Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati

Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati
Tak Peduli Masa Lalu


__ADS_3

" Non sedang apa? " Tanya Bi Inah asisten rumah tangga mertua nya.


" Saya ingin masak bubur untuk Ayah." Jawab Naura.


" Jangan Non, nanti Bibi kena marah." Ucap Bi Inah.


" Biar Saya yang tanggung jawab Bi, sebelum Saya pulang mau kasih sarapan dulu buat Ayah."


Naura pun memasak bubur untuk Pak Ilham lengkap dengan toping nya sedang kan Bi Inah menyiapkan sarapan pagi di meja makan.


Semua keluarga sudah berkumpul di meja makan,Naura membawa satu mangkok bubur untuk Pak Ilham, itu pun di saksikan oleh Rifki dan Ibu Astri.


" Ayah, Naura masak bubur untuk Ayah di makan ya." Ucap Naura sambil tersenyum.


Pak Ilham hanya diam memandang bubur tersebut, begitu pun dengan Ibu Astri.


" Pagi.... Tante Om." Sapa Putri sambil membawa sebuah rantang.


" Eh.. cantik." Sambut Ibu Astri sambil mencium kedua pipi kiri dan kanan Naura.


" Bawa apa tuh? " Tanya Ibu Astri.


" Putri masakin bubur untuk Om special." Jawab Putri sambil membuka tutup rantang.


" Wah.. sepertinya enak nih." Ucap Ibu Astri.


" Pastinya dong." Ucap Putri.


" Om coba ya Putri." Ucap Pak Ilham yang langsung memakan bubur dari Putri sedang kan bubur yang di buat oleh Naura tak di sentuh sedikit pun hingga membuat Naura tersenyum kecut.


Rifki yang melihatnya Langsung mengambil bubur tersebut.


" Yank, bubur nya enak." Ucap Rifki sambil memakan bubur tersebut.


Naura hanya menjawab dengan senyuman sambil menyendok nasi goreng buatan Bi Inah.


" Loh kok sarapan sama Bubur juga, ini loh Kak saya bawakan nasi goreng special buat kak Rifki." Ucap Putri.

__ADS_1


" Lagi nggak berselera makan nasi goreng, lebih nikmat bubur buatan istri." Ucap Rifki sambil terus melahap bubur buatan Naura.


Naura hanya diam dan terus memakan nasi goreng nya, tahu istri nya yang sedang bersedih tangan Rifki mengusap paha Naura.


*****


" Rifki, lebih baik kamu antar Putri sekalian ke kantor. " Pinta Ibu Astri.


" Maaf Mah, Saya Saya Naura mau pulang ke rumah dulu ganti pakaian. Hari ini kita sama - sama ijin telat masuk, jangan sampai gara - gara dia kita jadi nggak masuk kerja." Ucap Rifki.


" Benar Tante, biar Putri naik taksi saja." Ucap Putri.


" Ya nggak bisa begitu sayang, Rifki harus bertanggung jawab." Ucap Ibu Astri.


" Bertanggung jawab gimana sih Bunda ini, sudah lah Rifki sama Naura pamit." Ucap Rifki langsung menyalami Bunda nya di susul oleh Naura.


Saat kedua nya sudah masuk kedalam mobil, Putri dan Ibu Astri menatap tak suka ke arah Naura.


" Lihat, perempuan pilihan Rifki, sama saja seperti Yuli." Ucap Ibu Astri.


*****


" Maaf kan keluarga Kakak ya, Kakak janji nggak akan bawa kamu ke Sana lagi." Ucap Rifki sambil menyetir mobil nya sedang tangan kiri nya menggenggam tangan Naura.


" Nggak apa - apa Mas sudah biasa." Ucap Naura.


" Kamu ini bilang nggak apa - apa, tapi hati kamu sakit. Kakak tahu dan rasa nya pasti sakit."


" Perlahan saja kak, suatu saat Ayah dan Bunda akan menerima Saya."


" Sekali lagi maaf sayang."


Saat sampai rumah, Naura langsung memasuki kamar mandi, dinyalakan nya shower. Naura duduk berjongkok di depan Shower yang menyala.


Tangisnya pecah, setelah dia tahan sejak tadi.


Hiks.... hiks... hiks...

__ADS_1


" Kapan berakhirnya Ya Allah hiks..hiks... kapan mereka bisa damai hiks... hiks... kapan...!!! "


Naura berteriak di kamar mandi bersamaan dengan turunnya gemercik air.


Rifki pun diam - diam bersandar di pintu kamar mandi, yang sebenarnya dirinya mengetahui bahwa istri nya itu menahan sesuatu.


" Maaf kan suami kamu sayang, sampai saat ini belum bisa memasukan kamu dalam keluarga saya."


******


" Bunda, tolong lah jaga perasaan Naura, dan Ayah juga sama. Dia dengan penuh cinta membuat bubur untuk Ayah tapi malah Ayah tak mau menyentuh bubur buatan Naura. Dan Bunda kenapa selalu Putri yang Bunda sanjung, Bunda tahu sendiri yang seperti ini Bunda masukan sendiri orang ketiga di rumah tangga anak Bunda." Ucap Rifki kesal.


" Rifki, Ayah sama Bunda tetap tak suka sama Naura, kamu sebagai anak kenapa tidak pernah menurut." Ucap Pak Ilham.


" Ayah sendiri dulu sempat jatuh cinta kan sama Tante Yuli sampai berebut dengan Om Rahmat padahal Ayah sama Om Rahmat sudah memiliki Bunda sama Tante Luna, saat kalian tahu Tante Yuli lakukan itu atas dasar balas dendam rasa sakit hati karen ulah kalian, seharusnya kalian sadar, kalian lah biang masalah bukan Tante Yuli. " Ucap Rifki.


" Stop Rifki kamu menyalahkan kami, kamu tidak tahu apa - apa." Ucap Ibu Astri.


" Ayah akui saat itu bersama Om Rahmat, itu adalah sesuatu hal yang sangat buruk, dan dia pandai merayu hingga kami terhipnotis kami tak tahu dia menggunakan kami sebagai alat balas dendam nya." Ucap Pak Ilham.


" Kami sadar, ini salah. Dan kenapa sampai saat ini kami membencinya, karena dia mertua kamu tak pantas mendapatkan perlakuan khusus, kamu tahu kakek Naura seorang perampok yang menggasak habis usaha kami berempat yaitu sebuah mini cafe hingga kami tak bisa lagi membangun cafe itu lagi. Kami tahu saat Yuli mendatangi pria tersebut, saat tahu kami pun mem penjara kan nya. Ternyata pria tersebut hanya memanfaatkan Nenek nya Naura yang bekerja di rumah Mamah kamu, dan entah kenapa Yuli bisa mendapatkan fasilitas dari kakek dan Nenek kamu di sekolahkan hingga kuliah." Ucap Pak Ilham.


" Itu kenapa alasan kami sampai saat ini membenci Yuli dan Naura, dan entah rayuan apa yang dia pakai sampai Kakak nya Tante Luna terpikat sama dia hingga bercerai dengan istrinya dan lebih parahnya lagi Ayah nya Tante Luna sebelum meninggal dunia mewariskan hampir 80 persen untuk Yuli. Dan dari semua kejadian itu kami semakin membencinya." Ucap Ibu Astri.


" Tapi Naura tak tahu apa - apa Bunda Ayah." Ucap Rifki.


*****


Rifki bersandar di kursi kemudinya sambil menatap ke atas.


" Apapun masalah yang terjadi di keluarga kamu, Saya tidak akan pernah meninggal kan kamu. Saya yakin kamu berbeda, walau Mamah kamu salah, bagi Saya itu bukan sebuah masalah. Karena itu sebuah kisah masa lalu, buat apa di ingat."


Rifki pun mengambil ponselnya dan menatap layar tersebut yang menampilkan photo Naura yang sambil tersenyum menatap dirinya.


" Selamanya Saya akan tetap mencintai kamu sayang, walau bagaimana latar belakang keluarga kamu seperti apa, bagi Saya itu bukan suatu halangan. Kamu adalah wanita pelabuhan terakhir Saya sampai mata ini tertutup selamanya."


Rifki pun mencium layar ponselnya yang menampilkan photo mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2