Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati

Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati
Awal Masalah


__ADS_3

" Kak, kamu ini kenapa sih? Kalau ada masalah bilang jangan diam dan dingin sama saya." Bentak Naura yang sudah mulai emosi.


Rifki hanya diam dan terus menghisap rokoknya di depan Naura. Saking kesal nya Naura mengambil rokok yang sedang di hisap oleh Rifki dan mematahkan rokok tersebut dan yang berada di dalam bungkusnya di masukan ke dalam wastafel.


" Saya sedang hamil,menghembuskan asap rokok di depan Saya. Dari tadi saya emosi kak, saya marah. Kamu diam begitu saja, seolah sudah tak peduli lagi sama Saya, salah Saya apa hah.. jawab kak... jawab." Ucap Naura yang semakin emosi.


" Maaf kan Kakak." Ucap Rifki.


" Cerita kak sama Saya cerita, ada apa? " Ucap Naura.


" Saya bukan pria sejati, Saya bukan pria yang kamu selama ini puja. Saya pria brengsek." Ucap Rifki.


" Masalah apa sebenarnya? Cerita yang jelas."


Rifki menatap ke arah Naura dengan mata yang berkaca - kaca, dan memegang kedua tangan Naura.


" Saya sudah nggak pantas di sebut suami yang bertanggung jawab, Saya sudah nggak pantas bersanding di samping kamu. "


Rifki meneteskan air matanya, dan terus menatap ke arah Naura.


" Jelas kan kak."


" Saya kotor di depan kamu, Saya kotor."


" Maksud Kakak apa? " Tanya Naura.


Flashback On


" Terima kasih kak." Ucap Putri.


" Sama - sama." Ucap Rifki.


" Ehm.. kak katanya Mau makan? Makan dulu yuk." Ajak Putri.


" Nggak usah Put terima kasih."


" Ayolah kak, nggak apa - apa. sebagai ucapan terima kasih."


" Makasih banyak, Saya takut Naura sudah keluar."


" Ayolah kak, sebagai ucapan terima kasih saja."


Rifki terdiam sejenak lantas menganggukkan kepala nya.


" Baiklah."


Rifki pun masuk kedalam rumah Putri yang nampak begitu sangat sepi.


" Pada kemana Put? " Tanya Rifki.


" Oh mereka pergi, kalau pembantu sore pulang karena punya anak Kecil." Jawab Putri dari arah dapur.


" Kak, makan dulu yuk sama - sama. Kebetulan Saya juga lapar." Ucap Putri.


Rifki pun makan bersama Putri, namun saat setelah minum karena serat Rifki tampak gerah dan seperti ada sesuatu di dalam tubuh nya.


" Kakak kenapa? " Tanya Putri.


" Kok kayak aneh begini." Jawab Rifki.


" Aneh kenapa? " Tanya Putri.


" Ac rumah jalan nggak sih? " Tanya Rifki.

__ADS_1


" Jalan, mau kakak tambah volume nya? " Jawab Putri.


" Boleh."


Putri berjalan mengambil remote ac dan menaikkan volume nya.


Putri mendekat ke arah Rifki, membelai tengkuk lehernya, dan Rifki segera menghindar.


" Sedang apa kamu? " Tanya Rifki.


" Mau Saya bantu nggak kak? " Tanya Putri yang meraba tubuh Rifki, dan Rifki merasakan sensasi yang sangat berbeda.


" Ka - kamu kasih apa sama Saya? " Ucap Rifki.


" Ayolah lah kak, Saya juga bisa membuat kakak melayang seperti Naura. Kakak juga tertarik kan bila melihat ini." Ucap Putri yang sudah membuka kancing nya dengan memperlihatkan dua benda miliknya di depan Rifki.


" Kamu g*****la Putri." Bentak Rifki yang semakin menahan rasa yang tak terkendali.


" Ayolah kak, kita senang - senang." Putri mendekati Rifki dengan mengusap bibirnya.


" Put tolong Put." Ucap Rifki yang sudah tak terkontrol dan terus menahan apa yang dirinya rasa kan.


Putri menarik tengkuk leher Rifki dan mencium nya, entah seperti tak sadar Rifki membalas nya hingga membawa Putri masuk kedalam kamarnya.


Suasana kamar Putri sudah tak terkendali, hingga mereka sama - sama saling menikmati.


****


" Putri....!!! " Teriak Ibu Luna.


Putri dan Rifki pun kaget terbangun saat Ibu Luna melihat kedua nya tidur bersama dengan hanya berbalut selimut.


" Putri, apa yang kamu lakukan? " Ucap Rifki kaget dengan keadaan dirinya.


" Kakak bilang apa yang kakak lakukan, kakak sudah merusak masa depan saya." Ucap Putri.


*****


" Tante nggak Mau tahu, kamu nikahi Putri." Ucap Ibu Luna.


" Maaf Tante, Saya punya istri dan tidak mungkin Saya menikah lagi."Ucap Rifki.


" Kamu pikir anak Saya barang apa, kamu nggak mikir kalau anak Saya hamil bagaimana hah? " Bentak Ibu Luna.


" Tapi Tante, bukan salah Saya. Putri memasukan sesuatu pada Saya hingga Saya tak terkontrol." Ucap Rifki.


" Tante nggak mau tahu, kamu nikahi Putri." Ucap Ibu Luna.


" Saya rela kak jadi istri ke 2."


Flashback Off


Arrrrrgghhh


Prang...


Prang...


Naura terus melemparkan apa saja yang ada di dekat nya yang dirinya lemparkan pada Rifki.


" Maaf kan Kakak Naura."


" Kamu jahat Kak.... jahat... hiks.. hiks.. " Teriak. Naura sambil terisak.

__ADS_1


" Maaf."


Hiks... Hiks.. hiks...


" Kenapa kamu tega kak... kenapa.. hiks.. hiks.. "


" Maaf kan suami kamu yang sekarang kotor."


Hiks.. hiks.. hiks...


" Saya sedang hamil kak, Saya hamil anak kamu."


" Kakak akan selalu ada buat kamu, dan anak kita." Ucap Rifki mencoba merangkul tubuh Naura namun di tepisnya.


" Saya tidak Mau di sentuh oleh Kakak, Saya jijik." Bentak Naura sambil memegang perut nya.


Awwwa


" Yank." Ucap Rifki panik sambil mencoba mengusap perut Naura namun di tepisnya kembali.


" Saya nggak Mau di sentuh sama Kakak, Saya nggak mau dekat sama Kakak." Ucap Naura sedikit menjauh dengan semakin memegang perut nya.


******


Naura mengunci pintu kamarnya di dalam kamar Naura terus menangis sambil memegang perut nya.


Sedangkan Rifki bersandar di depan pintu kamarnya.


" Maaf kan Kakak Naura, Kakak salah. Sudah membawa orang ketiga di rumah tangga kita."


Naura yang mendengar nya hanya semakin terisak, dengan perut yang semakin kencang.


*****


Naura membuka pintu kamarnya dan terlihat Rifki tertidur di lantai tepat depan kamarnya. Naura semakin sesak melihat suaminya, dengan masih menahan tangis dan mata yang semakin sembab Naura melewati suaminya yang tertidur di lantai.


Sambil menangis, Naura masih tetap menjalankan tugas nya, membuat sarapan untuk suaminya.


Hiks.. hiks.. hiks..


Naura terus memasak sambil menangis, dan sesekali mengusap perut nya.


Tiba - tiba sebuah tangan melingkar di perut nya dan memeluk tubuh nya dari belakang.


" Maaf kan Kakak, sekali lagi maaf kan suami kamu."


" Lepaskan Saya kak."


" Kakak mohon, jangan menyuruh kakak melepaskan ini."


" Kakak bilang kakak kotor, memang kini kakak kotor. Saya tidak Mau kak, ternoda oleh pengkhianatan."


" Kamu harus ingat ada calon anak kita yang akan lahir nanti."


" Saya tidak akan pernah menutup siapa Ayah nya, tapi maaf kan Saya sudah nggak respon lagi sama kakak." Ucap Naura sambil melepaskan paksa tangan kekar yang melingkar nya.


" Maksud kamu? " Tanya Rifki.


" Saya minta cerai." Jawab Naura.


" Kakak nggak akan cerai kan kamu, kakak akan tinggal kan Putri. Setelah kejadian itu Kakak akan pergi jauh - jauh dari nya. "


" Bagaimana kalau Putri hamil? "

__ADS_1


" Nggak mungkin."


" Bisa saja kak, bisa saja terjadi. Jujur Saya nggak sanggup menghadapi masalah ini. Jujur memang hubungan kita tak bisa bersatu."


__ADS_2