
Naura tersenyum saat motor nya berbelok ke arah kantor bersamaan dengan Rifki. Naura pun memarkirkan motor nya seperti biasa, dan saat akan melangkah Putri menarik lengan Naura.
Awwwwww
" Sakit Putri." Ucap Naura sambil memegang lengan nya.
" Kemarin tiga hari pergi bersama Kak Rifki kan? Katakan benar kan? " Ucap Putri.
" Sekarang selama bertahun - tahun sahabatan keluar juga ya wujud asli kamu. Nggak menyangka kamu sepupu yang jahat." Ucap Naura.
" Kenapa baru sadar? "
" Katanya nggak perduli sama masalah orang tua kita, sekarang kok kamu kayak nya benci banget sama Saya, kalau boleh tahu kenapa ya?"
" Tinggal kan Kak Rifki, dia itu akan jadi milik saya."
" Oh.. milik kamu, apakah yakin dia akan menjadi milik kamu? "
" Nih lihat!! " Naura membuka dua kancing tepat memperlihatkan banyak tanda merah.
Mata Putri menatap tak percaya saat melihat apa yang ada di balik seragam yang Naura pakai.
" Jadi kamu sudah bisa menilai kan tiga hari kemarin kita ngapain saja." Ucap Naura lantas pergi meninggalkan Putri begitu saja.
Aaaarrrrrgggh
" Naura....!!! "
*****
Naura pergi ke depan gerbang kantor, terlihat motor Rifki sudah berada tepat di depan nya.
" Mau makan siang dimana? " Tanya Rifki.
" Kalau pulang ke rumah telat nggak? " Tanya Naura.
" Kita sebentar Yank, makan di tempat biasa saja bagaimana? "
" Ya sudah."
Saat hendak jalan, Noval datang dan langsung menarik paksa Naura.
" Apaan sih Mas, malu - maluin." Ucap Naura kesal.
" Kamu yang kenapa, kamu kenapa jalan sama dia? Kamu itu calon istri Saya." Bentak Noval.
" Mas malu di lihat orang, kamu nggak takut ada wartawan." Ucap Naura.
" Kalau kamu malu, ikut sama saya." Ucap Noval.
" Hey.. sama perempuan jangan kasar begitu, kamu nggak ada hak membawa Naura." Ucap Rifki.
" Kamu apa nya? Hanya pacar. Saya calon suami nya." Ucap Noval mendorong Rifki ke belakang.
" Sekali lagi kamu paksa Naura, kamu berhadapan dengan Saya." Ucap Rifki mendorong balik Noval.
" Stop..!!! Kalian nggak malu apa, lihat semua pada lihatin.Mas lebih baik Mas pergi sekarang, dan Saya mau pergi sama Kak Rifki. Tolong ya Saya malu." Ucap Naura yang menarik tangan Rifki ke arah motor nya.
" Saya akan adukan ke Tante Yuli." Teriak Noval.
*****
" Kamu nggak apa - apa kan Yank? " Tanya Rifki sambil memegang lengan Naura.
" Nggak apa - apa kak." Jawab Naura.
" Kasar banget dia, apakah pria yang seperti itu Mamah kamu pilih kan untuk kamu." ucap Rifki.
__ADS_1
" Seperti nya Mamah tetap pada keinginannya, kemarin Mamah bilang misal benar kita terjadi menikah tetap tak merestui nya. "
Rifki meremas jemari Naura, dan menatap lekat kedua Mata istri nya.
" Bagaimana pun itu resiko kita sayang, suami kamu akan tetap bersama kamu, kita akan selalu bersama."
Makanan yang mereka pesan pun datang, sebuah menu nasi padang yang mereka pesan.
******
" Apa..!!! Jadi Naura lebih memilih pergi dengan Rifki di bandingkan sama kamu." Ucap Ibu Yuli marah.
" Benar Tante, Naura lebih memilih pergi dengan dia." Ucap Noval.
" Sekarang Naura pun belum pulang, jangan - jangan dia pergi sama Rifki."
" Coba Tante hubungi Naura." Ucap Noval.
Ibu Yuli mencoba menghubungi Naura namun tak kunjung di jawab, hingga berkali - kali pun tak kunjung di jawab.
" Anak itu sudah membantah perintah." Geram Ibu Yuli.
" Tante harus lakukan sesuatu." Ucap Noval.
******
" Yank... ampun...!!! " Ucap Naura sambil tertawa dan sedikit me******h saat tangan nakal Rifki terus bermain di tempat favorite nya karena Naura sudah berkali - kali mencapai puncak.
" Nggak , kakak nggak akan lepasin kamu."
" Ampun kak.....aaahhhhh."
Naura kembali pelepasan, terlihat senyum dari Rifki saat membuat Naura semakin terbang.
" Ampun? "
" Ampun yank, capek."
Naura pun mengangguk kan kepalanya, dan Rifki siap mengarahkan senjatanya tepat pada titik sasaran.
Gerakan Rifki yang awalnya pelan semakin cepat, hingga kembali berkali - kali Naura mencapai puncak. Hingga Rifki pun sudah di ambang pintu yang akan menumpahkan lahar nya.
Aaaarrrrrgggh
Rifki ambruk di atas tubuh Naura, dengan nafas yang sama - sama naik turun.
" Capek." Ucap Naura.
Rifki mencium kening Naura dan beralih dari atas tubuhnya.
" Tidur sebentar, nanti kita pulang habis maghrib." Ucap Rifki.
Naura pun memejamkan matanya begitu pun dengan Rifki memejamkan matanya saling berpelukan dalam satu selimut.
******
" Kemana kamu Naura." Ucap Ibu Yuli berdiri di depan teras rumah nya.
Saat hendak masuk Naura pun datang dan langsung menyalami Mamah nya.
" Sini kamu." Ucap Ibu Yuli menyeret tangan Naura masuk kedalam rumah nya.
" Mamah sakit tahu." Ucap Naura.
" Kamu benar - benar ya menolak Noval dan lebih memilih pergi sama Rifki."
" Memang apa salah nya sih Mah, kalau Naura memilih pergi sama Kak Rifki. Naura lebih memilih Rifki dari pada Mas Noval."
__ADS_1
Plaaaakkk
" Mamah menampar Naura? " Ucap Naura memegang pipi nya.
" Kamu kenapa sih tidak pernah menurut apa kata Mamah, kenapa kamu lebih memilih anak dari orang yang menyakiti hati Mamah." Ucap Ibu Yuli.
" Mah kami saling mencintai, apa Mamah tega memisahkan kami."
" Naura, bagaimana kamu perjuangkan cinta kamu. Keluarga nya tidak akan pernah menerima kamu."
" Naura akan tetap bersama Kak Rifki Mah, hanya maut yang akan memisahkan Naura."
" Nggak Mamah nggak setuju, kamu harus tinggal kan Rifki. Mamah tidak mau kamu sakit hati suatu saat nanti."
" Mamah, Naura sudah menikah sama Kak Rifki."
" Apa...!!! "
Naura melepaskan kedua kancing seragam nya dan memperlihatkan beberapa tanda merah yang masih baru dan beberapa sudah memudar.
" Ini buktinya Mah, kalau Saya sudah menikah."
" Naura...!!! '
Plaaaakkk
Plaaaakkk
" Kamu benar - benar Naura...!!! " Bentak Ibu Yuli yang terus memukul Naura hingga menarik rambut nya.
Hiks... hiks... hiks...
" Ampun Mah hiks... hiks... jangan terus pukul Naura."
Ibu Yuli menangis hingga memegang dadanya.
" Maaf kan Naura Mah, hiks.. hiks... kami lakukan ini karena kami saling mencintai." Ucap Naura sambil bersujud di depan Ibu Yuli.
" Mamah kecewa sama kamu Naura, benar - benar kecewa." Ucap Ibu Yuli.
*****
Tok... Tok..
Ceklek
" Naura!!! "
" Tante."
" Ada apa kamu kemari? "
" Saya.. "
" Naura? " Ucap Rifki.
Rifki berjalan mendekati dan melihat Naura dengan mata yang sembab dan sedikit acak - acak kan dengan membawa sebuah koper.
" Mamah mengusir Saya kak." Ucap Naura.
" Terus, kalau Yuli mengusir kamu kenapa larinya kesini? " Ucap Ibu Astri.
" Kenapa bisa sampai di usir? " Tanya Rifki.
" Saya berkata jujur sama Mamah, kalau Saya ini sudah menikah sama Kakak." Jawab Naura.
" Apa...!!! Ka - kalian menikah? " Ucap Ibu Astri kaget.
__ADS_1
Rifki memegang tangan Naura, dan menatap Ibu Astri yang masih shock.
" Benar Bunda, kami sudah menikah."