
Flashback On
"Kamu serius sekarang bukan lagi suami dari Putri? " Tanya Kemal.
"Serius saya sudah cerai sama dia, memang nya ada apa sih? " Tanya Rifki kembali yang penasaran.
"Cerita nya sudah satu tahun lebih yang lalu, saat itu saya bertemu dengan Putri di sebuah pertemuan semacam Reuni organisasi saat SMA, nggak sengaja kami melakukan kesalahan saya dan Putri melakukan hubungan terlarang, saat itu entah pikiran saya itu bagaimana tapi kami melakukan nya secara sadar. Saat itu kami tidak bertemu lagi, dan sekarang saya sudah kembali kesini hanya ingin tahu saja dia bagaimana. "
"Kamu melakukan sama Putri saat dia? " Ucap Rifki terputus.
"Dia bukan yang pertama buat saya, dia katakan itu." Ucap Kemal.
"Saya menikah dengan dia dalam kondisi hamil, dia katakan hamil anak Saya karena dia juga melakukan nya bersama saya juga." Ucap Rifki.
"Anak nya laki - laki atau perempuan? "
"Laki - laki tapi dia memiliki kekurangan dia sama saya karena Putri tidak mau mengurusnya."
"Rifki, saya jujur dan maaf apakah anak laki - laki itu bisa di tes DNA? " Ucap Kemal.
"Maksud kamu apa? " Ucap Rifki.
"Karena kemungkinan anak saya. " Ucap Kemal.
"Kamu sadar apa yang kamu katakan? Bagaimana nanti bila terbukti kalau benar dan istri kamu bagaimana? "
"Jujur setelah kejadian itu, Saya jujur sama Meta istri Saya. Dia memang awalnya marah dan minta cerai, tapi Saya terus berusaha meminta maaf walau awalnya dia tak mau. " Ucap Kemal.
"Sama apa yang seperti yang di alami Naura istri Saya. "
"Tolong, pertemukan dia sama Saya."
"Kamu datang lah ke rumah Saya, Malik nama anak itu." Ucap Rifki.
Flashback Off
" Ja - jadi Malik? " Ucap Naura.
"Kita tes DNA dia anak kakak atau Kemal." Ucap Rifki.
"Kalau terbukti dia anak Mas Kemal? " Ucap Naura.
"Ya dia ayah biologis nya harus bagaimana lagi itu kenyataan nya. " Ucap Kemal.
__ADS_1
"Tapi saya sudah terlanjur sayang Kak sama Malik."
"Dan kalau terbukti Malik anak Kemal, dia akan bawa Malik . "
"Nggak Kak, saya sudah terlanjur sayang sama Malik, dan di akta dia anak kita. " Ucap Naura.
"Sayang, kita lihat nanti hasilnya ya? Apa kamu sangat berharap Malik anak Kakak? "
"Dia mau anak Kakak atau Mas Kemal, yang jelas saya sudah terlanjur sayang sama Malik."
*****
Meta dan Kemal datang ke rumah Rifki, dengan di sambut bersama Malik yang kini duduk di pangkuan Naura.
Kemal tersenyum ke arah Malik, begitu pun juga Meta yang tak kalah sedih nya seperti Naura.
"Boleh saya gendong dia? " Tanya Kemal.
Naura pun mengangguk kan kepalanya, saat Kemal mengambil Malik dari Naura.
Malik menangis saat di gendong oleh Kemal, Meta pun sudah berkaca - kaca saat melihat Kemal menggendong Malik.
"Malik hanya mau meminum ASI dari saya, bila memang terbukti Malik anak Mas Kemal harus menunggu dia lepas ASI dari saya kecuali Mas Kemal atau mba Meta kemari ambil stok ASI. " Ucap Naura.
"Jujur saya melihat Malik, langsung hati saya langsung luluh. Dari kemarin hati saya berontak tapi setelah melihat anak ini saya merasakan hal sangat berbeda. " Ucap Meta.
"Apa yang mba Meta rasa kan, saya juga merasakan nya. " Ucap Naura.
"Kapan siap untuk tes DNA? " Tanya Rifki.
"Kita besok lakukan tes DNA." Jawab Kemal.
******
"Ampun... mas... ampun hiks... hiks... "
Plaaaakkk
Plaaaakkk
"Ampun mas." Putri terisak kesakitan saat Noval mencambuk nya dengan ikat pinggang nya.
"Saya akan terus menyiksa kamu sampai saya puas." Ucap Noval.
__ADS_1
"Saya mohon Mas, lepas kan saya hiks.. hiks.." Isak Putri.
"Saya tidak akan melepaskan kamu dulu sebelum saya puas dan kamu sadar atas kelakuan kamu."
"Seharusnya kamu tidak usah ikut campur karena apa yang kamu lakukan tidak akan pernah di lirik oleh Naura."
"Saya sadar, Naura memandang saya sebelah Mata, tapi saya tidak ingin hati wanita yang pernah saya Cinta Selalu tersiksa oleh sikap kamu. Kamu itu wanita licik dan hati kamu bukan lah hati manusia."
*****
Rifki, Naura, Kemal, dan Meta serta Malik tengah berada di rumah sakit setelah melakukan tes DNA Malik.
"Bapak - bapak, Ibu - Ibu untuk hasilnya menunggu sekitar 1 atau 2 minggu nanti pihak kami akan menghubungi." Ucap Suster.
"Baik Sus terima kasih. " Ucap Kemal.
"Mas, Malik boleh di bawa nggak? " Tanya Meta pada Kemal.
Kemal melirik ke arah Rifki, dan Rifki lantas mengusap punggung Naura.
"Kalian boleh bawa Malik, nanti saya siap kan Asi nya. " Ucap Naura.
"Terima kasih Naura. " Ucap Meta.
****
"Kak, seperti nya Mas Kemal sangat dekat dengan Malik dan seperti nya sangat yakin Malik itu anak nya. " Ucap Naura.
"Kalau memang benar anak Kemal, kita tidak usah menyesali kejadian yang hampir membuat kita berpisah, dan mungkin ini adalah sebuah ujian yang berat agar kita semakin harmonis."
"Iya Kak, semoga yang terbaik untuk Malik dan masa depan nya"
*
*
*
*
*
Cek profil Karya baru sudah Up
__ADS_1