
" Yank, mandi wajib gih kita pulang besok kan sudah mulai Dinas." Ucap Rifki yang masih sama - sama berbalut satu selimut dengan Naura.
" Nanti Yank, masih pengen kayak gini." Rengek Naura sambil mengeratkan pelukan nya.
" Besok kan kita kesini lagi."
" Beda sensasinya, ini juga sampai rumah kita pulang masing - masing."
" Kan nanti nunggu waktu yang tepat." Ucap Rifki sambil menciumi wajah Naura.
Dengan sedikit mendorong tubuh Rifki yang sedang menciumi wajah Naura.
" Waktu tepat nya kapan?" Tanya Naura.
" Saat keluarga besar kita kumpul, Kakak nggak akan tinggalin kamu kok." Jawab Rifki.
" Kedua orang tua kakak kan sepakat mau menikahkan sama Putri terus kakak apa akan menuruti kemauan mereka dan mencoba menjadi anak yang berbakti."
" Kakak akan pertahankan pernikahan kita, dan kamu kan sudah kakak tanami benih bibit unggul."
" Awas benar ya."
" Iya sayang."
******
" Yank, baju nya sebagian di sini saja." Ucap Rifki sambil menyisir rambut nya.
" Kenapa? " Ucap Naura.
" Setiap weekend kita kesini, dan setiap pulang Dinas sebelum pulang ke rumah kita mampir kesini dulu lah, nafkah batin kan perlu." Ucap Rifki.
" Saya harus cari cara untuk bilang sama Mamah." Ucap Naura.
" Nanti bilang saja lembur, dan setiap weekend harus keluar kota ada urusan kerjaan."
" Berasa Saya istri simpanan deh." Ucap Naura.
" Maaf ya." Ucap Rifki mengusap pucuk kepala Naura.
" Nggak apa - apa kok kak, memang hubungan seperti kita ini butuh pengorbanan yang sangat besar."
*******
" Ayah Bunda, pernikahan Putri sama Kak Rifki di percepat saja lah jangan nunggu lama - lama." Ucap Putri.
" Wah.. anak Ayah sama Bunda sudah nggak sabar ya. " Ucap Ibu Luna.
" Bagaimana tuh Ayah anak nya nih? " Tanya Ibu Luna.
" Nanti Ayah bicara sama Om Rahmat Putri, tidak semudah kamu bicara. Calon suami kamu itu adalah seorang Tentara, banyak berkas yang harus di siapkan. Memang nya sehari jadi besok nikah? Menurut Papah nggak mungkin deh karena Pasti ada saja yang kurang." Ucap Pak Rahmat.
" Tapi mau nya Putri itu secepatnya. Karena Putri nggak mau, kak Rifki tambah lengket sama Naura."
" Jadi Naura masih dekat sama Rifki? Bagaimana sih Astri sama Mas Ilham." Ucap Ibu Luna kesal.
" Makan nya Putri ingin cepat di nikahi jangan sampai mereka menikah duluan." Ucap Putri.
__ADS_1
" Nggak bakalan mungkin kalau menikah, restu kedua orang tua itu penting. Dan yang nggak bisa di mengerti nya kenapa keturunan Yuli itu seperti kuman, sama hal nya Ibu nya Yuli pelakor dari dulu." Ucap Ibu Luna kesal.
" Pokoknya Ayah Bunda harus melakukan sesuatu."
*****
Saat akan siap - siap pulang ponsel Naura berdering dan terlihat di layar ponsel nama Noval menghubungi Naura.
" Angkat." Ucap Rifki yang wajah nya sudah berubah.
" Nggak akh." Ucap Naura.
" Angkat dan loudspeakers." Ucap Rifki.
Naura pun mengangkat panggilan dari Noval, dan sapaan Noval pada Naura yang membuat Rifki meradang.
" Ada apa? " Tanya Naura.
" Kamu kapan pulang yank mas kangen." Jawab Noval dari seberang.
" Ini sedang siap -siap mau otw." Ucap Naura.
" Hati - hati yank di jalan, oh iya mulai besok mas antar jemput kamu ya."
" Nggak usah Mas, lebih baik Saya berangkat sendiri saja. Karena nggak enak juga kalau kita belum resmi di antar jemput." Ucap Naura sambil menatap ke arah suami nya.
" Ya nggak apa - apa dong, biarin orang mau bicara apa."
" Nggak Mas, kita biasa saja ya."
" Sudah dulu ya mas, Saya mau jalan."
" Hati - hati sayang."
" Ya." Ucap Naura sambil mematikan ponsel nya.
" Sudah? " Ucap Rifki dengan wajah yang sudah menahan amarah.
" Sudah." Ucap Naura.
" Berani ya dia panggil sayang sama istri orang, terus kamu nya nggak protes." Ucap Rifki kesal.
"Kak, Saya juga nggak suka sama Mas Noval. Kata kakak jangan dulu berkata jujur, karena dia juga kan nggak tahu kalau Saya sudah menikah." Ucap Naura.
" Yank, suami kamu ini cemburu, apalagi Noval. terus mendekati kamu. Kakak takut kamu berpaling. " Ucap Rifki yang membelai pipi Naura.
" Lantas Putri bagaimana? Apakah Saya juga tidak cemburu. Sekarang sudah tahu aslinya bagaimana." Ucap. Naura kesal.
" Kakak akan atasi Putri, kita sama - sama atasi ini semua."
******
Setelah berpisah di tempat biasa Naura menaiki taksi online hingga sampai depan rumah nya. Sedang kan mobil milik Rifki sudah terparkir cantik di depan rumah nya.
" Assalamualaikum." Sapa Naura saat masuk kedalam rumah nya.
" Walaikumsalam." Balas Ibu Yuli.
__ADS_1
" Eh sayang, malam banget? " Ucap Ibu Yuli.
" Iya mah macet." Alsan Naura.
" Kenapa nggak minta jemput Noval sih? "
" Mamah ya apa - apa Mas Noval, kita itu jangan tergantung sama orang lain."
" Dia kan calon suami kamu sayang."
" Mamah itu semangat banget sih menikahkan Naura sama Mas Noval. Apakah Naura nggak bisa menikah dengan pria lain selain Mas Noval."
" Bisa!!! Asal bukan dengan Rifki."
" Mah, apakah Mamah sebegitu bencinya sama keluarga Kak Rifki dan sama Tante Luna juga. Apakah kisah masa lalu itu tidak bisa di lupakan?" Ucap Naura kesal sambil berjalan menaiki anak tangga.
" Nak, mereka selalu menyakiti Mamah, membully Mamah. Apa kamu diam saja sebagai anak? "
Naura meletakkan tas nya di depan pintu kamar lalu menatap mamah nya yang berdiri di depan nya.
" Mah seandainya Mamah tahu Naura diam - diam sudah menikah sama Kak Rifki bagaimana? "
" Mamah tetap tidak men setujui nya,karena Mamah tidak mau memiliki keturunan dari keluarga mereka. Mamah tidak mau di keluarga kita lahir keturunan mereka dan secara langsung kamu menyakiti hati Mamah." Ibu Yuli pun langsung masuk kedalam kamarnya.
" Maaf kan Naura mah, Naura sekarang sudah menjadi istri Kak Rifki. Naura mencintainya." Ucap Naura pelan saat Mamah nya sudah berada di dalam kamar.
******
" Kamu malam banget pulang nya? " Tanya Pak Ilham.
" Macet Ayah." Jawab Rifki.
" kemarin Putri kemari cari kamu, Bunda bilang kamu sedang pergi sama teman - temannya." Ucap Ibu Astri.
" Kamu dekati Putri, datangi rumah nya jangan dia saja yang kemari." Ucap Pak Ilham.
" Sibuk Ayah nggak ada waktu." Ucap Rifki.
" Eh bukan nya kalian kantor nya berdekatan ya, tetangga an gitu. Seharusnya kamu belajar dekat dari Sana, kamu sebagai cowok harus dekati Putri. Kamu kasih perhatian, bagaimana bisa lengket nanti kalian kan mau menikah."Ucap Ibu Astri.
*******
Naura pun selesai mandi dan akan berdandan pergi ke kantor. Saat berkaca Naura melihat di bagian dada hingga kedua benda milik nya terdapat banyak tanda merah hasil karya suami nya, Naura tersenyum membayangkan kegiatan mereka kemarin.
" Nggak menyangka kita sudah jadi pasangan yang halal." Ucap Naura bahagia.
NB:
Ada pengumuman untuk Readers sahabat Puspa..
Untuk Karya kemarin yang baru Tamat " Bidadari Kecil Milik Pak Tentara " Banyak yang minta di buat kan season 2 nya.
Tapi di karya terbaru dan judul baru....
Cek Profil....
" JANJI SANG PRAJURIT "
__ADS_1