Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati

Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati
Kami Menikah


__ADS_3

" Ayah....!!! "


" Ayah...!!! " Teriak Ibu Astri.


Pak Ilham pun datang mendekati Ibu Astri yang sedang duduk lemas.


" Ada Bunda? " Tanya Pak Ilham.


" Tanya sama anak kamu." Ucap Ibu Astri.


Pak Ilham melirik ke arah Rifki dan terlihat Naura pun berdiri di samping anak nya.


" Jangan bilang kalian membuat masalah." Ucap Pak Ilham dengan nada tinggi.


" Maaf kan kami Ayah." Ucap Rifki.


" Kalian berdua keterlaluan, berani nya menikah tanpa restu kami." Bentak Ibu Astri.


" Apa!!! Kalian menikah? " Ucap Pak Ilham.


" Maafkan kami Ayah, maaf kami Bunda. Kami terpaksa melakukan ini semua karena kalian selalu menentang pernikahan kami." Ucap Rifki.


Plaaaakkk


Buugghhh


Buuuughhh


" Stop.. Om.. stop.. jangan pukul Kak Rifki." Ucap Naura memeluk tubuh Rifki yang babak belur di pukuli oleh Pak Ilham.


" Jangan pukul suami Saya Om, Saya sadar disini kalian menentang hubungan kami hanya Karena rasa tak suka sama Mamah Saya, tapi asal kalian tahu Mamah Saya tidak pernah jahat pada Tante Astri, Tante Luna, Om Ilham dan Om Rahmat tapi kalian begitu sangat benci. Apa karena Mamah Saya orang tak punya yang mendapatkan rejeki secara instan kalian tak suka, apa lagi kalian selalu dengan alasan Mamah Saya seorang pelakor. Bagaimana pun dia Mamah Saya, Mamah yang melahirkan Saya." Ucap Naura.


" Kamu harus tahu, Om sama Om Rahmat pernah ke makan rayuan nya dimana persahabatan kami sempat hancur, gara - gara Mamah kamu, dan dia memang hidup nya sebagai perebut ibarat pe******ur" Ucap Pak Ilham.


" Malah sekarang jadi Menantu kita, kami nggak sudi." Ucap Ibu Astri.


" Ayah Bunda, Rifki mencintai Naura. Kalian tak suka tak apa, tapi Saya akan tetap pertahankan rumah tangga kami." Ucap Rifki.


" Kamu bicara apa Rifki, kamu akan pertahankan wanita macam dia." Tunjuk Ibu Astri.


" Naura tak punya salah, Naura tak ada hubungan nya. Ini masalah kalian, bukan masalah kami." Ucap Rifki.


" Rifki, kamu membantah perintah kami!! " Bentak Pak Ilham.


" Maaf, Rifki akan pergi bersama Naura. Kami akan hidup pertahankan rumah tangga kami." Ucap Rifki bangun dan membangunkan Naura.


" Saya akan keluar dari rumah ini, seperti Naura pun sama." Ucap Rifki kembali.


" Rifki...!!! " Bentak Pak Ilham.


******


Rifki dan Naura pun sampai di rumah mereka, Naura langsung berjalan masuk kedalam kamarnya, tangisnya tumpah ruah di atas bantal.


" Sayang." Ucap Rifki mengusap punggung Naura.


Naura langsung memeluk tubuh Rifki, tangisnya kembali pecah.


" Mamah benar - benar melakukan nya."


" Ini memang resiko kita, menentang mereka. Kita saling mencintai, kita harus pertahankan."

__ADS_1


Naura mengurai pelukannya, dan menatap lekat kedua mata Rifki.


" Kita perlahan Kak."


" Iya, kita jalan perlahan." Ucap Rifki.


*****


" Apa Astri, mereka sudah menikah? " Ucap Ibu Luna kaget.


" Kalian ini bagaimana sih, kita sudah sepakat menikah kan anak kita. Malah Rifki menikah sama anak nya Yuli." Ucap Pak Rahmat.


" Saya itu heran, nggak anak nggak Ibu nya sama saja sebagai penghalang." Ucap Ibu Luna.


" Kita harus bagaimana, mereka sudah menikah." Ucap Ibu Astri.


" Rifki pun sudah menyiapkan semua nya, kami juga nggak menyangka " Ucap Pak Ilham.


" Jadi bagaimana..??? " Ucap Ibu Luna.


*******


" Yank, tadi minta bikin apa? " Ucap Naura saat berada di dapur.


" Bikinin lemon tea." Ucap Rifki.


" Ok sayang."


Lemon tea pun siap, dan Naura pun mengantarkan nya pada Rifki yang sedang duduk di teras belakang rumah nya.


" Ini sayang."


" Makasih."


" Bukan nya begini juga bulan madu." Jawab Naura.


" Benar kamu nggak ingin pergi kemana gitu? "


" Begini saja sudah bahagia Yank, yang penting bersama Kakak." Ucap Naura sambil memegang lengan Rifki.


" Pernikahan kita nanti kita urus secara hukum negara.Biar anak kita bisa mempunyai akta."


" Kak, nggak menyesal kan mengambil keputusan ini? "


" Nggak, memang ini sudah di rencanakan dan memang sudah siap sama resikonya."


" Apa pun yang terjadi, kita sama - sama ya kak"


******


" Nggak bisa Bunda, mereka harus berpisah." Ucap Putri.


" Mereka sudah menikah Putri, kenyataan nya." Ucap Ibu Luna.


" Kenapa sih, keberuntungan itu harus datang sama keluarga mereka terus, mulai dari harta warisan kakek dan kini Kak Rifki yang sudah jadi suami Naura. Kenapa Ayah Bunda tidak melakukan sesuatu, kalau kalian tak bisa biar Naura yang bertindak." Ucap kesal Putri.


" Nak, kita juga sedang berpikir bagaimana caranya agar mereka berpisah."


******


" Ada apa Yuli? " Tanya Ibu Ayu.

__ADS_1


" Kedatangan Saya kemari hanya ingin mengatakan sesuatu bahwa Naura." Jawab Ibu Yuli.


" Kenapa Naura? " Tanya Pak Anas.


" Iya Tante kenapa? Apakah terjadi sesuatu? " Tanya Noval.


" Naura diam- diam menikah sama Rifki." Jawab Ibu Yuli.


" Apa...!!! " Ucap kaget Pak Anas.


" Kamu ini bagaimana Yuli, mana perjanjian kamu yang akan menikah kan anak kita sudah semua tahu kalau Naura itu calon istri anak Saya, calon menantu sekda." Ucap Pak Anas.


" Yuli, apa kamu tidak ingat bagaimana kamu sangat lancar menjalankan bisnis kamu kalau tidak melihat nama kami, usaha kamu di kalangan pejabat nggak akan di lirik. Kamu tahu hasil jahitan kamu itu jelek, dan lebih bagus hasil jahitan Lisa yang kini pindah di kota kelahirannya, bahkan salah satu partai rela kerja sama dengan dia untuk membuat seragam sama dia dari pada sama kamu." Ucap Ibu Ayu kesal.


" Maaf kan Saya Ayu, mas Anas. Saya juga tidak tahu kalau mereka ternyata sudah menikah." Ucap Ibu Yuli.


" Kami kecewa sama kamu Yuli. " Ucap Ibu Ayu.


" Kamu tahu Yuli, kalau kamu bermasalah dengan kami apa yang terjadi? Di jamin kamu akan susah segalanya." Ucap Ibu Ayu.


******


" Saya masuk ke dalam dulu Kak." Ucap Naura.


" Nanti mau makan siang dimana? " Tanya Rifki.


" Makan di tempat kakak saja, mager keluar nya." Ucap Naura.


" Ya sudah nanti kakak pesan kan makanan, mau makan apa? "


" Ehm... ingin makan yang pedas - pedas."


" Apa? "


" Bakso saja ya."


" Pakai lontong."


" Iya pakai lontong."


" Ok siap nyonya Rifki."


" Naura masuk dulu ya. "


Naura mencium punggung tangan Rifki, dan Rifki pun mencium kening Naura.


" Masuk ya kak...!! "


" Dah... "


Naura pun berjalan menuju ke arah ruangan nya dan bertemu dengan Putri.


" Eh... sepupu, apa kabar? " Sapa Naura.


" Kamu benar - benar ya Naura." Ucap Putri kesal.


" Kenapa? Kamu merasa kalah. Ngaca, nggak ada judul nya." Ucap Naura kesal.


" Kamu akan tahu sendiri akibat nya, hidup kamu dan Tante Yuli akan sengsara."


" Silahkan, kemenangan atas dasar kebencian dan ke tidak suka an tidak akan pernah abadi."

__ADS_1


" Lihat saja nanti." Ucap Putri pergi meninggalkan Naura yang masih berdiri sambil tersenyum kecut.


__ADS_2