
"Yank, pakai baju ini dong? " Ucap Rifki sambil menunjuk kan sebuah dress selutut dengan belahan punggung sedikit terbuka.
"Ini nggak berlebihan Pah?" Tanya Naura saat mereka akan menonton film.
"Suami kamu ingin kamu tampil beda." Bisik Rifki.
"Menonton nya juga di kamar Pah, pakai proyektor lagi. "
"Kan ingin tampil beda saja ala - ala gitu."
"Dasar ganjen."
"Kan biar beda dong."
"Iya nurut, malam ini Marni harus jaga ekstra."
Hahahhah
"Yuk mulai. "
Naura dan Rifki pun duduk di atas tempat tidur lengkap dengan pop corn dan minuman di samping nya.
Bagaikan sedang di bioskop mereka menonton film romantis dengan lampu yang mati dan proyektor yang menyala.
Naura memeluk tubuh Rifki sesekali suami nya mendaratkan sebuah ciuman untuk nya. Dan Naura pun tak tinggal diam sesekali meminta Rifki mencium nya kembali.
"Sayang, terima kasih sudah menemani kakak selama hampir 17 tahun. Kakak senang bisa memiliki kamu seutuhnya." Ucap Rifki.
Naura mengeratkan peluk kan nya dengan membenamkan wajahnya ke dada Rifki.
"Mencintai kakak dan memiliki Kakak adalah suatu hal yang paling indah. Walau rasa itu sempat pudar, tapi Cinta kita sangat kuat hingga kita bisa bersatu kembali." Ucap Naura.
"Seandainya diantara kita meninggal dunia lebih dahulu kita harus berjanji selalu menyimpan kenangan itu di hati kita. Setiap momen yang kita punya jangan kita sia - sia kan. Karena semua nya nggak akan bisa terulang kembali." Ucap Rifki.
"Jangan bicara seperti itu Kak, Saya jadi melow." Ucap Naura sambil mengeratkan tubuh nya pada tubuh Rifki.
Rifki tersenyum dengan mengecup kening Naura sangat lama.
****
__ADS_1
Rifki bersama Ay dan Malik bermain bersama dan menyuruh Yanti serta Marni untuk mengerjakan yang lain nya.
Tawa Rifki di sela - sela libur nya menghabiskan waktu bersama kedua anak nya.
"Loh Ay sama Malik sama siapa? " Tanya Naura saat pulang berbelanja melihat kedua pengasuh anak nya sedang bersantai di teras.
"Mba Ay sama Malik sama Bang Rifki, kami mau kerjakan rumah juga sudah beres." Ucap Yanti.
"Benar Bu dan maaf kalau kami lancang." Ucap Marni.
"Ya sudah nggak apa - apa, ini kan hari libur. Kalau kalian mau keluar silahkan atau kamu Yanti mau pulang cepat juga boleh." Ucap Naura.
"Masih siang, kalau boleh kita keluar saja mba. " Ucap Yanti.
"Boleh, mau kemana? Ke mall? " Tanya Naura.
"Boleh Bu, mba Yanti Saya ingin ke Mall." Jawab Marni.
"Hayu." Ucap Yanti.
"Nih buat kalian." Ucap Naura sambil memberikan enam lembar uang merah.
"Makasih bu." Ucap Marni.
"Iya sama - sama." Ucap Naura.
Naura menuju ruang tengah, terlihat Rifki tengah bercanda dengan kedua buah hatinya.
"Hi.. sayang." Sapa Rifki sambil mengecup kening nya.
"Nggak rewel kan?" Tanya Naura.
"Nggak, mereka asik main sama Papah nya." Jawab Rifki.
Naura memeluk tubuh Rifki dari belakang dan kedua anak nya tersenyum dengan suara khas bayi nya.
"Yank, bagaimana kalau kita jalan - jalan." Ajak Rifki.
"Boleh, kapan?" Tanya Naura.
__ADS_1
"Kita cuti 3 hari lah kan lama kita nggak hangout gitu kita ambil jumat,sabtu minggu nggak di hitung kita pulang selasanya. " Jawab Rifki.
"Boleh, kita menginap di vila gimana?" Tanya Naura.
"Ide bagus Yank, nanti kakak cari kan tempat vila yang bagus."
"Ok, minggu depan kan fix kita berlibur."
"Iya, nanti ajak Yanti sama Marni. Biar kita bisa bulan madu."
"Bisa saja, alasan nya bawa Yanti sama Marni." Ucap Naura.
"Jelas dong, kalau nggak bawa mereka kita nggak bisa liburan loh yank. " Ucap Rifki.
"Iya nanti Mamah kasih tahu Yanti sama Marni."
*****
"Minggu depan bu?" Tanya Marni.
"Iya minggu depan kalian ikut ya, nanti kita bermalam di vila." Jawab Naura.
"Makasih mba, kita di ajak liburan." Ucap Yanti.
"Sama - sama, walau liburan nya sambil kerja." Ucap Naura tersenyum.
"Nggak apa - apa Bu, yang penting intinya kita keluar rumah." Ucap Marni.
******
"Mau cuti berapa hari?" Tanya Liliana.
"Tiga hari an Saya ambil cuti." Jawab Naura.
berarti kamu berangkat hari jumat pagi, pulang selasa kan? soalnya sabtu minggu nggak di hitung." Ucap Liliana.
"Iya, nggak di hitung." Ucap Naura.
"Ok, surat nya masuk dan selamat berlibur."
__ADS_1