangan pengantin baru, walau Putri berusaha menggoda."
Naura menatap ke arah Rifki dengan buliran air mata yang sudah berjatuhan. Rifki mengusap air mata nya dengan jemari tangan nya. Lantas bibir nya dia tempelkan dengan saling ******* dan menuntut.
****
Rifki merapikan selimut untuk menutupi tubuh Naura yang polos. Rifki tersenyum setelah lama tak melakukan bersama Naura kini terbayar sudah.
Rifki mengenakan kaos dan celana jeans nya dan keluar dari kamar Naura, dan mendapati Ibu Yuli sedang duduk di ruang keluarga.
" Sampai kapan kamu pertahankan Naura? "
" Saya tak akan lepaskan Naura."
" Kalau begitu ceraikan Putri. "
" Saya akan ceraikan dia setelah anak kami lahir." Ucap Rifki.
" Apa kah bagi kamu pernikahan Putri sama kamu itu sebagai mainan? "
" Dari awal pernikahan ini sudah salah, kejadian bukan keinginan Saya. Sampai kapan pun Saya akan pertahankan Naura, karena Naura adalah sebuah permata yang pantas di tempatkan suatu layak." Ucap Rifki.
" Jadi Saya mohon jangan pisahkan kami."
******
Putri bolak balik mengintip dari balik garden, namun Rifki tak kunjung pulang. Hingga membuat Ibu Luna dan Pak Rahmat sangat kesal dengan menantu nya.
" Ini jadwal suami kamu kesini kan? " Tanya Pak Rahmat.
" Benar Ayah, tapi sampai jam 10 malam tak datang - datang." Jawab Putri.
" Kamu coba telepon. " Ucap Pak Rahmat.
" Ponselnya tak aktif." Ucap Putri.
" Pasti bermalam sama Naura." Ucap Ibu Luna.
" Kenapa Ayah Bunda, kak Rifki tak pernah berubah walau sudah menjadi suami Saya. Padahal saya sedang mengandung anak nya." Ucap Putri dengan wajah sedih.
" Sabar Nak, suatu saat Rifki akan milik kamu seutuhnya. " Ucap Ibu Luna.
*****
" Kak, kenapa belum pulang? " Tanya Naura.
" Kamu ini bagaimana, suami sedang ingin sama istri nya malah di usir." Jawab Rifki.
" Putri juga istri Kakak, pasti dia sedang menunggu kakak."
__ADS_1
" Biar saja."