
"Cepat angkat korban. "
Owaaaa.... owaaaaa....
Semua orang berhambur berlarian menolong korban kecelakaan beruntun yang mengakibatkan lima mobil terguling bebas dan sebagian terbakar.
Naura membuka matanya samar - samar saat beberapa orang mencoba mengeluarkan nya. Dengan menoleh ke samping kanan terlihat Rifki yang tergencet hingga darah yang keluar dari kepalanya.
"Kak." Ucap pelan Naura lalu memejamkan matanya kembali.
"Kamu tahu nggak pemandangan yang indah disana? " Tunjuk Rifki sambil memeluk pinggang Naura yang berdiri di atas bukit.
Naura menggeleng kan kepalanya, lantas menatap wajah Rifki yang tampak tersenyum.
"Di sana tempat kakak tinggal. " Ucap Rifki.
"Tempat kita? " Tanya Naura.
Rifki menggeleng kan kepalanya sambil tersenyum ke arah Naura.
"Itu tempat kakak sekarang, kakak sudah bahagia disana. "
Naura menatap lekat ke arah Rifki dengan tatapan penuh tanya.
Rifki memegang kedua tangan Naura, dengan tatapan yang sangat teduh dan tersenyum ke arah Naura.
"Terima kasih sudah menemani kakak hingga di titik paling akhir. Terima kasih sudah menjadi pendamping hidup yang paling setia, maaf kan semua kesalahan selama ini."
"Jangan tinggal kan saya kak." Mata Naura berkaca - kaca dan satu kecupan di kening Naura yang di darat kan Rifki.
"Suatu saat kita akan bertemu kembali, jaga Malik dan Ay. Jangan pernah merasakan kehilangan, karena Kakak akan selalu ada sama kalian di hati. "
Hiks... hiks.. hiks.. .
Rifki memeluk erat tubuh Naura, wangi bunga yang menyegarkan terhirup di hidung Naura saat memeluk tubuh Rifki.
"Sampai jumpa di jannah, suatu saat kita akan berkumpul kembali. Jaga kedua malaikat kita, cinta kakak akan selalu ada pada kalian."
__ADS_1
Rifki melonggarkan pelukan nya, dan melepaskan genggaman tangan Naura yang tak mau lepas.
Naura menangis saat tangan yang saling menggenggam tak lagi bertaut.
Hiks... hiks... hiks...
"Kak...!! "
Rifki tersenyum sambil berjalan lalu membalikkan tubuh nya berjalan lurus menerjang ilalang yang tinggi hingga tubuh nya tak terlihat.
Mata Naura terbuka, terlihat Ibu Lisa, Rena dan Dani berada di kamar rawat.
" Kak Rifki, Malik dan Ay. " Ucap Naura yang bangun mencari orang - orang tersayang nya.
Ibu Lisa mendekati Naura dan mengusap pipi nya dengan mata berkaca - kaca.
"Mah." Ucap Naura.
"Mah anak - anak sama suami saya dan Yanti Marni? " Tanya Naura kembali.
Hiks.. hiks.. hiks...
"Saya ingin lihat mereka Mah. "
"Jangan dulu kamu masih sakit."
"Gak Mah saya ingin melihat mereka." Naura pun berusaha bangun namun kedua kaki nya tak bisa di gerakkan dan mati rasa.
"Mah, kaki Saya Mah, kaki Saya kenapa? "
Ibu Lisa menatap ke arah Dani, lantas Dani mendekati Naura.
"Bang Kaki Naura kenapa Bang? " Ucap Naura panik.
"Dek, kaki kamu lumpuh akibat kecelakaan itu sedangkan suami kamu terkena benturan yang sangat keras di kepalanya hingga saat ini masih koma."
Hiks... hiks.. hiks...
__ADS_1
"Ya Allah... hiks.. hiks... hiks.. "
Dani memeluk tubuh adik nya , tangis yang membuat semua menatap nya sakit akan keadaan Naura dan suami nya.
****
Setelah di beri obat penenang karena Naura selalu teriak ingin bertemu Rifki akhir nya tertidur.
Aldi dan Liliana datang menengok saat mendengar kabar bahwa Naura dan keluarga nya kecelakaan.
"Naura bagaimana Bang?" Tanya Aldi.
"Dia masih Shock, kedua kaki nya lumpuh dan suaminya koma. Dan kedua pengasuhnya meninggal dunia." Jawab Dani.
"Malik sama Al bagaimana? " Tanya Liliana.
"Hanya luka memar, namun sudah di atasi. Sekarang sedang sama Mamah dan Tante Astri. " Ucap Dani.
Aldi menatap ke arah Naura yang terlihat sembab, Dani menepuk bahu Aldi yang terus menatap ke arah Naura.
"Dia masih bisa selamat, kamu masih bisa melihat nya. "
"Saya ingin melihat Rifki."
****
Rifki masih tertidur dengan alat bantu yang masih terpasang dengan bunyi alat EKG yang berada di samping nya.
"Bangun lah kawan, istri kamu membutuhkan kamu. Jangan kamu tidur terlalu lama, banyak yang sedang menunggu kamu sekarang. Dunia akan terasa terang untuk Naura bila kamu tetap berada di samping nya. Bangun lah kawan, Saya pun berharap kamu kembali dan sehat. "
Aldi menatap Rifki dengan wajah yang pucat dan masih terlihat sedikit lebam di wajah nya.
Ada gerak jari dari Rifki namun tubuh nya masih kaku terbaring.
Aldi tersenyum saat melihat nya dan kembali berbisik.
"Bangun lah ada cinta yang sekarang menanti kamu."
__ADS_1