
🌼🌼🌼🌼
Untuk malam ini kau boleh cemburu atau marah padaku
Mungkin kau merasa terabaikan
Jangan memamerkan wajah masam,perempuanku
Sebab,untuk saat ini aku memilih bercumbu dengan secangkir kopi pilihan
Rindu terlalu sakral seperti di ujung sakaratul
Sayang,janganlah mendidihkan amarah
Karena bagaimanapun kau yang terindah
Berikan sejenak waktu,biarkan malam ini aku mercercap hitam
Pahitnya setelah kesekian ribu detik lidah kehilangan kental rasa
Janganlah merasa kau tak kupahami
Maafkan aku,tak mengencani hati
🌼🌼🌼🌼
Usia kandungan Naura menginjak 9 bulan, Rifki pun membagi waktu antara Mengantar Putri untuk pulang pergi ke tempat Dinas nya di kecamatan T dan setelah itu Mengantar Naura berangkat.
Rifki menjalankan demi tanggung jawab nya sebagai seorang suami.
" Kak, makan dulu biar Saya suapin. Kakak konsentrasi saja menyetir." Ucap Naura sambil sengaja membawa box makan sarapan untuk suami nya.
" Terima kasih Yank." Ucap Rifki sambil menerima suapan dari istrinya.
" Yank, nanti kita beli perlengkapan bayi. Tapi Kakak nggak tahu calon anak kita perempuan atau laki - laki. " Ucap Rifki.
" Boleh, nanti besok saja ya. " Ucap Naura.
" Iya." Ucap Rifki.
" Putri bagaimana kandungan nya? " Tanya Naura.
" Dia baik - baik saja,Kakak periksakan ke Bidan." Jawab Rifki.
" Jenis kelamin? "
Rifki menggelengkan kepala nya sambil tetap fokus menyetir.
" Kakak ingin kejutan sama seperti anak yang kamu kandung."
Naura pun keluar dari mobil suami nya dan menatap terus hingga mobil suaminya masuk ke area KODIM.
Saat itu Naura melihat Aldi yang baru sampai, senyum kedua nya saling menyapa.
*****
Aldi membuka ponselnya dan menghubungi Naura. Panggilan pun masuk dan Naura pun mengangkat nya.
" Pagi...!! " Sapa Aldi.
" Pagi Bang. " Ucap Naura dari seberang.
" Abang senang bisa melihat kamu pagi ini."
" Lama juga ya Bang, biasa nya kita mengobrol. "
" Ini kan sedang mengobrol."
" Apa kabar Bang? "
__ADS_1
" Alhamdulilah baik, kamu lihat kan Saya sehat. "
" Alhamdulilah kalau begitu."
" Abang senang masih bisa melihat kamu, nggak jadi pindah. Kalau jadi Abang juga pasti rindu sama kamu."
" Abang nggak baik, merindukan istri orang."
" Sebentar lagi kamu bukan lagi istri Rifki."
Naura menarik nafas nya dalam - dalam dan terdiam.
" Boleh Abang jujur sekarang? " Ucap Aldi.
" Katakan Bang, lebih baik jujur sekarang." Ucap Naura.
" Abang sayang sama kamu, Abang cinta sama kamu." Ucap Aldi.
Naura diam dan berdiri di depan jendela kantor nya yang mengarah tepat terlihat Aldi yang sedang duduk di depan pos.
" Hati ini masih milik suami Saya, rasa ini pun masih ada pada suami Saya. Jadi Bang, Saya nggak bisa jawab sekarang."
" Abang paham, Abang janji akan membuat kamu tersenyum. Tapi Abang berharap kamu Mau menerima kehadiran Abang sekarang."
" Saya akan menerima kehadiran Abang sekarang, tapi hanya sebatas kenal biasa. Abang juga harus mengerti posisi Saya sekarang, dan jangan sampai Abang masuk menjadi orang ketiga. Sekarang saja Bang Aldi sudah ingin mencoba masuk jadi orang ketiga."
" Maaf kan Abang, kalau salah dan mencintai istri orang."
" Iya Bang."
*******
Putri pun mengusap perut nya yang merasakan sangat sakit, hingga terus mengusap perut nya saat sedang bekerja.
" Kenapa Bu Putri? " Tanya teman satu kantor nya.
" Sakit banget nih bu." Jawab Putri.
" Benar Bu, ini nyeri banget."
*****
Rifki pun menjemput Putri, dan langsung membuka pintu depan penumpang. Putri merebahkan punggung nya setelah mengatur kursi duduk nya.
" Kenapa? " Tanya Rifki.
" Nyeri Kak. " Jawab Putri.
Rifki mengusap perut Putri, hingg terlihat Putri merasakan sangat nyaman.
" Kak. " Panggil Putri.
" Ada apa? "
" Tolong lah malam ini, bermalam di rumah Saya. Kakak hanya memberikan waktu satu minggu sekali untuk Saya. Hanya malam ini saja, besok kan hari libur." Pinta Putri.
" Tapi besok pagi - pagi Kakak Mau pergi sama Naura. " Ucap Rifki.
" Tolong lah Kak, waktu Kakak kan banyak untuk Naura sedangkan Saya tidak."
" Naura akan segera melahirkan bulan ini, dan Dan setelah melahirkan Naura akan Kakak talak. Jadi kamu harus mengerti."
" Kak, tolong lah hari ini Saya merasakan sangat tak baik - baik saja. Saya ingin istirahat panjang bersama suami. "
Rifki pun diam dan terus fokus menatap lurus.
" Saya akan hubungi Naura." Ucap Putri langsung membuka ponselnya.
Sambungan pun tersambung dan Naura langsung merespon panggilan Putri.
__ADS_1
" Ada apa Put? " Tanya Naura datar.
" Kamu pulang lah sendiri hingga besok suami kita bersama Saya. Karena hari ini Saya memerlukan suami kita." Jawab Putri.
" Bisa Saya bicara sama Kak Rifki? "
Putri pun me load speakers panggilan nya agar mendengar pembicaraan mereka.
" Apa yang di katakan Putri itu benar Kak? " Tanya Naura.
" Maaf kan Kakak, Putri tiba - tiba mengeluh sakit di perut nya. " Jawab Rifki.
" Ya sudah, kalau begitu Saya pulang dengan taksi online saja."
" Maaf."
" Iya kak nggak apa - apa." Ucap Naura.
Putri pun langsung mematikan secara sepihak dan tersenyum ke arah Rifki.
Naura pun langsung keluar dari kantor nya dengan segera menuju pintu gerbang untuk menaiki angkutan umum.
" Mau pulang? " Tanya Aldi.
" Iya Bang." Jawab Naura singkat.
" Ehm... Rifki belum sampai? "
" Kak Rifki nggak bisa jemput karena Putri sedang nggak enak badan." Ucap Naura.
" Abang antar ya? "
" Nggak usah Bang, Saya naik angkot saja. Tadi mencoba taksi online nggak ada yang menyangkut."
" Ayolah, Saya kasihan lihat perut kamu sudah besar begitu."
" Terima kasih."
" Ayolah."
Naura pun berfikir sejenak dan lalu menganggukkan kepala nya.
Aldi pun mengemudikan motor nya dengan kecepatan sedang karena membawa Ibu hamil. Tak ada sepatah kata pun hingga sampai di rumah kontrakan Naura yang hanya 15 menit dari kantor.
" Jadi tinggal disini? " Tanya Aldi.
" Iya Bang Saya tinggal disini. " Jawab Naura.
" Kalau ada apa - apa hubungi Abang, kapan pun Abang akan siap." Ucap Aldi.
" Terima kasih Bang, Saya tidak Mau merepotkan orang lain yang tidak memiliki hubungan sama saya."
" Abang tahu karena status kamu, tapi Abang akan menunggu saat masa itu telah tiba."
" Maaf Bang Saya nggak bisa jawab. Saya juga belum tahu memiliki perasaan sama Abang atau tidak. "
" Abang akan tunggu jawaban itu."
" Abang pulang lah, terima kasih."
" Sama - sama."
******
Rifki terus mengusap perut Putri hingga istri nya tertidur pulas, Rifki merasakan denyut an calon bayinya hingga sesekali terukir sebuah senyuman.
" Maaf kan Papah nak, kalau Papah nggak perhatian sama kamu, maaf kan Papah. Tapi percaya lah Nak Papah sangat sayang sama kamu."
Rifki mengecup perut Putri dan memeluk nya, Putri pun merasakan suami nya tengah memeluk di sekitar perut nya yang buncit.
__ADS_1
Putri pun tersenyum dan lebih memilih memejamkan matanya kembali.