Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati

Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati
Berkumpul Kembali


__ADS_3

"Kondisi Malik bagaimana? " Rifki masuk ke kamar rawat Malik dengan duduk di kursi roda yang di dorong Dani.


"Alhamdulillah, Malik sudah kelihatan membaik. Tuh lihat Malik tersenyum. " Tunjuk Ibu Astri.


Rifki tersenyum lalu mengangkat tubuh Malik duduk di pangkuan nya.


"Papah kangen kamu sayang." Ucap Rifki mencium kedua pipi Malik.


Naura tersenyum melihat kedua kesayangan nya kembali, terlihat Rifki memeluk Malik dengan kasih sayang.


"Kalau sudah tahu kejadian nya seperti ini, jangan lagi - lagi kalian berikan Malik sama Putri. Dia itu nggak pantas untuk di katakan sebagai seorang Ibu. " Ucap Dani.


"Nggak Bang, saya nggak akan dengar kan ucapan nya." Ucap Rifki.


*****


" Kakak bisa kok naik ke atas tempat tidur nya." Ucap Rifki setelah kembali kamar mandi dengan langkah yang masih tertatih.


"Maaf kan Naura ya kak, sekarang Naura nggak bisa apa - apa. Seperti Naura nggak berguna sekarang. " Ucap Naura menunduk sambil meremas kedua pahanya.


Rifki kembali menurunkan kedua kakinya dan berjongkok berhadapan dengan Naura.


"Sayang, kamu jangan bicara seperti itu. Kamu tetap istri yang sempurna bagi Kakak. Walau kedua kaki kamu sudah tidak bisa di gerak kan, Kakak yang akan menjadi kedua kaki untuk kamu."


"Terima kasih kak, maaf ya kalau Naura tidak seperti dulu lagi."


"Ssssttt.. kamu jangan bicara seperti itu." Rifki mencium kening Naura lalu beralih mencium bibir Naura dengan saling berbalas ciuman.


*******


"Sekarang bapak sudah bisa pulang, nanti jangan lupa cek up minggu depan ya pak. " Ucap Dokter saat setelah memeriksa kondisi. Rifki.


"Baik Dokter. " Ucap Rifki.


"Kepala nya sudah tidak merasakan sakit lagi kan? " Tanya Dokter.


"Nggak Dokter, kemarin - kemarin masih suka pusing tapi sekarang sudah tidak." Jawab Rifki.


"Ok kalau begitu nanti saya tuliskan resep nya dan segera urus administrasinya. "


"Baik Dokter, terima kasih. " Ucap Ibu Astri.


"Alhamdulillah, kamu sudah bisa pulang hari ini. " Ucap Ibu Astri kembali setelah Dokter keluar dari kamar rawat Rifki.


"Bund, kasih tahu Naura jangan kemari lagi. " Ucap Rifki.


"Nanti Bunda kirim chat ke dia, setelah itu Bunda urus dulu administrasinya."


" Iya Bunda."


*****


"Tante Astri. " Ibu Astri menoleh ke arah seorang pria yang kini berdiri di samping nya dengan pakaian Dinas ASN.


"Kamu? " Ucap Tante Astri sambil mengingat.


"Saya kemal Tante, tetangga depan rumah tante Luna dulu yang sering main sama Putri."


"Masya Allah ini kamu? Sekarang Dinas dimana? "

__ADS_1


"Saya di Perhutani Tante, sama Papah. Tapi Papah sudah pensiun setahun yang lalu tinggal Mamah tahun depan. "


"Sekarang sama siapa kesini? " Tanya Ibu Astri.


"Saya mengantar istri Saya program hamil." Jawab Kemal.


"Sudah berapa tahun menikah? "


"Sudah 3 tahun, Setelah keguguran istri saya sampai sekarang belum hamil lagi. "


"Tante lama baru ketemu kamu, semoga cepat di beri momongan. "


"Amin, saya ikut istri, baru saja pindah kemari satu bulan. Karena istri di angkat jadi ASN di sini, jadi saya ikut kemari juga. Oh iya Tante siapa yang sakit? "


"Rifki habis kecelakaan, tapi sekarang sudah boleh pulang. "


"Oh syukurlah, Salam Tante buat Rifki. "


"Nanti Tante sampai kan, kalau pindah kemari main ke rumah. "


" Siap Tante, boleh minta nomernya Rifki? "


*****


"Papah kangen sama Ay sama Malik."


Rifki memeluk kedua anak nya dengan sangat sayang dan kangen setelah 2 minggu tidak berkumpul.


Naura yang di bantu Dani turun dari kursi roda dengan di angkat tubuh nya duduk di sofa.


"Makasih Bang. "


"Naura, Rifki Mamah tetap tinggal sama kalian nggak apa - apa kan? Mamah ingin membantu merawat Ay sama Malik. Dengan kondisi Naura seperti ini Mamah nggak tega, apa lagi kalau suruh pembantu berat kerja nya. Jadi pembantu rumah tangga khusus masak sama bersih - bersih, biar Mamah bantu Naura asuh Malik sama Ay. " Ucap Ibu Lisa.


"Saya malah berterima kasih sama Mamah, maaf kalau merepotkan." Ucap Rifki.


"Nggak Mamah nggak merasakan di repot kan. "


"Makasih Mah. " Ucap Naura.


*****


Rifki mencium kening Naura saat bersama - sama berbaring di atas tempat tidur, tangan Rifki yang sudah memberikan sentuhan berbeda pada Naura hingga Naura beberapa kali menepis tangan nakalnya.


"Kenapa? Nggak mau? "


"Bukan begitu kak, baru saja tadi siang pulang dari rumah sakit sudah ingin melakukan hal ekstrim. "


"Hal ekstrim? "


"Iya, ini menjurus ke hal ekstrim. Nggak mau, pokoknya puasa dulu sampai benar - benar pulih."


Rifki menjatuhkan kepalanya di dada Naura, hingga terasa gerakan geli akibat bulu tipis dari dagu nya.


"Iya deh puasa. "


"Anak pintar." Ucap Naura sambil mengelus kepala Rifki.


*****

__ADS_1


"SAH."


Putri mencium tangan Noval yang kini resmi menjadi istri nya walau menikah secara agama.


Terlihat Ibu Luna dan Pak Rahmat tersenyum senang memiliki besan seorang pejabat, namun kedua besan nya tidak hadir.


"Selamat menempuh hidup baru sayang, semoga sakinah, mawadah dan warohmah. " Ucap Ibu Luna.


"Jaga Putri nak Noval, terima kasih sudah menjadi kan Putri istri nak Noval." Ucap Pak Rahmat.


"Iya Pak, dan setelah ini saya ingin membawa Putri ke tempat saya. " Ucap Noval.


"Sekarang? " Ucap Ibu Luna.


"Iya sekarang. "Ucap Noval.


"Mas kok baru bilang? " Ucap Putri.


"Kejutan." Ucap Noval.


*****


"Rifki, apa kabar? "


Rifki membuka pesan masuk dengan nomer asing.


"Pesan dari siapa kok nggak di balas? " Tanya Naura.


"Biar saja lah,nggak jelas juga siapa. " Jawab Rifki.


"Siapa tahu penting. "


"Hanya bilang apa kabar. "


"Cewek? "


"Mana kakak tahu makan nya nggak balas, paling juga si Putri dengan segala caranya."


Ting


Naura membuka pesan char group keluarga, terlihat Putri dan Noval bersanding di pelaminan.


Uhuk... uhuk.. uhuk..


Naura langsung minum segelas air putih yang ada di meja nya.


"Kenapa Yank? " Tanya Rifki panik.


"Lihat kak. " Jawab Putri langsung menunjukkan chat di ponsel nya.


"Noval sama Putri menikah? "


"Mas Noval menikah sama Putri, apa nggak salah Kak? " Ucap Naura.


"Nggak salah, nggak ada yang salah kalau sudah jodoh. " Ucap Rifki.


" Tapi dari beberapa photo Tante Ayu dan suaminya kok nggak ada ya? "


"Barang kali nggak ke photo. "

__ADS_1


"Nggak Kak, ini nggak ada. "


__ADS_2