Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati

Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati
Kesadaran


__ADS_3

" Saya banyakin stok nya untuk Malik, nanti kalau Malik ada sesuatu di pencernaan nya kakak kasih tahu barangkali Saya salah makan. " Ucap Naura sambil memasukan satu persatu ASI nya yang sudah di kemas.


Rifki terus menatap Naura yang sibuk berjalan kesana kemari karena Naura tahu suaminya sedang memperhatikan nya terus.


Hingga saat berjalan mendekati Rifki, dengan segara tangan Naura di tariknya hingga menabrak dada bidang milik Rifki. Di tariknya tengkuk leher Naura dan di tempelkan nya bibir nya ke bibir Naura.


Mecoba untuk mencium dan ******* bibir Naura tapi tetap diam tak membalas.Hingga Rifki menggigit bibir bawah Naura sehingga membuat Naura membuka mulutnya.


Dengan kedua tangan besarnya Rifki menangkup kedua pipi Naura hingga di dorong pelan punggung Naura menempel pada Sisi meja makan.


Naura pun lama - lama menikmati nya hingga membalas apa yang di beri kan Rifki yang sudah lama tak merasakan nya.


Saat merasakan sesak, Naura mendorong tubuh suaminya menjauh dengan kasar.


" Jangan lakukan lagi Kak." Ucap Naura sambil mengelap bibir nya dengan punggung tangan nya.


" Kenapa? Bukan nya tadi kamu mengimbanginya? " Tanya Rifki.


" Saya katakan, jangan ulangi ya jangan, bisa nggak sih jangan memancing." Jawab Naura kesal sambil berjalan melewati Rifki.


Rifki tersenyum saat melihat tingkah Naura yang langsung masuk kedalam kamar nya.


*****


" Rifki, istri kamu nggak menanyai anak nya sih? Ini Malik bagaimana keadaannya chat saja nggak. " Ucap Ibu Astri sambil memberikan ASI dalam botol pada Malik.


" Bunda, sekarang Bunda tahu kan mana menantu yang baik, mana menantu yang tulus dan mana menantu yang tidak beradab. Dari Malik kita bisa melihat nya, Bunda bisa buka mata sekarang. Naura yang note bane nya selalu di sakiti hingga Mamah Yuli. Apa yang di lakukan untuk Malik. Bunda, sudah saat nya Bunda menerima Naura, Rifki lebih mencintai Naura walau hubungan dengan Putri tak di ingin kan , Rifki sayang pada Malik, bagaimana caranya bisa hadirnya Malik, Rifki tetap akan menjaga dan melindungi malik." Ucap Rifki.


" Maaf kan Bunda Rifki, maaf kan Bunda. Jujur hati kecil Bunda merasakan bersalah saat apa yang kami lakukan pada Yuli, seharusnya Bunda nggak seperti itu apa yang di lakukan kedua orang tua Bunda. Harta tak akan habis hanya untuk memberikan makan bagi Yuli dan Ibu nya. Bunda menyesal hingga dia seperti itu, padahal Yuli itu nggak jahat, sama seperti Naura yang tidak tahu apa - apa." ucap Ibu Astri berkaca - kaca.


*****


" Putri...!!! "


" Putri...!!! "


Suara pak Rahmat menggelegar hingga seisi rumah dan Ibu Luna hanya diam.

__ADS_1


" Ada apa Ayah teriak - teriak, kayak di hutan saja. " Ucap Putri.


" Apa ini? " Bentak Pak Rahmat.


Ibu Luna menatap tajam ke arah Putri dengan tatapan yang marah seperti Pak Rahmat.


" Ini SK pensiun dini saya." Ucap Putri.


" Kamu kenapa pensiun dini? Mau kerja apa. hah..? Tanya Ibu Luna.


" Gara - gara menikah dengan kak Rifki pangkat sama golongan Saya di turun kan. Mutasi nya Saya itu karena memang berhubungan."Ucap Putri.


" Kenapa kamu nggak bilang sama Ayah, seharusnya. kamu cerita sama Ayah biar Ayah kasih tahu Noval untuk membantu." Ucap pak Rahmat.


" Mas Noval juga tahu masalah ini, di mana dia juga mengurus berkas milik Naura untuk mutasi tapi mutasi nya di tolak malah Saya yang di ACC yang tak tahu menahu." Ucap Putri.


" Ini sungguh tidak adil. " Ucap Pak Rahmat.


" Saya lebih memilih pensiun dini dari pada turun pangkat. " Ucap Putri.


" Kenapa nggak laporkan saja pada Ayu, dia kan dekat sama yang di atas. Kita bikin Naura juga sama seperti anak kita. " Ucap Ibu Luna.


" Bunda, Putri ini kena tindakan disipilin, dan yang di atas pun tahu. Hanya saja mereka tidak memperpanjang masalah ini, karena mereka melihat Naura. " Ucap Putri.


" Memang nya Naura punya peran apa sih? Sehingga para pejabat mendukung dia." Ucap Ibu Luna merasakan sangat kesal.


*****


Naura bersama Ay bermain di atas karpet tebal, Ay pun merespon Mamah nya setiap mengajaknya bercanda.


Hari - hari Naura selalu ceria setelah kehadiran Ay bahkan masalah nya pun sedikit terlupakan.


" Mba, pampers nya Ay habis. " Ucap Yanti.


" Beli saja, nanti Saya ambil uang nya." Ucap Naura beranjak ke kamar nya.


Yanti pun berganti menjaga Ay yang sedang tersenyum sendiri, Naura pun datang dan memberikan beberapa lembar uang merah pada Yanti.

__ADS_1


" Kalau begitu saya ke mini market dulu."


" Tolong sekalian beli cemilan buat stok kalau Papah nya Ay nginap disini. "


" Baik mba. "


******


" Ayah, bagaimana kalau kita menengok cucu kita. " Ucap Ibu Astri.


" Maksud Bunda menengok anak nya Naura? " Tanya Pak Ilham.


" Benar Ayah, coba lihat si Putri dan Luna menelantarkan Malik. Apa mereka punya akhlak? Naura yang bukan Ibu kandung nya ikhlas memberikan ASI untuk Malik. " Ucap Ibu Astri.


" Apakah Naura akan memaafkan kita Bunda, setelah apa yang kita lakukan pada Yuli. "


" Dan Ayah, anak kita pun akan bercerai dengan Naura. anak kita nya tidak mau tapi Naura yang memaksa. "


" Kita sebagai orang tua harus bisa membantu mereka bersatu bund."


" Benar Ayah, karena kita mereka seperti ini jadi kita harus bertanggung jawab juga atas apa yang terjadi pada mereka. "


*****


" Jadi kamu pensiun dini? " Tanya Rifki pada Putri.


" Iya Saya begini karena Naura." Jawab Putri kesal.


" Put, Naura tidak tahu apa - apa masalah penurunan pangkat kamu. Ini juga hasil perbuatan kamu, seharusnya kamu sadar. Dan kamu sampai sekarang apa tidak kangen sama Malik? sudah mau 30 hari usia Malik kamu hanya sekali menyentuhnya. " Ucap Rifki.


" Kak, Saya itu merasakan nggak adil. Kakak juga nggak adil sama Saya, kakak ingat semenjak kita menikah apakah pernah kakak menyentuh Saya kembali? apa lagi sekarang Saya sudah nggak bakalan bisa punya anak, mungkin kakak akan lebih sangat jauh lagi sama saya." Ucap Putri.


" Put, ini semua karena kamu. Asal kamu tahu Cinta yang di paksa itu nggak enak. Apa lagi kamu memaksa Saya untuk mencintai kamu. Asal kamu tahu, walau hadirnya Malik Saya belum punya sedikit rasa sama kamu, bahkan secuil pun tidak ada. Apalagi sekarang sikap kamu pada Malik, Saya tahu sekarang. Kamu bukan orang yang tulus kamu hanya terobsesi keinginan kamu yang sangat besar tidak memikirkan ke bahagia an ke depan nya."


" Lama - lama seperti ini Saya nggak tahan."


" Baik kalau kamu nggak tahan, ini yang Saya tunggu keluar dari mulut kamu." Bentak Rifki.

__ADS_1


__ADS_2