
" Loh kok kamu sudah masuk kantor? " Tanya Ibu Yuli sambil memegang kening Naura yang masih sedikit demam.
" Yang sakit bukan fisik Naura Mah tapi hati Naura." jawab Naura sambil meminum susunya.
" Kamu masih pucat sayang."
" Malas Mah di rumah."
" Nanti mamah hubungi Noval untuk jemput kamu." ucap Ibu Yuli sambil mengambil ponsel nya.
" Nggak usah Mah, Naura ingin naik motor sendiri." ucap Naura.
" Tapi kan? "
" Mah, Naura lagi ingin naik motor sendiri."
" Baik lah kalau kamu memaksa." Ucap Ibu Yuli.
******
" Ayah bagaimana pertunangan mereka minggu depan saja agar bulan depan mereka menikah." ucap Ibu Luna.
" Ayah menuruti apa kata Bunda saja, yang penting Putri bahagia." ucap Pak Rahmat.
" Ya sudah nanti Bunda bicara sama Astri." Ucap Ibu Luna.
" Kalau Putri sih apa kata Ayah sama Bunda saja." ucap Putri sambil tersenyum.
" Karena kamu pantas bersanding sama Rifki sayang." Ucap Ibu Luna.
******
Naura pun mengendarai motornya dan saat melirik di kaca spion terlihat motor Rifki membuntuti nya.
Saat tepat lampu merah berhenti, motor mereka saling bersebelahan.
" Nanti temanin Kakak sarapan." ucap Rifki.
Naura pun menganggukkan kepalanya, dan lampu hijau pun menyala.
*****
" Bang 2 mangkok." ucap Rifki.
" Nggak kak satu mangkok saja kita makan sama - sama." ucap Naura.
" Sarapan belum? " Tanya Rifki.
" Baru susu saja nggak nafsu." jawab Naura.
" Bang satu porsi mangkok di banyakin sedikit." ucap Rifki.
" Baik Pak." ucap Tukang bubur.
" Yank, besok kan libur panjang sabtu, minggu, senin kita jalan - jalan yuk." Ajak Rifki.
" Kemana kak? "
" Ada deh, besok kan hari jadi kita."
" Kok Naura nggak ingat ya kak."
" Makannya Kakak ingatkan."
" Nanti Naura cari cara agar dapat ijin dari mamah."
Bubur pun datang, dan dengan segera Rifki memakan bubur tersebut sambil menyuapi Naura hingga habis satu mangkok.
******
__ADS_1
Motor Naura dan Rifki pun berbelok ke arah masing - masing, dan saat di parkiran motor Putri pun berhenti di tepat di samping Naura.
" Kamu kemana kemarin? "Tanya Putri.
" Peduli apa kamu sama saya." jawab Naura ketus.
" Semua orang cari kamu kemarin." Ucap Putri.
" Kalau saya di temukan sudah tak bernyawa apakah kamu akan memeluk tubuh Saya?"
" Kenapa kamu berkata begitu, saya kan tanya kamu kemana."
" Semalam saya bermalam bersama kak Rifki puas kamu, bahkan kedua orang tuanya pun tahu."
Putri pun mengepalkan kedua tangannya dan berlalu mendahului Naura.
*****
Braaakkkk
" Sayang." Ucap Ibu Luna.
" Sayang kamu kenapa? " Tanya Ibu Astri.
" Tante apa benar, tadi malam Naura sama kak Rifki bermalam bersama? " Tanya Putri.
" Ehmm.. Itu anu." Jawab Ibu Astri bingung.
" Astri katakan apakah yang di katakan anak saya itu benar? " Tanya Ibu Luna.
" Apakah Naura yang bilang? " Tanya Ibu Astri kembali.
" Iya Tante, itu tidak benar kan apa yang di katakan Naura? " Ucap Putri.
" Benar mereka bermalam bersama." Ucap Ibu Astri.
" Dengarkan penjelasan saya dulu, ini tidak seperti yang kalian kira. Kemarin Naura pingsan saat seharian baru kembali dan Naura minta di temani. " Ucap Ibu Astri.
" Apakah kamu yakin mereka tidak melakukan apa - apa? " Tanya Ibu Luna.
" Saya yakin seyakin yakinnya." jawab Ibu Astri.
******
" Mah besok kan libur panjang, saya boleh nggak mau adakan liburan bersama hanya teman satu ruangan saja." Ucap Naura.
" Boleh, mamah ijinkan. Tapi kondisi kamu bagaimana sayang? " Ucap Ibu Yuli.
" Sudah mendingan Mah, lagian Naura jenuh Mah berkutat sama komputer dan berkas yang menumpuk." Ucap Naura.
" Boleh mamah juga ngerti kok, kamu memang harus piknik." Ucap Ibu Yuli sambil tersenyum.
" Makasih Mamah." Ucap Naura sambil setengah memeluk tubuh Mamah nya.
" Tapi kamu ijin dulu sama Noval, bagaimana pun dia kan calon suami kamu." Ucap Ibu Yuli.
" Nggak ah.. Ngapain minta ijin sama dia, suami saja belum." ucap Naura malas.
" Tapi dia calon suami kamu."
" Nggak Mah." Ucap Naura dengan segera beranjak meninggalkan Ibu Yuli.
*******
" Mah Pah, seperti nya bulan depan Noval nggak bisa menikah sama Naura deh."
" Memang kenapa? " Tanya Ibu Ayu penasaran.
" Noval ada study banding di singapura selama dua minggu." jawab Noval.
__ADS_1
" Kita bicarakan sama Yuli Mah." ucap Pak Anas.
" Ya sudah nanti malam Noval kesana sekalian nengok Naura sedang sakit."
" Naura sakit? " Tanya Ibu Ayu.
" Dia pingsan kemarin." Jawab Noval.
" Ya Allah terus sekarang bagaimana kondisinya? "
" Noval belum hubungi dia."
" Kita nanti malam kesana sambil membicarakan masalah ini." Ucap Pak Anas.
******
" Kok nggak kasih kabar sih kalau mau pada kesini." ucap Ibu Yuli saat Pak Anas sekeluarga datang.
" Ini mendadak Yuli dan sengaja biar kamu nggak repot - repot menyiapkan segala sesuatu." ucap Pak Anas.
" Benar Yuli, kita nggak mau merepotkan kamu." Ucap Ibu Ayu.
" Hanya minuman sama kue saja." ucap Ibu Yuli.
" Katanya Naura sakit? " Tanya Pak Anas.
" Benar kemarin sempat pingsan, tapi tadi pagi sudah dinas." jawab Ibu Yuli.
" Loh kok tidak kasih tahu Noval Tante, kan bisa Noval jemput." Ucap Noval.
" Naura nggak mau." ucap Ibu Yuli.
Naura pun menuruni anak tangga dan mencium punggung tangan Ibu Yuli dan Pak Anas setelah mendengar dari kamarnya suara mereka.
" Naura kenapa pagi nggak minta Mas jemput? " Tanya Noval.
" Saya nggak mau merepotkan Mas Noval." jawab Naura.
" Nggak apa - apa, Mas kan calon suami kamu." Ucap Noval.
" Begini Tante, kami datang kemari ada sesuatu hal yang harus di bicarakan sama Tante dan Naura. Untuk pernikahan Noval sama Naura. Tidak bisa di laksanakan bulan depan, karena selama dua minggu Noval harus pergi ke singapura untuk Study banding." Ucap Noval.
" Terus pernikahan nya kapan? " Tanya Ibu Yuli.
" Hanya mundur tanggal nya saja sepulang Noval dari singapura." jawab Ibu Ayu.
" Nggak masalah kan Naura? " Tahyay Noval.
" Nggak masalah Mas." Jawab Naura sambil tersenyun.
" Syukurlah kalau begitu." ucap Noval.
*****
" Libur panjang mau kemana? " Tanya Noval.
" Ada acara sama teman - teman mau liburan." jawab Naura.
" Oh.. Kirain nggak ada acara Mas ingin ajak kamu jalan - jalan."
" Sayangnya sudah telat."
" Naura, Mas ini sangat mencintai kamu. Bukalah hati kamu untuk Mas, lupakan Rifki."
Naura menoleh ke arah Noval dan memalingkan kembali wajah nya.
" Sampai kapan pun saya akan terus mencintai Kak Rifki. Di hati saya hanya ada dia tidak ada pria lain. Dari Sini sudah paham kan." Ucap Naura kesal.
" Apa hebat nya sih dia? sampai kamu tak ingin berpaling dari dia."
__ADS_1