Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati

Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati
Lepaskan saya


__ADS_3

Braaaakkkkkk


" Naura kamu nggak sopan." Bentak Ibu Luna.


" Mana anak Tante yang suka rela menyerahkan pada suami sepupunya." Bentak Naura.


" Maksud kamu apa sih Naura? " Ucap Ibu Luna.


" Tante nggak usah polos deh, Tante juga tahu kan apa yang di lakukan suami Saya sama Putri."


" Oh itu, kenapa memangnya? Toh suka sama suka."


" Tante, sadar bukan begini caranya. Anak Tante memisahkan hubungan suami istri sepupu nya. Kalau itu di posisi tante, Saya merebut om Rahmat dari Tante, apakah Tante nggak marah?" Ucap Naura yang sudah berkaca - kaca.


" Eh.. ada istri tua, apa kabar sebentar lagi kita akan berbagi suami." Ucap Putri sambil berjalan keluar dari kamar nya


Plaaaakkkk


Plaaaakkkk


Awww


" Sakit....!!! " Ucap Putri memegang kedua pipinya.


Plaaaakkkk


Plaaaakkkk


" Enak? " Ucap Tante Luna saat menampar kedua pipi Naura.


" Kalian itu terlalu, dan kamu juga Putri kamu tega lakukan itu." Ucap Naura.


" Kenapa? Sekarang kak Rifki sudah berada di tangan Saya. Pernikahan kami akan segera berlangsung." Ucap Putri dengan perasaan menang.


" Ingat cara yang kamu dapat kan itu adalah kotor, dan ingat semuanya tidak akan pernah lama. Ingat itu ucapan saya. "


******


Rifki mencoba menghubungi Naura namun tak kunjung di angkat, hingga berkali - kali.


" Kamu kemana sih yank." Ucap Rifki cemas karena Naura pergi sejak Pagi hingga menjelang sore tak juga kembali.


Rifki pun lantas dengan segera mengendarai Mobil nya untuk mencari Naura.


****


" Mana Naura? " Tanya Ibu Yuli.


" Naura, Naura sedang ada acara Mah." Jawab Rifki bohong.


" Bagaimana kandungan nya? " Tanya Ibu Yuli.


" Alhamdulilah sehat Mah." Jawab Rifki.


" Mamah minta, bahagia kan Naura. Walau Saya melarang untuk bersama kamu dia sudah memilih apa yang dia pilih. Mamah minta jangan sakit Naura, dia sangat mencintai kamu."


" Rifki akan bahagia kan Naura Mah."


" Jadi kamu tidak kemari, dan kamu pun menyembunyikan masalah kita." Ucap Rifki dalam hati.

__ADS_1


*******


Rifki berhenti tepat di depan rumah Kakak ipar nya, dan dengan ragu Rifki pun turun dari mobilnya untuk memasuki rumah Dani.


Tok... Tok...


" Assalamualaikum." Sapa Rifki.


Ceklek


" Walaikumsalam." Balas seorang wanita paruh baya membuka pintu.


" Mah." Ucap Rifki mencium punggung tangan Ibu Lisa.


" Walaikumsalam." Balas Ibu Lisa.


" Naura mana?" Tanya Ibu Lisa.


" Ehm.. Naura, sedang ada janji sama temannya." Jawab Rifki kembali bohong.


" Masuk yuk." Ajak Ibu Lisa.


Terlihat Dani dan Rena sedang bercanda dengan kedua anak nya, Rifki pun langsung mendekati mereka.


" Loh Naura Mana? " Tanya Rena.


" Sedang ada acara mba sama teman - teman nya." Jawab Rifki.


" Kalian nggak sedang berantem kan? " Ucap Dani.


" Nggak Bang masa berantem." Ucap Rifki.


" Sebenarnya kamu kemana sih Naura? " Ucap Rifki dalam hati nya.


*****


Sebuah mata menangkap wanita yang sangat dia kenal, Aldi pun berjalan mendekati Naura saat terlihat duduk sendiri di sebuah taman yang menghadap ke arah Danau.


" Sendiri saja." Ucap Aldi sambil duduk di samping Naura.


" Kamu!! " Ucap Naura.


" Kalau punya masalah jangan di pendam sendiri, bisa sakit nantinya." Ucap Aldi.


" Sok tahu."


" Saya sudah mengenal lama suami kamu, bagaimana sikap nya."


Naura menatap ke arah Aldi yang terus memandang lurus.


******


" Terima kasih sudah mengantar pulang." Ucap Naura saat berada di dalam Mobil Milik Aldi.


" Sama - sama, kalau butuh teman curhat kamu bisa curhat sama saya."


" Terima kasih Bang, saya lebih suka memendam nya."


" Masuk lah, itu motor suami kamu ada di luar." Ucap Aldi.

__ADS_1


" Saya turun Bang, makasih."


Aldi menatap punggung Naura yang berjalan memasuki gerbang nya.


" Saya akan membantu Naura keluar dari kehidupan kamu, Saya tidak ingin melihat wanita secantik Naura akan berakhir tragis seperti Melati. " Ucap Aldi dalam hati nya.


Ceklek


Naura membuka pintu dan terlihat Rifki sudah berdiri tepat di depan pintu.


" Dari Mana kamu sama Aldi? " Tanya Rifki dengan nada sedikit tinggi, saat tahu Naura pulang bersama Aldi.


" Apa urusan nya sama Kakak." Jawab Naura melewati Rifki.


Awww


" Kamu berani melawan sama suami kamu? " Bentak Rifki saat menarik tangan Naura.


" Mau Saya pergi sama siapa saja itu urusan Saya, buat apa Saya menghormati suami kalau suaminya saja seperti ini." Ucap Naura sambil melepaskan pegangan tangan Rifki.


" Saya mencari kamu dari rumah mamah sampai rumah Bang Dani, tapi kamu tidak ada."


" Dalam masalah besar ini, Saya tidak akan pernah lari ke mereka. Saya pendam masalah ini, Saya rahasiakan ini pada keluarga Saya, biar Saya yang merasakan nya. Mereka tak perlu tahu, mereka akan tahu setelah nanti kita bercerai."


" Saya tidak akan menceraikan kamu."


" Saya akan gugat sendiri."


Naura berjalan meninggalkan Rifki untuk memasuki kamarnya, Rifki pun mengikuti Naura yang sedang menumpuk bantal dan selimut.


" Tidur lah di kamar sebelah, Saya sudah tidak Mau di sentuh lagi sama kakak. Sementara sampai anak ini lahir Saya akan tinggal disini, setelah itu Saya akan angkat kami dari rumah ini." Ucap Naura sambil menyerahkan bantal serta selimut pada Rifki.


******


" Jangan kamu dekati Naura." Ucap Rifki pada Aldi.


" Kenapa? Kamu takut Naura jatuh ke tangan saya." Ucap Aldi.


" Saya tahu maksud kamu dekati Naura, kamu akan balas rasa sakit hati kamu pada Saya melalui Naura."


" Dulu kamu merebut Melati dari Saya, hingga dia campakkan Saya, apa salah nya Saya akan dekati Naura di saat kalian sedang memiliki masalah."


" Sok tahu kamu dan asal kamu ingat, Saya tidak pernah merebut Melati dari kamu. Saya hanya mencintai istri Saya, dan asal kamu tahu kepergian Melati mengakhiri hidup nya bukan karena cinta nya di tolak oleh Saya, kamu tidak tahu apa - apa Aldi."


" Benar kah? Buktinya apa chat mesra kalian berdua. Saya masih menyimpannya."


" Itu bukan Saya, kamu salah paham selama ini. Tolong kamu jangan bawa - bawa Naura dalam masalah ini."


" Saya akan tetap berada di belakang Naura, Saya tahu bagaimana rasanya di sakiti. Kamu tahu istri kamu menangis, menahan sakit. Kamu bisa buat apa, kamu hanya sudah membuat nya terus menangis."


" Naura bukan Melati."


" Saya akan rebut Naura dari kamu seperti kamu merebut Melati dari saya.'


" Saya tidak pernah merebut Melati dari kamu Aldi, dia datang sendiri pada Saya. Dia mengatakan cinta sama Saya, tapi Saya tak pernah membalas nya. Saya hanya mencintai Naura." Ucap Rifki mengingat nya.


" Saya juga mencintai Melati, setelah kenal kamu Melati lebih memilih dekat sama kamu."


" Karena Melati nyaman Sama Saya, dari pada kamu yang tidak bisa membuat nya nyaman. Kamu paham...!!! " Bentak Rifki.

__ADS_1


__ADS_2