
Putri menatap kesal ke arah Naura yang sedari tadi makan tak berhenti - henti sambil jari tangan sebelah kanan terus menari - nari di laptop.
Hingga terlihat satu kresek makanan ludes seketika, dan dengan sengaja Putri menaruh tumpukan berkas di atas meja Naura.
" Apa ini? " Tanya Naura yang masih terus mengunyah.
" Bantu beres kan berkas laporan saya." Jawab Putri.
" Kamu nggak lihat apa? Kerja an saya belum selesai . Leger belum saya input semuanya kamu sudah nambah beban." Ucap Naura kesal.
" Kamu kerja nambah beban, sedang kan kamu kerja sambil makan." Ucap Putri kesal.
" Terus masalah nya apa? Suka - suka saya dong, yang penting kerja an saya kelar. Lagian repot amat mengurusi saya." Ucap Naura kesal.
" Ada apa sih? " Tanya Liliana sambil mengambil tumpukan berkas di atas meja Naura yang tadi Putri taroh.
" Ini si Naura makan sambil kerja, Saya laporin kamu." Ucap Putri.
" Sudah jangan ribut, kalau Pak Willy tahu bisa marah berantem di ruang kerja." Ucap Liliana menengahi.
" Lagian kamu Putri, Ini berkas sudah selesai kenapa kamu nggak cepat di serahkan sama saya? " Ucap Liliana.
" Saya kan minta cek ulang." Ucap Putri yang langsung dapat lirikan dari Naura dan Liliana.
*****
" Tuh orang kenapa sih? " Tanya Liliana.
" Kalau Saya boleh cerita sama kamu, Saya akan cerita." Jawab Naura.
" Apa sih? "
" Kita ini memang sahabatan plus sepupu tapi semuanya palsu. Dia bisa berubah sekarang, karena dia kan di jodoh kan sama suami Saya, nah suami Saya kan memang nggak cinta sama dia, hanya cinta sama Saya. Dia kebakaran jenggot Saat tahu kami menikah. Kenapa kami menikah nggak undang - undang, karena ini lah masalah nya, kami sama - sama tidak di restui."
" Jadi kamu juga di jodoh kan sama Pak Noval." Ucap Liliana.
" Iya benar, kedua orang tua kami sudah punya pilihan masing - masing."
" Jadi, Astaga..!!! " Ucap Liliana sambil menutup mulutnya.
" Kenapa? " Ucap Naura.
" Gembar gempor di kantor pacar dia Dinas di Kodim maksud nya suami kamu? "
" Benar, suami Saya. Nggak malu ya? " Ucap Naura.
" Saya mah malu asli, tahu seperti itu."
" Makan nya dia kayak gitu kebanyakan halu."
" By the way kamu dari tadi ngunyah terus, pantas Putri kesal." Ucap Liliana sambil tersenyum.
" Saya sedang hamil, belum tahu berapa usia kandungan nya baru nanti sore pulang dari sini sama suami cek."
__ADS_1
" Alhamdulilah selamat ya say, mending usia segini makan terus."
" Sekarang makan, nanti kalau sore Saya bisa muntah - muntah. Kayak gitu di waktu pagi sama sore, ya begini Alhamdulilah bisa makan semuanya."
" Syukur deh kalau begitu, kamu nya juga kan enak kerja juga nggak keganggu."
" Iya nggak terlalu parah banget."
" Eh kembali sama Putri, kamu kan pacaran sama suami nih 15 tahun, berarti dia juga pasti sudah lama dong suka nya? "
" Bisa jadi, saat ini dia belum memperlihatkan bentuk aslinya."
" Wah berarti sahabat ingin nusuk dari belakang malah dia yang tertusuk."
" Ya begitu, sama hal nya Mas Noval. Mulutnya sama saja kayak Putri."
" Kenapa nggak sama Putri saja ya padahal sudah jelas lah siapa dia dan anak siapa."
" Kan suka nya sama Saya bukan sama Putri."
" Kalau seperti ini kamu harus hati - hati sama Putri."
*****
" Eh.. ngomong apa saja kamu sama Naura? " Tanya putri pada Liliana.
" Kepo..!!! " Ucap Liliana.
" Kamu harus tahu, kenapa Naura ngemil terus. Dia itu sedang hamil, jadi kamu harap mengerti." Ucap Liliana.
" Apa!!! Hamil? "
" Iya hamil, kenapa? Kamu harus menerima kenyataan kalau kamu nggak bisa bersanding sama suami nya Naura."
" Dia cerita sama kamu? "
" Iya dia cerita, dia juga ingin kami tahu kalau kamu hanya mengaku - aku, dan asal kamu harus tahu. Kamu itu sepupu nya dan sahabatnya seharusnya kamu itu paham mana yang baik dan buruk. Dan kamu harus ingat, Naura itu dengan suami nya saling mencintai, coba kalau kamu di posisi Naura, apakah kamu mau suami kamu ada yang berusaha merebut."
*****
" Alhamdulilah Pak Bu, usia kandungannya masuk 3 minggu. Masih sangat rentan nih, jadi harus di jaga. Jangan capek - capek." Ucap Dokter kandungan.
" Untuk kondisi nya bagaimana Dok? " Tanya Rifki.
" Alhamdulilah aman Pak untuk ibu dan calon bayinya. Saya kasih resep nya dulu ada vitamin yang harus Ibu minum. Nanti bulan depan bisa datang kemari, kalau ada keluhan lain bisa datang kemari." Jawab Dokter kandungan.
" Terima kasih Dok." Ucap Naura.
******
Rifki mengusap perut Naura yang masih rata, sesekali mencium perut nya.
" Rasanya bagaimana Yank sudah mau jadi calon bapak? " Tanya Naura sambil membelai rambut Rifki.
__ADS_1
" Rasanya itu sangat tak bisa di katakan dengan kata - kata." Jawab Rifki.
" Yank."
" Iya kenapa? "
" Kita akan punya anak, mereka akan berubah nggak ya? "
" Kita coba saja, besok kita ke rumah Mamah ya. Kakak kan belum ke rumah Mamah kamu."
" Mudah - mudahan Mamah tidak berkata yang tidak - tidak sama Kakak."
" Kalau pun bicara yang tidak - tidak, telinga kakak sudah kebal yank, jadi nggak bakalan di masukan ke hati."
*****
" Kenapa kamu makan di acak - acak begitu? " Tanya Ibu Luna.
" Bete." Jawab Putri.
" Kamu bete kenapa? " Tanya Pak Rahmat.
" Bagaimana nggak bete, Naura sekarang hamil Bunda Ayah." Jawab Putri kembali.
" Hamil!!! " Ucap Ibu Luna.
" Iya hamil, seharusnya yang hamil itu Putri bukan dia. Dan seharusnya yang jadi istri nya juga Putri bukan Naura."
" Sayang, Bunda juga kalau sudah begini nggak bisa untuk pisahkan mereka. Apalagi sudah hamil."
" Bunda, apa Bunda lupa masalah perjodohan itu? Apa tidak bisa di lanjutkan? " Ucap Naura.
" Sayang, bagaimana mau lanjut. Sedang kan Naura saja hamil." Ucap Pak Rahmat.
" Lagian kenapa harus sepupu saya yang jadi saingan jadi kesannya gimana gitu." Ucap Putri.
" Kamu sabar ya sayang, sekarang kamu belajar ikhlas." Ucap Ibu Luna.
*****
" Mah." Naura dan Rifki mencium punggung tangan Ibu Yuli. Sedang kan Ibu Yuli hanya menatap tak suka akan kehadiran menantu nya.
" Kenapa kamu kemari bawa suami kamu?" Ucap Ibu Yuli.
" Kan silahturahmi." Ucap Naura.
" Kamu sudah bisa bahagia kan anak saya dengan apa kamu? " Tanya Ibu Yuli pada Rifki.
" Mungkin saat ini hanya cinta, tapi tenang saja anak Mamah sama saya tidak kekurangan sekecil apapun."
" Cih... benarkah? Kalau kamu sampai berani menyakiti hati anak saya, sebagai Mamah nya akan melalukan sesuatu untuk memisahkan kalian." Ucap Ibu Yuli.
" Mamah tidak Kan pernah bisa memisahkan kami, karena saat ini saya sedang mengandung anak Kak Rifki."
__ADS_1