
"Ayah, lihat cucu perempuan kita nampak cantik." Ucap Ibu Astri sambil menggendong Ay.
Sedangkan Naura menggendong Malik yang sedang meminum ASI di dalam botol.
" Naura, maaf kan Ayah sama Bunda. Kami berdua juga minta maaf atas apa yang kami lakukan sama Mamah kamu." Ucap Pak Ilham.
"Benar Naura, maaf kan Bunda. Mungkin kami terlambat untuk meminta maaf tapi kami tulus minta maaf." Ucap Ini Astri.
"Tak ada kata terlambat untuk meminta maaf, tapi Naura sudah maaf kan semua nya saat Mamah meninggal dunia." Ucap Naura.
"Naura, apa yang Mamah kamu kembali kan kami kembali kan lagi. Karena ini adalah hak kamu. Kami tidak pantas menerima ini semua." Ucap Pak Ilham.
"Mamah sudah berniat Ayah, karena Mamah ingin tenang disana. Dan Naura pun ikhlas, bagi Naura harta berharga bukan warisan Mamah tapi Ay dan Malik adalah harta Saya. Malik bukan anak kandung Saya tapi saat dia meminum ASI Saya dari sini Saya pun merasakan sayang sama Malik." Ucap Naura.
" Nak, kami minta kamu tetap bersama Rifki." Ucap Ibu Astri.
Rifki yang duduk di samping Naura hanya diam dengan posisi duduk nya yang menunduk.
" Kalau itu Saya sudah bulat."
Rifki menoleh ke atas Naura, sedangkan Naura terus tersenyum pada Malik dan Ay.
****
"kak, tolong lepas kan saya." Ucap Naura saat Rifki memeluk tubuh nya sangat erat.
" Tolong Naura, kakak mohon jangan minta pisah. Ayah sama Bunda sudah menerima kamu." Ucap Rifki.
"Kak, tolong lepas." Ucap Naura.
" Kakak mohon sayang, jangan katakan itu lagi." Ucap Rifki sambil mengeratkan peluk kan nya bahkan mencium pucuk kepalanya.
Naura pun menenggelamkan wajah nya di dada bidang milik Rifki, seperti ini yang sangat di rindukan oleh Naura.
*****
"Yanti, Saya kan sudah mulai berangkat Dinas. Nanti kalau ada apa - apa sama Ay kamu telepon saya." Ucap Naura.
"Baik mba nanti Saya akan selalu kabari mba." Ucap Yanti.
Naura tersenyum ke arah Ay, dan Ay pun tertawa sambil mengusap pipi Naura.
" Mamah berangkat dulu sayang." Ucap Naura.
Naura pun mencium kedua pipi Ay yang tambah chubby.
" Kita berangkat sama - sama." Ajak Rifki saat sudah berada di depan rumah nya.
"Saya naik motor kok."
"Please, mau ya." Ucap Rifki.
Naura pun menganggukkan kepalanya dan berangkat sama - sama.
Rifki mengusap paha Naura pelan namun dengan segera Naura tepis.
__ADS_1
"Kenapa? Bukan nya masih halal." Ucap Rifki.
"Maaf." Ucap Naura.
"Nanti malam Kakak menginap sama kamu."
"Iya" Ucap Naura singkat.
"Kamu mau nggak nanti pulang kantor kita jalan dulu." Ajak Rifki.
"Maaf kak, Ay sudah terlalu lama di tinggal." Ucap Naura.
Rifki pun berubah menjadi datar, senyumannya yang tadi terukir kini hilang.
Mobil pun sampai di depan kantor Naura, tanpa basa basi Naura pun turun dari mobil Rifki.
"Hi... masih sama - sama?" Tanya Liliana.
" Dia jemput saya." Jawab Naura.
" Ehm... dapat Salam dari Bang Aldi." Bisik Liliana.
" Saya lama nggak dengar kabar dia, bagaimana kabar nya?" Tanya Naura.
" Alhamdulillah baik, setelah terakhir kalian teleponan dia nggak hubungi kamu lagi?" Jawab Liliana kembali bertanya.
"Dia akan datang saat Saya sama Kak Rifki sudah resmi cerai." Ucap Naura.
" Kamu serius minta pisah?" Tanya Liliana.
******
" Put, tengok Malik ada sama Bunda. Kamu nggak kangen sama Malik?" Ucap Rifki.
" Malas."Ucap Putri.
"Put Malik anak kamu, lahir dari rahim kamu. Tengok dia, sudah umur 3 bulan dia sangat lucu. Apa kamu nggak ingin menggendong Malik." Ucap Rifki.
" Kak, bawel banget sih masalah Malik. Nanti juga kalau Saya ingin ketemu Malik pasti kesana."
" Ok Put, kalau kamu seperti itu. Saya Talak kamu hari ini." Ucap Rifki dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari arah Putri.
" Apa kakak bilang? Talak. " Ucap Putri kaget.
" Mulai hari ini Saya Talak 3 kamu, dan kamu bukan istri Saya lagi." Ucap Rifki.
" Dasar.. pria nggak tahu diri...!!! " Teriak Putri.
Buughh
Buuughh
Putri memukuli Rifki dengan kedua tangan nya bahkan menendang hingga menampar namun Rifki tetap diam tak membalas.
" Saya benci... !!! "
__ADS_1
" Saya harap kamu sadar dengan cara seperti ini. Malik Saya yang akan rawat, untuk biaya biar Saya yang nanggung. Kalau rasa kamu sudah berubah, Saya perbolehkan kamu untuk menemui Malik.
*****
" Eh ada Bang Aldi, apa kabar bang?" Tanya Naura saat bertemu Aldi di tempat Dani.
"Alhamdulillah sehat, kamu tambah cantik saja." Puji Aldi.
" Sudah ngobrol nya, kamu masuk Naura bawa Ay tidurkan di kamar." Ucap Dani menyuruh Naura Masuk.
" Kenapa Abang begitu? Saya kan masih ingin dekat sama Naura." Ucap Aldi.
"Ingat Aldi, Naura masih istri Rifki. Mana ada sih seorang kakak yang nggak mau adiknya bahagia. Pasti ingin bahagia, dan ini juga buat yang terbaik untuk dia dan ke depan nya." Ucap Dani.
"Saya tahu Bang." Ucap Aldi.
"Kalau kamu mencintai adik Saya, jangan berdoa mereka bercerai, berdoa lah mereka bahagia. Kalau Naura itu jodoh kamu tanpa di harapkan dia akan mendekati kamu sendiri." Ucap Dani kembali.
******
Aaaarrrrggghhh
Praaaanggg
Praaaanngggg
"Putri hentikan stop Putri...!!! " Teriak Ibu Luna saat melihat anak nya membanting semua yang ada di dalam kamar.
"Saya nggak mau di cerai kan Bunda, ini tidak adil bagi saya." Ucap Putri yang sudah acak - acak an.
Mungkin Rifki sedang emosi sayang, Rifki hanya bercanda." Ucap Ibu Luna menenangkan Putri.
"Nggak Bunda, Kak Rifki nggak pernah bercanda. Apa yang dia katakan pasti serius, kini Saya bukan lagi istri nya Bunda." Ucap Putri lantas menangis.
Hiks... hiks.. hiks.....
******
"Ay nambah gemuk Naura." Ucap Rena.
"Iya mba, Ay lahap susunya. Apalagi sekarang usia nya 3 bulan sudah tambah berat saja badanya." Ucap Naura.
"Naura, ini mamah buat kan baju untuk Ay." Ucap Ibu Lisa
Naura pun membeber pakaian yang di berikan oleh Ibu Lisa dengan langsung menempelkan pada Ay di atas tubuh nya.
"Mamah ini lucu banget, makasih Mah."
"Sama - sama sayang."
********
"Jadi kamu sudah cerai kan Putri." Ucap Pak Rahmat.
"Iya Ayah, yang Saya harus pertahankan adalah Naura bukan Putri. Buat apa wanita seperti Putri bersanding dengan Saya, dia hanya mementingkan diri sendiri tanpa mementingkan Malik." Ucap Rifki.
__ADS_1