
" Rumah tangga kita sebenarnya baik - baik saja, kita bahagia hanya kedua orang tua kita saja Kak seperti ini." Ucap Naura saat setelah kepulangan Ibu Yuli.
" Yang penting kita selalu bersama."
" Saya kira akan hadirnya calon cucu mereka, akan membuat mereka berubah dan bahagia ternyata masih seperti itu."
" Kita sudah melakukan berbagai cara, tapi kita tak bisa berbuat apa - apa. Yang terpenting kita sudah berusaha." Ucap Rifki sambil mendekap tubuh Naura.
" Saya berharap semoga kelak mereka sadar."
" Amin..!! "
******
" Yank hari ini lembur, kemungkinan pulang sore banget deh." Ucap Naura sambil mempoles wajahnya dengan bedak.
" Nanti jam berapa Kakak akan jemput? "
" Sekitar jam berapa ya? " Jawab Naura sambil berpikir.
" Ya sudah nanti kalau sudah selesai kabari saja. Kakak tunggu di kodim saja."
" Ok deh."
*****
" Bro ada kabar nih." Ucap Arya.
" Kabar apa? "
" Kamu tahu nggak kakak ipar kamu sekarang di pindah tugaskan disini."
" Bang Dani? "
" Iya di pindah disini, dan kamu ingat tidak saja Aldi? " Ucap Arya.
" Aldi? Dia kenapa lagi? "
" Kamu bakalan bertemu sama dia lagi."
" Terus memangnya kalau saya bertemu dengan dia lagi kenapa? "
" Kalian katanya sampai sekarang masih musuhan? "
" Kamu tahu masalah saya dengan Aldi? " Tanya Rifki.
" Siapa sih yang tidak kenal Aldi, dia dulu pernah satu Batalyon kan sama kamu." Jawab Arya.
" Iya kenapa masalah saya sama Aldi sampai kamu tahu, kita kan nggak pernah sama - sama, baru sekarang sama - sama."
" Saat saya pernah pernah bertemu dengan Aldi, dia cerita banyak sama saya. Dan berita masalah kamu itu tersebar hingga di group. Saat itu jadi buah bibir, terus kamu pindah tugaskan kemari."
******
" Sudah selesai? " Tanya Liliana.
" Belum sedikit lagi." Jawab Naura.
" Nanti kita sama - sama periksa ini." Ucap Liliana sambil menyerahkan beberapa berkas.
" Li tolong dong minta tanda tangan Pak Setyo." Ucap Naura.
" Iya saya akan minta tanda tangan beliau.' Ucap Liliana.
" Terima kasih."
" Naura, ini bagian kamu yang harus di cek." Ucap Putri.
" Terima kasih." Ucap Naura sambil menerima berkas dari Putri.
__ADS_1
" Saya pamit pulang duluan."
Naura tak menjawab saat Putri pamit namun Naura mendengar hingga Putri mengumpati dirinya.
" Mau pamit mau nggak saya nggak peduli." Ucap Naura.
****
" Yah motor nya kenapa nih? " Ucap Putri turun dari motor nya saat sudah keluar dari pintu gerbang.
Putri pun memeriksa motor nya namun tak tahu apa yang membuat motornya mogok. Saat Putri sedang berdiri di samping motor nya, dia melihat Rifki yang sedang berjalan ke arah Pos.
" Kak Rifki." Teriak Putri dari seberang dan membuat Rifki menoleh ke arah Putri.
Putri melambaikan tangan nya memanggil Rifki untuk mendekat. Rifki pun lalu mendekati Putri dan menatap nya.
" Ada apa? " Tanya Rifki.
" Tolong cek dong motor Putri." Jawab Putri.
" Kenapa? " Tanya Rifki.
" Nggak tahu kenapa, tapi tiba - tiba motor nya mogok." Jawab Putri.
Rifki pun lalu mencoba memeriksa motor milik Putri namun ternyata ada salah satu kabel yang putus dan harus di bawa ke bengkel.
" Ini harus ke bengkel, ada kabel yang putus dan mensti di ganti." Ucap Rifki.
" Jadi bagaimana dong kak, bengkel sudah tutup dan segini." Ucap Putri.
" Kamu panggil tukang bengkel langganan kamu untuk kamu suruh bawa motor nya ke bengkel."
" Nanti saya hubungi."
Putri pun mencoba menghubungi dan di respon nya sedang kan Rifki menemani Putri di pinggir jalan menunggu tukang bengkel langganan nya datang.
" Kamu pulang saja, nanti saya tunggu tukang bengkelnya." Ucap Rifki.
" Nggak, tadi saya mau cari makan sambil jalan kaki."
" Nunggu Naura pulang ya? Dia masih belum selesai karena ini kan akhir bulan."
" Saya tahu." Ucap Rifki.
" Kamu pesan ojol, keburu malam kamu." Ucap Rifki kembali.
Putri pun memesan ojeg online, namun tak ada yang menyangkut.
" Kak, ojeg nya nggak ada yang menyangkut."
" Terus? " Ucap Rifki.
" Antar kan saya dong." Pinta Putri.
" Maaf, saya nggak bisa. Perut saya lapar." Tolak Rifki.
" Please lah masa saya menunggu disini, sebentar lagi malam kak." Rengek Putri.
Rifki pun akhir nya menganggukkan Kepalanya dan berjalan untuk mengambil mobil nya.
Putri pun tersenyum bahagia saat dirinya akan di antar pulang oleh Rifki.
*****
Naura mencoba menghubungi suaminya namun tak kunjung di jawab, Naura pun berjalan menyebrang ke arah Kodim saat bertanya suaminya pergi dan belum kembali.
" Kemana sih? di coba di telepon nggak di angkat." Ucap Naura kesal.
" Naura." Panggil Liliana.
__ADS_1
" Mau pulang ya? " Ucap Naura sambil berjalan mendekat.
" Masih nunggu suami? " Tanya Liliana.
" Iya nih tapi nggak tahu dia kemana, katanya sudah 2 jam pergi." Jawab Naura.
" Ya sudah bareng sama saya."
Naura melihat di dalam mobil terdapat seorang pria yang tanpa tersenyum hanya menatap Naura.
" Pacar? " Bisik Naura ke arah Liliana.
" Dia sepupu saya, besok sudah mulai pindah Dinas tuh bareng sama suami kamu." Ucap Naura.
" Oh."
" Bareng saja, ini sudah malam." Ajak Liliana.
" Ya sudah deh, dari pada lama nunggu nanti saya kasih tahu saja."
Naura pun masuk dan duduk di kursi penumpang paling belakang, dan pria yang di depannya hanya menatap sekilas dari kaca.
" Bang Aldi, dia itu istrinya teman Abang." Ucap Liliana.
" Benar, siapa suami kamu? " Tanya Aldi.
" Rifki." Jawab Naura.
Ciiitttt
" Bang."
" Awwwwa."
Tiba - tiba mobil pun mengerem mendadak.
" Kalau Mau berhenti jangan mendadak begitu dong, ada orang hamil di belakang." Bentak Liliana.
" Maaf tadi perasaan ada kucing menyebrang." Ucap Aldi lantas melanjutkan kembali mobil nya.
" Kamu nggak apa - apa kan? " Tanya Liliana.
" Saya nggak apa - apa." Jawab Naura.
" Maaf Ya." Ucap Aldi dengan nada yang datar.
*****
Mobil pun sampai di depan rumahnya dan terlihat rumah masih gelap dan Rifki berarti masih belum kembali.
" Terima kasih ya." Ucap Naura.
" Sama - sama say." Ucap Putri.
Naura pun turun dari mobil hingga menatap nya sampai tak terlihat.
" Kemana sih Kak Rifki sampai sekarang belum pulang, nggak jelas sekali." Ucap Naura kesal.
*****
Braaakk
Rifki melemparkan kunci mobilnya di atas meja makan, dan langsung membuka kulkasnya menegak air putih dingin dari botol.
Rifki menatap pintu kamarnya dan berjalan menuju ke arah kamar tidurnya.
" Maaf kan saya sayang, hingga kamu pulang sendiri." Ucap Rifki menutup kembali pintu kamar Naura.
****
__ADS_1
" Loh kok kak Rifki tidur di sofa nggak tidur di kamar." Ucap Naura saat keluar kamar nya mendapati. suaminya masih tertidur pulas dengan seragam lengkapnya.
" Yank, bangun sayang. " Naura mengguncang pelan tubuh suaminya yang masih tertidur lelap.