
"Alhamdulillah kamu sadar nak. " Ibu Astri memeluk tubuh Rifki dengan penuh haru.
"Ayah sudah down bahkan Bunda kamu juga hingga istri kamu, saat kamu tidak juga sadarkan diri. " Ucap Pak Ilham.
Rifki tersenyum ke arah kedua orang tua nya, bahkan ke arah Naura yang kini duduk di atas kursi roda nya.
"Anak - anak mana? " Tanya Rifki pelan.
"Ay sama Mamah, Malik setelah di bawa sama Putri kami tidak tahu karena ponsel mereka semuanya memblokir kontak kami." Jawab Naura.
"Saya ingin bertemu sama anak - anak. "Ucap Rifki pelan.
" Nanti saya hubungi mamah. "
Niken pun dengan ponsel nya menghubungi Ibu Lisa untuk membawa Ay ke rumah sakit.
"Hallo Mah. "
"Iya Naura. " Ucap Ibu Lisa dari seberang
"Mah, Kak Rifki sudah sadar. Bawa Ay kemari ya. "
"Baik nanti Mamah kesana sekarang."
Naura menutup panggilan nya, dan mengusap punggung tangan suami nya.
*******
Rifki tersenyum melihat Ay yang aktif , setelah satu minggu koma rasa rindu Rifki pada Ay terobati, bahkan bisa memandang wajah istrinya lagi.
"Ay nggak nakal kan Mah? " Tanya Rifki.
"Nggak Rifki, Ay nggak nakal dan nggak rewel. Malah menurut sama Mamah. Mungkin dia tahu kalau Mamah Papah nya sedang sakit." Jawab Ibu Lisa.
"Malik bagaimana? "
"Sudah Rifki, Malik sama Mamah nya kamu nggak usah banyak pikiran. Malik pasti baik - baik saja dalam asuhan nya. " Ucap Ibu Astri.
"Rifki ingin bertemu sama Malik, kalau bisa Malik di bawa kemari lagi jangan di asuh sama Putri. "
"Kak, biar kan saja Malik sama Mamah nya. Dia juga harus dekat sama Mamah nya. Kita nggak boleh egois." Ucap Naura.
__ADS_1
"Yank, Kakak ingin kamu merawat Malik. Rawat dia seperti anak kamu sendiri, bagaimana pun Malik secara hukum anak kamu, Putri tidak akan pernah Sayang sama Malik. Dia nggak pernah tulus, apalagi kondisi Malik seperti itu. "
"Nanti akan kami jemput Malik. " Ucap Naura.
******
"Apa kabar kawan, bagaimana kondisi sekarang? " Tanya Aldi.
"Alhamdulillah . " Jawab Rifki.
"Bang, saat dengar kabar Abang kecelakaan Saya itu sampai nggak bisa tidur, apalagi tahu Abang koma hal - hal di pikiran Saya itu berterbangan." Ucap Arya.
"Saya juga saat koma, sempat berada di suatu tempat yang sepi berjalan beralas kaki entah kemana. Ada satu titik cahaya dimana ada satu pintu besar, namun saat akan pergi kesana ada suara tapi nggak ada wujud nya. Suara itu bilang, kembali jangan masuk ke pintu itu, kamu belum waktu nya. Terus suara itu hilang dan kaki terasa di dorong untuk berjalan ke belakang. " Ucap Rifki.
"Itu Artinya Allah memberikan kehidupan yang kedua. " Ucap Aldi.
"Benar Bang Allah memberikan kesempatan hidup untuk Abang. Karena pasti doa istri sholehah akan di kabulkan." Ucap Arya.
"Iya benar."
*******
"Enak? " Tanya Naura saat menyuapi bubur untuk Rifki.
"Kan belum sembuh total." Ucap Naura.
"Yank, kondisi kamu sekarang? "
"Ini musibah kak, Naura ikhlas dengan kondisi kaki lumpuh sekarang. Naura akan meminta pensiun dini saja, dengan kondisi seperti ini nggak mau merepotkan orang - orang di sana.Dan mungkin ini akan merepotkan bagi kakak. "
Rifki menggeleng kan kepala, dengan mengusap pipi sebelah kanan Naura.
"Kakak nggak akan pernah repot, suami itu harus menerima kondisi istri. Cinta kakak bukan pada fisik kamu, Cinta kakak itu pada hati kamu. Kakak malah ber terima kasih sudah memberikan kesempatan untuk kakak jadi suami yang lebih baik lagi."
******
"Ya Allah ini Malik kenapa demam begini? " Ucap Ibu Astri saat ingin menjemput Malik yang berada di gendongan baby sister nya.
"Maaf Bu, Malik nggak cocok sama ASI nya. Saya bingung jadi Saya paksa kasih sufor dia muntah jadi hanya air putih. " Ucap Baby Sister.
"Astaghfirulah, sekarang mana nyonya muda sama nyonya tua yang sudah hilang akal itu?" Tanya Ibu Astri.
__ADS_1
"Mereka pergi sejak pagi, seperti nya Ibu Luna menyusul Bapak ke luar kota. Kalau Ibu Luna seperti nya pergi dengan pacar nya."
"Bund, kelakuan mantan menantu idaman." Ucap Pak Ilham.
"Mantan menantu idaman Papah juga. " Ucap Ibu Astri kesal.
"Kami akan bawa Malik , tolong kamu kemasi pakai Malik." Ucap Pak Ilham.
"Tapi Pak Bu, Saya nggak bisa menyerahkan Malik nanti Ibu marah. " Ucap Baby Sister.
"Kami ini kakek Nenek nya, bukan orang asing jadi sekarang kamu kemasi barang - barang Malik. " Ucap Pak Ilham.
"Tapi Pak Bu. " Ucap Baby Sister.
"Kamu mau melihat cucu kami sekarat di sini? Dan lihat cucu kami matanya satu, badan demam kamu mau Saya jeblosin juga ikut sama kedua majikan kamu karena menelantarkan anak di bawah umur. " Ancam Ibu Astri.
"Tidak Bu, jangan. "
"Ya sudah cepat kemasi semua, untuk masalah majikan kamu itu urusan kami."
******
"Ya Allah Ayah Bunda, kondisi Malik kenapa begini? Sampai datang - datang langsung di kasih tindakan sama Dokter. " Ucap Naura sambil menangis.
"Sabar Nak, Malik akan baik - baik saja. Dokter akan kasih obat untuk Malik. " Ucap Pak Ilham.
"Saya menyesal sudah memberikan Malik pada Putri. " Ucap Naura.
"Kalau mereka marah dan mengambil paksa kembali, Kita tuntut saja mereka ke komnas perlindungan anak." Ucap Ibu Astri.
******
"Kalau kamu ingin menikah dengan Saya, dan mau jadi istri Saya kamu tinggal kan anak kamu. Dan jangan meminta hak apa pun sama mantan suami kamu dengan alasan anak. "
"Iya Mas, Saya akan turuti apa kata kamu."
"Bagus, karena kedua orang tua Saya tidak ingin masa lalu kamu itu terbawa ke kehidupan kita. "
"Saya janji Mas Saya akan tutup masa lalu saya, Saya akan lakukan apa pun demi kamu."
"Bagus, kalau begini kan Saya makin Cinta sama kamu."
__ADS_1
Putri memeluk tubuh Noval dengan membenamkan wajah nya di dada Noval. Terlihat wajah bahagia pada Putri, dan terlihat Noval pun membelai sayang Putri yang menjadi kekasihnya.