Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati

Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati
Tak Lepas Dari Kesalahan


__ADS_3

Rifki masih berdiri mematung sambil menatap Naura, hati nya sakit saat melihat istrinya sendirian untuk cek kandungan. Sedangkan Putri mengajaknya untuk segera pergi.


Saat akan melangkah terlihat Aldi menghampiri Naura sehingga membuat Rifki meradang.


" Lihat kak, dia sudah berani minta antar pria lain. Padahal status masih istri kakak." Ucap Putri memanasi.


Naura kaget dengan kehadiran Aldi yang tiba - tiba, dan langsung duduk di samping Naura.


" Bang Aldi. " Ucap Naura.


" Abang akan temani kamu sampai masuk, kamu lihat kan pemandangan disana." Bisik Aldi.


" Pemandangan yang menusuk hati." Ucap Naura.


***


" Ibu Alhamdulilah sehat ya, Pak nanti Ibu nya jangan lupa minum vitamin nya. Dan satu lagi Ibu jangan stres. Seperti tadi Ibu keluhkan suka kencang dan nyeri. " Ucap Dokter Kandungan.


" Baik Dok." Ucap Naura.


" Pak Ibu nya di bikin relaks ya di rumah di bikin nyantai."


" Siap Dokter, terima kasih untuk saran nya. Saya akan buat istri Saya happy terus." Ucap Aldi.


Setelah selesai menebus Obat Naura langsung memesan taksi online.


" Kamu pulang Sama Saya saja." Ajak Aldi.


" Terima kasih Bang, ini Saya sudah order taksi online." Ucap Naura.


" Batalkan saja, nggak apa - apa. " Ucap Aldi.


" Tapi Bang, ini sudah meluncur."


" Cancel saja kalau sudah sampai nanti Saya ganti."


" Baiklah."


10 menit kemudian taksi online pun datang dan seperti yang di katakan Aldi, dia mengcancel dan memberikan uang pada supir tersebut.


" Bang kok tadi bisa ada di rumah sakit? " Tanya Naura.


" Tadi Saya ada urusan saja." Jawab Aldi.


" Oh, soalnya pas banget ketemunya."


" Kamu masih pertahankan rumah tangga kamu? "


" Entah lah Bang, sakit tapi berat. "


" Karena cinta kamu sangat besar, ya kan."


" Iya Bang. "


Mobil pun sampai di depan rumah Naura, terlihat Mobil Rifki terparkir di depan rumah Naura.


" Bang makasih."


" Iya, itu Mobil suami kamu."


" Mungkin dia akan minta penjelasan dari saya."


" Ya sudah, selesaikan masalah nya biar nggak salah paham."


Naura pun masuk ke dalam dan saat masuk sudah di sambut dengan Rifki dengan wajah yang sudah tak ramah.

__ADS_1


Naura berjalan masuk ke dalam, tanpa menoleh ke arah suami nya.


" Naura..!! " Panggil Rifki.


Naura terus berjalan ke arah atas menaiki tangga, dan Rifki mengejarnya.


" Naura..!!! "


Naura menoleh dan menatap ke arah suami nya.


" Apa...!!! "


" Kamu, berani jalan dengan pria lain ya di depan suami kamu. Dan kamu berani - berani nya melanggar apa yang kemarin kita sepakati. "


" Pelanggaran yang mana? "


" Jangan pernah libatkan masalah kita dengan orang lain, terutama Aldi. "


" Oh yang itu, Saya kira suami Saya sudah lupa."


" Kenapa kamu ke Dokter kandungan minta antar Aldi? "


" Terus kakak kenapa satu minggu di Putri nggak kasih kabar dan kenapa saat bertemu tadi di rumah sakit pura - pura nggak kenal? Sakit tahu Saya di gituin. Kakak tahu Saya juga sedang hamil anak kakak, perlu perhatian juga. Dan asal Kakak harus tahu, tadi Bang Aldi bersama Saya bukan seperti. yang kakak kira. Dia tak sengaja bertemu Saya di rumah sakit. Dan ingat kak, dia menolong Saya di saat saat sedih, setiap keluh kesah Saya dia selalu ada."


" Jauhi Aldi. "


" Kenapa? Kakak cemburu? " Bentak Naura.


" Kata Kakak jauhi Aldi. " Ucap Rifki.


" Jauhi dalam hal apa dulu, apa alasan nya? "


" Kamu nggak perlu tahu. "


Naura lantas membuka tas nya dan memperlihatkan photo USG nya pada Rifki.


Rifki tersenyum menatap photo USG calon anak nya.


" Dari siapa anak Saya akan lahir, Saya akan menyayangi anak saya." Ucap Rifki.


******


" Bang, jauhi Naura. " Ucap Liliana.


" Kenapa? " Tanya Aldi sambil memainkan ponsel nya.


" Naura itu istri Bang Rifki." Jawab Liliana.


" Kalau istrinya kenapa? Masalah gitu. "


" Bang, Saya tahu Abang dekati Naura hanya ingin sebagai balas dendam rasa sakit hati Abang sama Bang Rifki dengan kejadian Melati. Saya tahu sebenarnya Abang itu nggak tulus dekat sama Naura."


Aldi menatap ke arah Liliana, dan menyilang kan kedua tangan nya di dada.


" Saya memang masih benci sama Rifki tapi Saya dekat dengan Naura nggak ada niat lain. Saya hanya merasakan apa yang Naura rasa kan. "


" Benar yang Abang katakan itu tapi bila bukan karena masalah masa lalu Abang nggak mungkin dekati Naura."


" Saya akan buat Naura jatuh cinta sama Saya."


" Bang Aldi kamu gi****a apa ya?"


" Naura cantik, Saya akan tunggu dia jadi janda."


" Nggak boleh, Abang begitu karena rasa benci bukan rasa yang tulus sebenarnya."

__ADS_1


*****


" Dani, kamu kasih ke Naura. " Ucap Ibu Lisa.


Dani membuka paper bag terlihat seragam ASN untuk wanita hamil.


" Naura pasti suka mah." Ucap Dani.


" Malang sekali nasib kamu Naura, kamu seperti Saya di dua kan. Apa ini karma Mamah kamu yang jatuh ke kamu saat ini." Ucap Ibu Lisa.


" Sudah Mah, jangan bahas masa lalu."


******


Ibu Yuli menatap ke arah luar jendela, dengan rasa sakit di dada nya. Ibu Yuli menangis mengingat apa yang terjadi di masa lalu.


" Maaf kan Mamah Naura, maaf kan Mamah. Jujur Mamah nggak sanggup melihat kamu seperti ini. Mamah sadar ini salah Mamah."


Hiks.. hiks.. hiks...


Yanti pun lalu masuk ke ruangan Ibu Yuli di sebuah ruko nya.


" Bu, ini bukti penjualan toko Ibu dan toko ini sudah di balik namakan. "Ucap Yanti.


" Terima kasih Yanti. "


Yanti melihat sebuah botol obat yang tergeletak di lantai dan beberapa yang jatuh.


" Bu. "


" Pulang lah Yanti, terima kasih sudah bekerja sama Saya. Semoga kamu dan karyawan lain betah dengan bos kamu yang baru. "


" Saya masih ingin sama Ibu."


" Yanti, kamu nanti kasih amplop ini pada Naura. Kamu kasih nanti bila Saya memberikan perintah."


Hiks... hiks... hiks...


" Bu Saya pamit." Ucap Yanti terisak.


" Maaf kan Saya Yanti kalau Saya punya salah."


" Saya juga minta maaf ya bu."


*****


" Mamah mana ya kok belum pulang juga."


Naura mencoba menghubungi Mamah nya namun tak di angkat. Beberapa kali Naura menghubungi namun tak kunjung di angkat.


" Apa Mamah masih di ruko? Ini sudah Jam 8 malam.


Lantas Naura mendengar suara bunyi motor dengan segera menuju pintu depan , dan saat di buka Dani turun dari motor nya sambil membawa sebuah Paper bag.


" Bang Dani. " Sapa Naura sambil mencium punggung tangan nya.


" Mamah mana? " Tanya Bang Dani.


" Nggak tahu Bang, biasanya sudah pulang." Jawab Naura.


" Ini dari Mamah, buat kamu."


"Apa ini Bang? " Tanya Niken.


" Buka saja." Jawab Dani.

__ADS_1


Niken pun membuka paper bag tersebut dan sangat senang nya sebuah pakaian Dinas ASN untuk ibu hamil.


" Makasih Bang."


__ADS_2