
" Yank, perut nya sakit." Ucap Naura yang masih berbalut selimut.
" Kena Kakak ya terlalu kencang? " Ucap Rifki panik.
" Sakit banget yank." Rengek Naura sambil meremas perutnya yang sakit.
" Kita ke Dokter sekarang, tapi bersihin dulu bekas sisanya."
" Nggak kuat jalan."
" Biar Kakak yang bersihin."
Rifki pun mengangkat tubuh Naura hingga menuju kamar mandi, dan mendudukkan di dalam bathtub.
" Mandi pakai air hangat, biar kakak yang bersihin bekas sisa tadi."
" Bersihin saja ya, jangan minta lagi soalnya perut nya kram kak."
" Iya ini berendam juga nggak lama nggak baik juga kalau lagi kram."
****
Rifki pun membawa Naura ke Dokter spesialis dan Dokter tersebut memeriksa kondisi Naura.
" Bagaimana Dok? Soalnya Saya panik karena habis berhubungan istri Saya kram perut biasanya juga nggak. Makan nya Saya langsung bawa ke Dokter OB- GYN untuk memberikan organ intim istri Saya sama perutnya." Ucap Rifki yang masih panik.
" Ibu Naura terkena kram perut setelah berhubungan bahkan bisa jadi saat or******me.Atau biasa di sebut dysorgamia yaitu kram yang di akibatkan atau rasa sakit saat or*****me maupun setelah nya. Kenapa bisa seperti ini salah satu nya otot tegang atau masalah penyakit lain nya. Tapi saat Saya memeriksa Ibu Naura sehat tidak memiliki penyakit hanya karena tadi yang Saya jelaskan." Ucap Dokter OB - GYN.
" Alhamdulilah, kalau sudah tahu begini hasilnya Saya menjadi lega." Ucap Rifki
" Kalau begitu Saya kasih resepnya dulu ya Pak Bu, untuk Ibu nya nanti istirahat dulu ya Pak jangan dulu di ajak tempur."
" Iya Dok." Ucap Rifki sambil menahan malu.
*****
" Rebahan saja dulu ya, nanti Kakak bikin bubur buat kamu." Ucap Rifki sambil membelai rambut Naura.
" Iya Kak." Ucap Naura.
" Besok jangan dulu masuk kerja, bahaya kalau kram di kantor kambuh."
" Tadi sudah minta surat keterangan dari Dokter kan? "
" Sudah, nanti besok Kakak kasih suratnya."
Rifki pun menuju ke dapur membuat bubur ala - ala Rifki, dengan bahan - bahan yang sudah tersedia.
Setelah selesai bikin bubur, Rifki membawa nya ke kamar, terlihat Naura yang tengah berbaring sambil menonton tv yang berada di kamar.
" Makan dulu buburnya." Rifki duduk di Sisi tempat tidur, dan Naura pun bangun serta duduk bersandar di kepala ranjang.
" Pelan - pelan makan nya, masih panas." Ucap Rifki sambil menyuapi Naura.
" Bubur nya asin." Ucap Naura.
" Masa sih." Rifki mencoba bubur buatannya dan ternyata memang benar asin.
__ADS_1
" Maaf Yank, Kakak beli saja ya bubur nya."
" Nggak usah kak ini saja, kakak kan sudah susah payah bikin buburnya."
" Tapi ini asin sayang."
" Nggak apa - apa, Naura suka kok."
" Tapi Yank."
" Sudah nggak apa - apa." Ucap Naura mengambil alih mangkok yang berada di tangan Rifki.
********
" Terima kasih ya mba, tolong sampai kan kalau istri Saya sedang sakit." Ucap Rifki pada resepsionis di tempat kantor Naura.
" Baik Pak nanti Saya akan sampai kan." Ucap nya.
Rifki pun beranjak pergi meninggalkan kantor Naura, dan Resepsionis tersebut saling berbisik.
" Eh.. memang nya Ibu Naura sudah menikah ya? "
" Dengar - dengar sih begitu, tapi kenapa nggak undang kita - kita ya? "
" Jangan kan kita, teman - teman lain juga sama. Satu gedung disini nggak ada yang di. undang. "
Saat Rifki sudah berada di pintu keluar, Putri menghampirinya.
" Kak kok ada disini? Mana Naura kok nggak masuk dia hari ini? " Tanya Putri.
" Naura sakit, dia nggak bisa masuk hari ini." Jawab Rifki.
" Capek saja." Jawab Rifki
" Kak, kenapa sih nggak pulang ke rumah? Kasihan Tante sama Om."
" Karena Saya sudah mengambil keputusan." Ucap Rifki.
" Keputusan apa kak? Keputusan yang salah." Ucap Putri.
" Saya rasa keputusan yang kami ambil tidak salah, karena mereka lah yang menganggap salah karena tak menyukai hubungan kami."
" Kak, Saya suka sama Kakak, Saya mencintai kakak."
" Kamu boleh mencintai Saya, kamu boleh menyukai Saya tapi rasa itu hanya sekedar tidak lebih."
" Apakah tidak ada celah sedikit pun untuk Saya? "
" Maaf hati Saya hanya untuk Naura, yang kini menjadi istri saya."
******
" Bu makan dulu." Ucap Yanti sambil menaruh sepiring nasi dengan lauknya.
" Saya masih tidak terima dengan ini semua, benar - benar semua nya tega sama Saya. Anak sendiri saja lebih memilih hidup dengan pria yang sudah jelas keluarga nya selalu menginjak - injak Saya. Sama hal nya Ayu dan Anas meraka juga tega sama saya." Ucap Ibu Yuli kesal.
" Yang sabar Bu, suatu saat pasti yang Ibu rasakan akan mereka rasakan juga."
__ADS_1
" Yanti, kamu harus bantu saya, tanpa dia usaha kita akan maju. Dan untuk dua keluarga itu akan dapat balasan nya." Ucap Ibu Yuli geram.
*****
Naura berjalan ke arah dapur mencari makanan di dalam kulkas, Naura pun mengambil buah apel merah yang ada di dalam kulkas lalu memakannya.
Saat sedang makan buah Apel, terdengar suara motor Rifki yang baru pulang Dinas. Naura pun langsung menuju ke arah pintu depan dan menyambut suami nya yang baru datang.
" Sayang." Sapa Naura yang langsung mencium punggung tangan nya, lalu Rifki mencium bibir serta kening Naura.
" Kram perut nya bagaimana sudah mendingan? " Tanya Rifki sambil mengusap perut Naura.
" Sudah sayang, udah nggak kencang lagi." Jawab Naura.
" Mau langsung makan atau mandi? "
" Mandi saja dulu, memang masak? " Ucap Rifki sambil melepaskan seragam nya.
" nggak sih, inI juga baru bangun."
" Obatnya sudah di minum? "
" Sudah." Ucap Naura.
" Yank, mau di masakin apa? " Tanya Naura.
" Nggak usah nanti kakak saja yang masak, kamu istirahat saja." Jawab Rifki sambil berjalan menuju kamar Mandi.
" Tapi Yank."
" Sudah nggak apa - apa, duduk santai saja Yank rebahan." Teriak Rifki.
" Ya sudah."
*****
" Mau makan sama - sama nggak? " Tanya Rifki.
Naura melihat suami nya masak tumis kangkung, goreng tempe dan sambal teri.
" Asin lagi nggak? " Tanya Naura yang ragu pada masakan suami nya.
" Di jamin endolita." Jawab Rifki.
Naura pun mengambil kan nasi dan lauknya untuk Rifki dan dirinya, saat Naura coba satu sendok rasa masih normal, hingga sendok kedua dan ketiga rasa pun tak berubah.
" Gimana nggak asin kan? " Ucap Rifki.
" Iya kak enak loh nggak kayak waktu bubur kemarin asin." Ucap Naura.
" Jelas enak dong, gini - gini suami kamu pintar masak."
" Masak sendiri, muji sendiri ya kak."
" Ya terus siapa lagi yang akan memuji kalau bukan diri sendiri."
" Benar - benar." Ucap Naura sambil terus makan masakan suami nya.
__ADS_1
" Habis kan masakan kakak di atas meja, jangan ada sisa." Ucap Rifki.