Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati

Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati
Menghilang


__ADS_3

" Kenapa Putri diam saja dan tidak berkata jujur sama saya." Ucap Naura kecewa.


Ruang kamar yang kedap suara membuat Rifki dan Naura bisa berkata bebas. Sehingga apa yang di lalukan kedua nya tak akan pernah di dengar.


" Maaf kalau kemarin kakak bertemu sama Putri, dan mengatakan semuanya." Ucap Rifki.


" Apa kakak akan menerima Putri? " Tanya Naura.


" Apa kamu akan menerima Noval? " Tanya Rifki kembali.


" Saya mencintai kakak, sangat mencintai kakak." Jawab Naura.


*******


Naura pun keluar dari rumah nya hendak akan pergi Dinas saat tepat bersama an mobil Noval berhenti tepat di depan nya begitu pun Rifki yang keluar bersamaan dengan sepeda motor nya.


" Masuk yank." Ucap Noval.


Naura menatap lurus ke arah Rifki yang diam di seberang.


" Eh Nak Noval mau jemput Naura ya." Ucap Ibu Yuli.


Noval turun dari mobil nya dan mendekati Ibu Yuli lalu mencium punggung tangan nya.


" Iya Tante, kan tadi malam Naura sudah di lamar." Ucap Noval.


Sedangkan Naura masih berdiri menatap ke arah Rifki. Rifki pun masih setia duduk di atas motor nya sambil menatap ke arah Naura.


" Yuk sayang kita berangkat." Noval menarik tangan Naura hingga masuk kedalam mobil.


Rifki menatap Naura yang sudah berlalu pergi menggunakan mobil milik Noval.


" Kamu sudah lihat kan Rifki, selamanya Naura tidak akan pernah bisa menikah sama kamu." Ucap Ibu Yuli.


" Saya akan perjuangkan Tante." Ucap Rifki dengan langsung melajukan motor nya.


******


" Nanti Mas jemput kamu, tunggu saja di ruangan kalau Mas belum datang bisa ke Kantor Mas. hanya 500 meter dari Kantor Keuangan Daerah." Ucap Noval.


" Malas sekali jalan ke Kantor mas, mending naik ojeg." Ucap Naura malas.


" Kita harus banyak komunikasi, bulan depan kita sudah menikah."


" Mas, mas tahu kan Saya sudah punya pacar seorang Tentara, Saya mencintai nya Mas. Bisa kan pernikahan kita di gagalkan."


" Kamu pikir Saya akan mengabulkannya? Saya tidak akan pernah kabulkan. Karena Saya juga mencintai kamu."


" Tapi Saya nggak cinta sama Mas."


" Setelah menikah kamu akan mencintai saya."


Mobil pun sampai di depan Kantor Dinas Keuangan Daerah, Naura langsung turun dari mobil Noval dengan membanting pintu mobil. Noval hanya tersenyum melihat Naura yang melenggang masuk ke area Kantor nya.


Setelah sampai di ruangan nya terlihat Putri sudah sampai dan menebar senyum ke arah Naura tapi Naura hanya diam.


" Kayak nya ada yang sedang bad mood." Ucap Putri.

__ADS_1


Naura menatap ke arah Putri dan menatap nya dengan tajam.


" Kamu benar akan menjadi calon istri Kak Rifki?" Tanya Naura.


Deg


Putri seakan terkunci mulut nya dan hanya diam menatap Naura.


" Saya nggak menyangka sepupu sekaligus sahabat Saya yang akan di jodohkan sama Kak Rifki. Benar apa yang di katakan Mamah, Saya harus berhati - hati sama kamu." Ucap Naura dengan mata yang berkaca - kaca.


" Naura bisa Saya jelaskan." Ucap Putri.


" Mau di jelaskan bagaimana, ketiga keluarga mempunyai ke egoisan yang tinggi tidak memperdulikan perasaan. Dan kamu pasti setuju kan menerima perjodohan ini? " Ucap Naura dengan nada tinggi sehingga menyita perhatian pegawai yang ada di ruangan tersebut.


" Baik lah Saya akan jujur, kalau Saya memang suka sama kak Rifki Saya menyetujui perjodohan ini. Saya juga tidak mau membohongi perasaan Saya, hati Saya berkata bahwa Saya Putri mencintai Kak Rifki."


Mendengar ucapan Putri, Naura sungguh sangat sakit hati dan air matanya pun tumpah. Dengan segera Naura menyambar tas nya dan pergi meninggalkan ruangan nya.


Putri pun berkaca - kaca, namun hati nya sedikit lega bahwa dirinya sudah berkata jujur.


" Maaf kan Saya Naura." Ucap pelan Putri.


Naura berlari ke area parkiran, dan menyetop angkutan umum yang lewat.


*******


" Dengan mata kepala Saya sendiri melihat Naura berangkat bersama calon suaminya." Ucap Rifki.


" Jadi Pacar kamu menerima perjodohan nya?" Tanya Arya.


" Terus? "


" Bulan depan dia akan menikah, dan Saya bulan depan bertunangan.'


" Benar - benar suatu hubungan yang sangat di tentang."


Naura melangkah kan kami nya menuju ke area makam, dirinya berhenti tepat di depan pusara makam Papah nya.


Hiks.. hiks.. hiks...


" Papah kenapa papah pergi secepat itu hiks.. hiks... kenapa saat kecelakaan itu Naura tidak meninggal saja bersama Papah kenapa Naura harus hidup Pah hiks.. hiks... kalau tahu kisah Naura seperti ini hiks..hiks.. hiks... Papah... Naura mencintainya Pah, Papah juga tahu kan hubungan Naura sama Kak Rifki."


Naura memeluk nisan Papah nya tangisnya pecah di depan makam Papah nya yang telah lama meninggal dunia.


*****


Putri melihat jam kerja yang sudah habis namun Naura tak kembali ke Kantor nya.


" Naura apakah pulang ke rumah ya? " Ucap Putri pelan.


Putri pun berjalan luar menuju parkiran, dan melihat Noval sudah berada di area parkiran.


" Pak Noval mau jemput Naura ya? " Tanya Putri.


" Naura masih di dalam ya? " Tanya Noval kembali.


" Ehm... Naura nggak masuk kerja." Jawab Putri.

__ADS_1


" Nggak masuk kerja bagaimana? Saya yang antar dia dan tahu dia masuk ke dalam." Ucap Noval.


" Benar Pak Saya nggak bohong, Naura pergi sejak pagi ijin."


" Ijin pulang? "


" Coba Mas Noval eh Pak Noval ke rumahnya siapa tahu sudah pulang."


" Oh iya terima kasih. "


******


' Naura belum pulang." Ucap Ibu Yuli.


" Terus kemana Tante? " Ucap Noval.


" Kemana ya? Duh itu anak bikin susah." Ucap Ibu Yuli.


Namun dengan segera Ibu Yuli melangkah keluar, dan di ikuti oleh Noval.


" Tante mau kemana? " Tanya Noval.


" Tante tahu dimana Naura." Jawab Ibu Yuli.


Ibu Yuli masuk kedalam rumah Pak Ilham dengan membuka begitu saja pintu rumah nya.


" Ilham... Astri...!!! " Teriak Ibu Yuli.


" Eh Yuli kamu nggak punya sopan santun apa ya masuk ke rumah orang begitu saja." Bentak Ibu Astri.


" Yuli..!!! " Ucap Pak Ilham.


" Mana anak kamu mana?? " Bentak Ibu Yuli.


" Ngapain kamu cari Rifki? "Tanya Pak Ilham.


" Anak Saya belum pulang sampai sekarang dan sejak pagi tidak masuk kerja." Jawab Ibu Yuli.


" Jadi kamu kemari hanya menanyakan itu dan menuduh Rifki men culik Naura? " Ucap Ibu Astri.


" Iya, karena sama siapa lagi kalau bukan sama anak kamu anak Saya pergi." Ucap Ibu Yuli.


" Berani sekali kamu menuduh seperti itu, bisa Saya tuntut balik kamu., Ucap Ibu Astri.


" Yuli, Rifki belum pulang dan tidak mungkin anak kami menculik anak kamu." Ucap Pak. Ilham.


" Alah.. jangan suka melindungi anak sendiri, Saya tahu anak kamu akan melakukan apa saja ." Ucap Ibu Yuli.


" Kamu jangan kurang ajar Yuli." Ucap Ibu Astri yang sudah akan melayangkan tangan nya namun di tahan oleh Noval.


" Maaf kalau memang benar Naura tidak ada disini kami akan pergi." Ucap Noval.


" Pergi Sana, rumah kami jadi terkena bakteri orang seperti dia." Bentak Ibu Astri.


" Kamu masih memandang Saya sebelah mata, ingat Astri suatu saat kamu dan suami kamu akan dapat balasan nya. " Ucap Ibu Yuli.


" Pergi.... kamu... pergi...!!! " Bentak Ibu Astri.

__ADS_1


__ADS_2