Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati

Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati
Kesepakatan


__ADS_3

" Kakak mohon Yank, jangan kamu yang mundur. Kakak mohon. " Rifki kini bersujud memeluk kedua kaki Naura.


Hati mereka sama - sama sakit, namun melihat keadaan sangat sulit untuk mempertahankan walau salah satu nya tak ingin berpisah.


" Maaf kan saya kak, saya sudah nggak kuat untuk seperti ini terus. Maaf kan saya. " Ucap Naura.


Rifki meneteskan air matanya mengenai kedua paha Naura, kedua tangan Rifki memeluk erat kedua kaki Naura.


" Kakak mohon.. hiks... hiks... mohon jangan meminta itu, kakak mohon. "


Rifki semakin terisak, namun tidak dengan Naura yang seakan sudah tak bisa menangis kembali.


******


Rifki Mengantar Naura ke salah satu rumah kontrakan petak, dimana istri nya akan tinggal.


" Kamu yakin nggak mau tinggal di rumah itu? Biar kakak yang keluar dari Sana. " Ucap Rifki.


" Itu untuk anak kita saja Kak, saya ingin memulai dari awal tanpa bayang - bayang Mamah yang selalu di singkirkan." Ucap Naura.


" Kakak masih suami kamu, jadi Kakak masih ada hak menafkahi kamu dan atas tubuh kamu."


" Setelah melahirkan tolong urus perceraian kita, kita berpisah secara baik - baik. Kita urus anak kita sama - sama."


Rifki hanya diam dan tak merespon apa yang di katakan Naura.


*******


Rifki setelah Mengantar Naura langsung menuju rumah Dani di mana Dani sedang bermain dengan kedua putra nya.


" Kenapa kamu? " tanya Dani.


" Naura minta pisah Bang. " Jawab Rifki.


" Apakah rumah tangga kalian tak bisa di pertahankan? " Ucap Dani.


" Entah Bang, Naura meminta nya. " Ucap Rifki lesuh.


" Kalau memang Naura meminta dan sudah benar - benar yakin, sekarang tinggal kamu bagaimana? "


" Jujur Bang saya tidak mau melepaskan Naura. Saya sangat mencintainya, saya berat Bang."


" Masih ada waktu, kamu coba untuk meluluhkan hati Adik abang lagi.


*****


Aldi menatap photo Naura saat sedang tertidur, senyum terukir di bibir Aldi. Rasa ingin merebut hati Naura dari Rifki seperti Melati pergi meninggalkan nya demi Rifki kini berubah rasa yang berbeda.


" Bang. "


Sontak Aldi menjatuhkan ponsel nya hingga terpisah dari casing.


" Li...!! " Bentak Aldi.


" Abang kenapa lihat photo Naura? Abang suka sama Naura? " Tanya Liliana.


Aldi memungut ponselnya, sedangkan Liliana terus mengoceh.


" Sudah Li, kamu kayak emak - emak ngomel terus." Ucap Aldi.


" Bang ingat Bang, dia masih punya suami. Jangan sampai jadi orang ketiga."


" Siapa yang jadi orang ketiga, kamu enak saja kalau ngomong."

__ADS_1


" Bang, jelas Abang jadi orang ketiga, bukti nya tadi apa senyam senyum lihat photo Naura."


******


" Kak. " Sapa Naura.


" Mau berangkat kan? " Tanya Rifki saat datang menemui Naura.


" Iya." Jawab Naura singkat.


" Sama - sama yuk."


Naura pun menganggukkan kepalanya lantas menaiki motor Rifki untuk pergi Dinas bersama.


Sepanjang perjalanan Naura hanya diam, Rifki menarik tangan nya hingga Naura pun semakin erat memeluk tubuh Rifki.


Hingga sampai di depan kantor, Naura pun di lepaslah helm oleh Rifki.


" Naura, boleh kan Kakak setiap hari menjemput kamu dan boleh kan sampai anak kita lahir kita bersama. Kalau kamu memang itu yang di ingin kan ijin kan suami kamu menemani kamu sampai masa itu."


" Bagaimana dengan waktu untuk Putri? " Tanya Naura.


" Saya akan bilang sama dia. " Jawab Rifki.


" Saya pikir kan lagi Kak."


" Kakak mohon, sementara kembali ke rumah kita. Hanya sampai anak kita lahir, kakak ingin habiskan waktu bersama kamu. "


" Saya akan pikir kan lagi." Naura pergi masuk ke dalam kantor sedangkan Rifki terus menatap istrinya masuk.


******


" Kakak tumben datang kesini? " Tanya Putri antusias saat tahu suami nya pulang ke rumah nya.


" Nggak, itu nggak adil." Ucap Putri.


" Kamu tahu Naura minta pisah, apakah kamu nggak ada pikiran kasihan pada hubungan kami? Semuanya kalau kamu nggak mulai kami nggak seperti ini." Ucap Rifki.


" Lantas kakak nggak tanggung jawab sama ini anak? Saya juga butuh perhatian. " Bentak Putri.


" Tolong lah Put, bukan nya ini yang kamu Mau, sekarang semuanya akan terwujud."


******


" Kak, Saya nggak akan kembali ke rumah itu setelah di pikir kan. Baik kakak bisa antar jemput Saya, kakak masih boleh bersama dengan saya sampai masa itu tiba." Ucap Naura.


" Terima kasih, semoga dari masa ini kita masih bisa bersama lagi dan keinginan itu tak di laksanakan." Ucap Rifki.


" Keinginan itu akan tetap masih berlaku kak, karena Saya sudah yakin."


" Lantas apakah kamu nanti akan menikah lagi? " Tanya Rifki membuat Naura menoleh ke arah nya.


" Kalau masalah itu sih entah, Saya juga wajar kan suatu saat memiliki pendamping hidup. Atau lebih memilih menjadi single parents." Jawab Naura.


" Setelah bercerai, apakah hanya untuk bertemu anak kita bisa di rumah itu? Hanya untuk anak kita walau kita tak lagi bersama."


" Iya kak itu pasti." Ucap Naura.


******


Ponsel Nuara berdering, dan melihat layar ponselnya nama Aldi menghubungi nya. Naura pun menggeser tombol hijau.


" Hallo assalamualaikum." Sapa Naura.

__ADS_1


" Walaikumsalam. " Balas Aldi dari seberang.


" Apa kabar? " Tanya Aldi.


" Alhamdulilah baik Bang, Abang sendiri bagaimana? " Jawab Naura kembali bertanya.


" Alhamdulilah baik, Abang lama nggak lihat kamu. Biasanya kalau Pagi suka lihat kamu masuk."


" Saya ada Bang, mungkin Abang nggak lihat."


" Mungkin iya, ehm... kamu lagi apa? "


" Sendiri Bang, lagi rebahan saja."


" Sudah makan? "


" Sudah Bang."


" Ehm.. Abang sudah makan? " Tanya Naura.


" Sudah, ini lagi santai makan nya telepon kamu." Jawab Aldi.


" Naura. "


" Kenapa Bang? "


" Ehm.. nggak jadi."


" Memang nya mau bicara apa? "


" Nggak jadi, nggak ada yang di bicarakan."


" Ya sudah kalau begitu Saya tutup telepon nya."


" Jangan begitu lah. "


" Habis katanya nggak ada yang di katakan lagi."


Naura pun tertawa saat mendapatkan panggilan masuk, saat itu pintu rumah terbuka dan Rifki pun datang tampa di ketahui oleh Naura.


Rifki menguping setiap pembicaraan Naura, baru kali ini melihat Nuara tersenyum dan tertawa.


" Sama siapa kamu bisa sebahagia begitu? " Tanya Rifki dalam hati nya.


*****


" Abang sudah makan? " Tanya Naura menyambut Rifki.


" Belum, kamu sudah makan? " Jawab Rifki kembali bertanya.


" Sudah Bang, Saya kira Abang nggak kesini."


" Abang sudah bilang, akan kesini sampai kamu melahirkan."


" Mau makan Apa Bang? Di depan ada warteg."


" Apa saja."


" Ya sudah Saya ke depan dulu.'


" Iya."


Saat Naura pergi, Rifki memeriksa ponsel Naura yang di sandi. Rifki yang tahu kode sandi ponsel milik Naura langsung membuka nya.

__ADS_1


Rifki menemukan nama panggilan masuk terakhir dan membuat hati Rifki seketika memanas.


__ADS_2