
" Tante? " Panggil Rifki saat baru turun dari motor nya.
" Katakan dimana Naura? " Tanya Noval.
" Naura? Bukan nya dia sama kamu kenapa tanya sama Saya." Jawab Rifki.
" Kamu jangan bohong Rifki, katakan dimana Naura." Bentak Ibu Yuli.
" Yuli, kamu bisa bicara baik - baik sama anak saya." Ucap Pak Ilham.
" Saya benar - benar tidak mengerti." Ucap Rifki.
" Naura pergi dari Kantor nya sejak pagi kata Putri, dan sampai sekarang belum kembali." Ucap Noval.
" Saya tidak tahu, dan sehari an ini Saya tidak komunikasi sama dia." Ucap Rifki.
" Lihat kan Yuli kamu dengar Sendiri, kalau anak Saya tidak menculik anak kamu. Mungkin dia lari sama pria lain." Ucap Ibu Astri.
" Kamu jangan macam - macam Astri." Ucap Ibu Yuli.
Rifki pun mencoba menghubungi nomer ponsel Naura namun tak aktif, dan berulang kali Rifki hubungi operator yang menjawab.
Rifki lantas menaiki motor nya dan tak peduli kedua orang tuanya memanggil nya.
" Hey... nggak sopan kamu Rifki pergi begitu saja" Ucap Ibu Yuli, saat melihat Rifki berlari ke arah motor nya dan berlalu meninggalkan rumah nya.
*****
Rifki berjalan di area makam, menuju ke makam Papah nya Naura, berharap Naura ada di sana. Saat sudah dekat Rifki melihat seseorang meringkuk di samping makam dengan memeluk makam tersebut menggunakan seragam warna cokelat.
" Naura." Panggil Rifki.
Naura terbangun terlihat matanya yang sembab akibat menangis. Rifki pun berjongkok sejajar dengan Naura.
" Kita pulang yuk." Ucap Rifki sambil menghapus air matanya.
" Naura ingin ikut Papah Kak, Naura ingin berbaring di samping Papah." Ucap Naura sambil terisak.
" Suatu saat nanti Naura akan bertemu Papah." Ucap Rifki sambil membelai rambut kekasihnya.
" Sudah lama Saya ingin mengakhiri hidup ini, Saya sudah nggak kuat Kak."
Rifki kembali menghapus air matanya dan memeluk tubuh Naura dengan erat.
" Mamah cari kamu, kita pulang yuk." Ajak Rifki.
" Naura nggak Mau pulang kak, percuma pulang tidak akan merubah keadaan."
" Jadi kakak harus bagaimana agar kita selalu bersama? "
__ADS_1
" Kita menikah kak."
Rifki memeluk erat Naura, sedang kan Naura di dalam dekapannya masih terisak menangis.
" Kita sama - sama bicara sama kedua orang tua kita sayang, kita datangi mereka sama - sama."
" Tapi mereka selalu pada pendirian nya masing - masing, tanpa perduli pada perasaan kita. Mereka tega sama kita, mereka tega ingin selalu memisahkan kita kak."
Hiks.. hiks.. hiks..
" Sekarang kita pulang, kasihan Mamah kamu mencari kamu. Dia sangat khawatir, apalagi kamu anak satu - satu nya."
Naura melonggarkan peluk kan nya dan menatap kedua mata Rifki.
" Saya anak satu - satu nya tapi tidak mengabulkan keinginan yang satu ini, tak hanya Mamah kedua orang tua kakak pun sama. Kita anak sama - sama anak tunggal kak."
" Iya makan nya sekarang kita pulang, kita sama - sama perjuangkan hubungan kita. Kita harus tetap bersama, dan kuat nya cinta kita akan membuat mereka luluh suatu saat nanti."
" Kapan kak, kapan mereka akan merestui hubungan kita. Sedang kan kedua orang tua kita pun saling bermusuhan."
******
Suara motor pun terdengar Ibu Yuli bersama kedua orang tua Rifki pun bangun dari duduk nya begitu pun Noval saat melihat Rifki membawa Naura pulang.
" Sayang kamu kemana saja? Mamah khawatir sama kamu." Ucap Ibu Yuli.
" Saya pulang karena Kak Rifki yang ajak,kalau dia tidak mengajak pulang Saya tidak akan pernah mau masuk kedalam rumah ini lagi."
" Tante." Ucap Rifki.
" Sekali lagi kamu bilang seperti itu, Mamah pergi dari rumah ini dan jangan pernah lihat Mamah lagi." Bentak Ibu Yuli.
" Rifki sebaiknya kamu pulang, anak nya sudah kembali." Ajak Ibu Astri.
" Rifki akan tetap disini Bunda Ayah, karena Rifki ingin meminta restu agar Rifki bisa menikah sama Naura." Ucap Rifki.
" Apa kamu bilang, menikah? " Ucap Ibu Astri.
" Rifki kamu pikir kan lagi kata - kata kamu." Ucap Pak Ilham.
" Kami saling mencintai, kalian tahu kan kalau kami tidak bisa di pisah kan." Ucap Rifki.
" Nggak, Saya tidak setuju Naura menikah sama kamu." Ucap Ibu Yuli.
" Sama kami juga tidak setuju anak kami menikah sama Anak kamu." Ucap Ibu Astri.
" Baik kalau kalian tidak merestui, kami akan lakukan sesuai jalan kami." Ucap Rifki.
" Kamu jangan macam - macam Rifki, kalau sampai kamu berbuat nekad Ayah akan coret kamu sebagai ahli waris." Ucap Pak Ilham.
__ADS_1
" Coret saja Ayah, Rifki tidak butuh itu. Karena Rifki lebih butuh cinta dan hidup bahagia."Ucap Rifki.
" Kamu jangan macam - macam Rifki." Ucap Ibu Astri.
" Saya serius." Ucap Rifki sambil menggenggam erat tangan Naura.
" Berani kamu bawa anak Saya, kamu langkahi Saya dulu." Ucap Ibu Yuli.
" Naura itu sudah menjadi calon istri Saya, jadi jangan harap kamu bawa Naura." Ucap Noval.
" Calon istri yang seperti apa, calon istri yang di paksa seharusnya kamu malu sebagai seorang pria memaksa seorang wanita untuk mencintai kamu. Dan Ayah sama Bunda juga harus tahu Saya tidak mencintai Putri sampai kapan pun. Hanya Naura yang Saya cintai." Ucap Rifki.
" Kamu akan tetap menikah sama Putri, bukan menikahi perempuan seperti dia." Ucap Ibu Astri.
" Apa karena masalah masa lalu kalian Sehingga kalian tega melakukan ini semua, sehingga gara - gara kalian semua kami berdua jadi korban. Apa kalian tidak ingin berdamai, apakah kalian sampai akhir hayat akan tetap bermusuhan." Ucap Rifki
" Kamu tidak mengerti Rifki." Ucap Pak Ilham.
Bruuuggh
" Naura...!!! " Teriak Rifki, Ibu Yuli dan Noval.
Naura pingsang dengan segera Rifki membopong tubuh Naura ke atas sofa.
" Yank bangun yank." Ucap Rifki cemas dengan menepuk pipi Naura.
" Sayang bangun Nak." Ucap Ibu Yuli.
Dengan segera Ibu Astri memberikan minyak kayu putih dari kotak P3k yang terlihat oleh nya.
Naura pun bangun dan siuman, matanya yang masih sayu perlahan membuka dan menatap orang di sekelilingnya.
" Sayang." Panggil Rifki dengan membelai pipi Naura.
" Jangan pergi Kak, malam ini kakak jangan pergi. Seperti malam kemarin kakak selalu menemani Saya saat tidur." Ucap Pelan Naura.
" Apa tidur? " Ucap Ibu Yuli kaget.
" Iya Kakak akan temani kamu." Ucap Rifki.
" Saya ingin penjelasan dari kalian..!!! " Bentak Ibu Yuli.
" Kenapa Tante marah? kami seperti ini karena kalian." Ucap Rifki.
" Kamu benar - benar...!!! " Geram Noval menarik krah seragam Rifki.
Buuggghh
Buuuughhh
__ADS_1
" Hentikan stop...!!! " Bentak Naura memaksa berbicara keras saat melihat Noval memukul Rifki.
" Biarkan kami bermalam bersama untuk malam ini, kami memang sering bermalam bersama tanpa kalian tahu. Kami seperti ini karena kalian." Ucap Naura yang masih lemas dan terlihat pucat.