Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati

Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati
Rindu Kamu


__ADS_3

"Hari ini Naura pulang ya Bang, Mah? "


Ibu Lisa yang sedang mengemas pakaian Naura menghentikan kegiatan nya.


"Iya, nanti Mamah akan tinggal sama kamu. Mamah sementara pindah ke sini temani kamu sama Ay."


"Apakah nggak bisa saya di sini temani suami saya yang masih koma Mah? " Ucap Naura.


"Kamu bisa ke sini nanti setiap hari, setiap pagi Abang jemput kamu, sore nya abang jemput kamu pulang." Ucap Dani.


"Terima kasih Bang. "


"Sama - sama. "


"Sudah selesai, kita pulang." Ucap Ibu Lisa.


******


"Bang Aldi, kok nggak kasih kabar mau ke sini? "


"Abang kata Tante Astri kamu sudah pulang, jadi langsung kemari."


"Tadi sempat lihat kak Rifki kan? " Tanya Naura.


"Iya, belum ada perubahan ya." Jawab Aldi.


"Iya Bang, entah suami saya kapan siuman nya. Saya berharap ada ke ajaib an."


"Saat itu pernah saya ajak komunikasi dia merespon dengan gerak jari nya, tapi setelah itu dia tidak merespon kembali."


"Saya masih mengingat mimpi itu Bang, mengatakan Suami Saya sudah bahagia, dan Saya untuk ikhlas. Jujur Bang, Saya nggak mau di tinggal. Saya sangat mencintai Bang, Saya nggak kuat bila harus berpisah sekarang."


"Saya selalu berdoa untuk suami kamu. Semoga ke ajaib an itu ada." Ucap Aldi.


"Amin Bang, amin."

__ADS_1


******


"Bang Aldi. "


Aldi menoleh saat melihat yang menyapa nya Putri.


"Sendirian Put? "


"Sendirian Bang, ehm.. Abang sendiri? "


"Iya sendiri."


"Abang beli apaan? " Tanya Putri sambil melirik isi troli milik Aldi.


"Biasa isi kulkas. " Jawab Aldi sambil mendorong troli nya.


"Abang masih dekat sama Naura? "


Aldi memberhentikan langkah nya, dan menoleh ke arah Putri.


"Kenapa? Bukan nya dari dulu juga sudah dekat."


"Maksud nya apa ya? Saya nggak paham."


"Iya kesempatan dalam kesempitan. Apalagi kalau Suaminya meninggal dunia bisa ajak nikah peluang besar. "


"Jujur ya Saya tidak ada niat ke pikiran ke arah Sana. Dan jodoh takdir sudah ada yang mengatur. Saya akui jujur sampai sekarang masih menyimpan hati pada Naura, tapi Saya sudah perlahan mundur. Dia bahagia dengan suami nya saja Saya sudah senang, dan sekarang dia sedang bersedih Saya juga sama bersedih. Jadi jangan menuduh yang tidak - tidak terhadap Saya. Permisi. "


Aldi meninggal kan Putri yang masih berdiri memegang troli nya dan hanya tersenyum kecut menatap punggung Aldi hingga hilang.


*****


Naura mengelap wajah Rifki dengan handuk dengan perlahan sambil duduk di kursi roda nya. Senyum Naura mengembang saat memegang kedua wajah Rifki.


"Sayang, apa kabar? Pasti di alam mimpi sudah pergi kemana - mana. Setiap pagi, Saya selalu berdoa agar hari ini suami Saya bangun dari tidur panjang nya. Apa Kakak tidak ingin melihat Ay dan Malik dan apakah tidak merindukan Saya yang sekarang ada di samping kakak. Bangun lah sayang, mamah sangat merindukan Papah."

__ADS_1


Naura mencium punggung tangan Rifki dengan bersama an tetesan air mata yang membasahi punggung tangan Rifki.


Jemari nya bergerak, Naura langsung mengangkat wajah nya menatap ke arah Rifki.


"Kak, kakak merespon saya? Kakak dengar saya!! "


Naura mengusap wajah Rifki yang masih terlihat pucat dengan bibir yang keringnya.


"Sayang."


Mata Rifki dengan perlahan terbuka, menatap ke arah Naura yang sedang menatap nya.


"Yank." Ucap Rifki pelan.


Hiks.. hiks.. hiks..


"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. "


"Jangan menangis. " Ucap Rifki pelan.


"Kak, Saya kangen." Naura berhambur memeluk tubuh suami nya.


"Kecelakaan itu? "


Naura melepaskan peluk kan nya sambil menghapus air matanya.


"Ay sama Malik hanya luka ringan, Yanti meninggal di tempat, Marni meninggal dunia di perjalanan." Ucap Naura.


Rifki melihat kursi roda yang di duduki oleh Naura.


"Saya, Saya lumpuh kak. " Ucap Naura.


Air mata Rifki lolos sambil mengusap wajah Naura yang terlihat sembab.


"Maaf." Ucap Rifki.

__ADS_1


"Ini bukan salah Kakak, ini sudah takdir dari Allah. Sudah jalan nya kita. Saya hanya ingin kakak kembali seperti dulu, kembali berkumpul bersama."


Rifki tersenyum ke arah Naura, dengan tangan yang masih terus mengusap wajah istri nya.


__ADS_2