
" Li, Naura itu menurut kamu bagaimana di kantornya? " Tanya Aldi.
" Abang ngapain tanya teman Saya? " Tanya Liliana kembali.
" Bukan apa - apa Li, hanya tanya saja masa nggak boleh." Jawab Aldi.
" Asik orang nya, baik juga. Nggak kayak Putri sepupu nya musuh di balik selimut." Ucap Liliana.
" Di kantor hubungan mereka bagaimana? "
" Ya renggang saat sudah tahu kedoknya sih, nggak kayak dulu."
" Kok ada ya manusia seperti itu." Ucap Aldi.
" Ngomong - ngomong Abang kok tiba - tiba tanya Naura sih? Jangan bilang suka sama istri orang." Ucap Liliana.
" Kamu ingat Melati? " Tanya Aldi.
" Ingat, mantan Abang yang meninggal dunia dengan mengakhiri hidup nya menegak racun serangga." Jawab Liliana.
" Dia depresi karena Rifki, dia mencintai Rifki namun tak terbalas. Demi Rifki dia mencampakan Saya sampai dia mengakhiri hidup nya."
" Maksud nya suami Naura itu yang di sukai Melati? "
" Iya, sampai sekarang Saya masih tidak terima. Dan Saya akan rebut Naura dari Rifki, seperti Melati berpaling dari saya."
" Bang , jangan macam - macam. Bang Rifki itu nggak salah. Disini yang salah mantan Abang, dan Bang Aldi akan merebut Naura begitu saja, jangan ngaco Bang."
" Kamu sebenarnya tidak tahu apa yang terjadi pada Naura. Saya rebut Naura dari Rifki bukan semata masalah yang dulu, Saya harus bawa keluar Naura dari dia. "
" Jangan - jangan bukan alasan tentang Melati, tapi Abang suka sama Naura."
" Intinya apa yang sekarang sedang terjadi pada Rifki dan Naura Saya akan masuk sebagai orang ketiga, seperti Melati suatu saat Naura meninggalkan Rifki."
" Saya masih tidak mengerti." Ucap Liliana.
******
Ibu Lisa Memeluk tubuh Naura, yang saat ini sedang berada di kamar nya. Ibu Yuli meninggalkan mereka berdua di kamar.
" Mamah tahu kabar dari Dani sayang, Mamah sangat perihatin sama kamu."
" Mungkin takdir Naura seperti ini Mah, Naura ikhlas Mah ikhlas walau sakit."
__ADS_1
" Mamah percaya sama Rifki, ini semua tidak ingin terjadi. Cinta Rifki hanya sama kamu, bagaimana dulu dia datang meminta ijin menikah sama Dani."
" Tapi sekarang Kak Rifki bukan Milik Naura sendiri, sekarang malah harus berbagi dengan Putri."
" Kamu harus kuat, jangan terpuruk. Kamu harus yakin karma akan berlaku pada orang yang sudah menyakiti kita."
Apakah Mamah Lisa juga sama seperti itu pada Mamah? Mungkin sekarang Mamah sedang merasakan apa yang Mamah lakukan pada Mamah Lisa. Semuanya inti masalah ini pada Mamah sehingga Saya dan Kak Rifki jadi kena imbasnya. "
" Mamah dulu iya begitu, tapi Mamah sekarang sudah ikhlas menerima takdir Mamah. sekarang Mamah bahagia dengan apa yang Mamah jalani, jadi kamu harus kuat, harus tegar bila suatu saat kamu akan seperti Mamah. Dan ingat anak tidak salah tidak tahu apa - apa, hanya orang tua nya yang bermasalah bukan anak. "
" Tapi tetap bagi Saya, masalah ini Saya kena imbasnya." Ucap Naura.
" Ingat masalah kamu jangan bawa - bawa anak yang lahir dari rahim kamu maupun Putri, mereka tidak tahu apa - apa dan jangan ajarkan anak untuk memusuhi saudara satu darah tapi berbeda."
******
" Makan nak, Mamah buatkan sarapan untuk kamu." Ucap Ibu Yuli.
" Makasih Mah." Ucap Naura yang memakan sarapan nya.
Naura terus menatap layar ponsel dengan hati berharap sebuah notifikasi pesan masuk yang dirinya tunggu - tunggu.
" Mamah ingin setelah anak kamu lahir, kamu urus perceraian kamu." Ucap Ibu Yuli.
" Mamah nggak Mau kamu selalu tersiksa bathin nya."
Naura meletakkan sendok nya dan menatap Mamah nya.
" Kalau saja Mamah saat dulu tidak di pertemukan dengan mereka mungkin hidup Saya nggak seperti ini. Dan kenapa Mamah identik sebagai pelakor, kenapa juga Kakek Saya itu pencuri. Kenapa juga Nenek saya dulu Mau menerima semua fasilitas cuma - cuma sampai Mamah juga di sekolah kan hingga di kuliah kan. Sehingga mereka yang sombong itu nggak suka sama Mamah, dan kenapa saat mereka sakiti Mamah, Mamah balas memacari Ayah Ilham sama Om Rahmat, dan saat itu juga kenapa Mamah merebut Papah dari Mamah Lisa sampai Papah dan Kakek meninggal dunia harta nya jatuh ke Mamah. Kenapa Mamah tidak berfikir untuk jauhi semua yang berhubungan dengan mereka." Ucap Naura kesal.
" Jadi kamu salah kan Mamah? "
" Iya Saya salah kan Mamah." Ucap Naura.
***
Saat hendak berangkat, Rifki menjemput Naura. Pemandangan itu tak luput dari Ibu Yuli.
" Kak."
" Kita berangkat sama - sama." Ucap Rifki.
" Kamu masih punya muka untuk dekati anak Saya? " Teriak Ibu Yuli dari depan pintu rumahnya.
__ADS_1
" Mah, Naura masih istri Saya. Dan Saya masih bertanggung jawab saat ini." Ucap Rifki.
" Saya harap ini yang terakhir kamu datang ke rumah ini." Ucap Ibu Yuli masuk kedalam kamarnya.
Naura pun masuk kedalam Mobil nya begitu juga dengan Rifki. Saat Mobil melaju terdengar ponsel Rifki berdering dan terlihat Putri memanggil.
" Kak itu Putri, kakak angkat dulu." Pinta Naura.
" Saat ini suami kamu dengan istri pertama nya, tak ada yang bisa ganggu apalagi istri muda." Ucap Rifki.
" Angkat dulu Kak, Sapa tahu penting."
" Biarkan saja."
" Kak, sebagai suami kakak harus adil juga. Perlakukan Putri layaknya seorang istri walau kakak belum mencintai nya."
" Stop Naura, Saya itu nggak Mau berdebat masalah Putri. Saya ingin hari ini kamu Milik Saya sepenuhnya begitu juga sebaliknya."
Dering suara ponsel tak henti terus menerus, hingga tak ada jeda sedikit pun sampai 10 kali panggilan tak terjawab.
" Kak.. Putri pasti butuh Kakak."
Mobil pun berhenti di tepi dan Rifki pun mengangkat panggilan Putri yang sengaja Rifki loudspeakers.
" Hallo" Sapa Rifki.
" Kakak, jemput Saya dong. Saya mual kalau jalan sendiri, kakak kesini ya." Rengek suara Putri yang membuat Naura berpaling.
" Tunggu Kakak." Ucap Rifki yang mematikan panggilan ponselnya.
" Kamu pindah ke belakang, Putri akan duduk di samping saya." Ucap Rifki dengan wajah datar.
Naura pun keluar dan ber pindah ke kursi penumpang bagian belakang.
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah kediaman Putri.
Saat sampai di depan rumah Tante Luna, terlihat Putri dan Tante Luna berdiri di teras menyambut Rifki yang sedang bersalaman.
Pemandangan yang membuat Naura memejamkan matanya saat melihat Putri mencium punggung tangan Rifki dan Rifki mencium perut Putri yang masih rata.
Sungguh sesak saat ini yang Naura alami, entah itu sengaja yang di lakukan Rifki atas kekesalannya pada Naura.
" Loh kok ada Naura." Ucap Putri kesal saat sudah masuk di dalam Mobil.
__ADS_1
" Iya tadi Kakak jemput dia." Ucap Rifki.