Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati

Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati
kesempatan kedua


__ADS_3

Satu bulan berlalu, hubungan Naura dan Rifki pun masih renggang. Rifki yang berusaha mendekati Naura namun Naura masih tetap diam.


Kini usia kandungan Naura menginjak usia 4 bulan, Rifki yang berusaha perhatian pun tak pernah mau di rasa kan oleh Naura.


" Yank, nanti kita ke Dokter ya cek anak kita." Ucap Rifki yang duduk bersebrangan dengan Naura.


" Nggak usah Kak, nanti Saya pergi sendiri."


" Satu bulan sejak kejadian itu, kamu masih tetap sama." Ucap Rifki yang penuh penyesalan.


Naura hanya diam dan diam, tiba - tiba bel rumah berbunyi lantas Naura beranjak ke arah pintu.


"Abang...!! " Naura langsung memeluk tubuh Dani dan menangis dalam dekapan tubuh kakak nya.


" Kamu kenapa? " Tanya Dani melihat Naura menangis.


Rena pun di buat bingung melihat adik ipar nya menangis, Rifki pun keluar dan mendapati Naura sedang terisak menangis.


" Rifki kenapa sama Naura? Apakah kalian bertengkar? "Tanya Dani.


" Na... "


" Saya nggak apa - apa Bang, hanya kangen saja sama Abang." Ucap Naura langsung mengusap air matanya.


" Kamu kurus sih Naura, padahal kamu nggak sering muntah." Ucap Rena.


" Nggak tau mba hamil 4 bulan malas makan." Ucap Naura.


" Jangan begitu, kasihan anak kamu."


Rifki dan Naura pun duduk berdampingan begitu juga dengan Dani dan Rena.


" Begini , kami akan mengadakan acara syukuran. Nanti datang ya." Ucap Dani.


" Hanya syukuran Kecil - Kecil an, syukuran hari jadi pernikahan kami." Ucap Rena.


" Pasti datang, ya kan sayang kita pasti datang." Ucap Naura memegang lengan Rifki, dan di balas senyuman oleh Rifki.


Tanpa ingin melepaskan kesempatan yang selama ini dirinya rindu kan, Rifki menggenggam jemari Naura, walau hanya sandiwara di depan kakak nya.


" Suatu hubungan rumah tangga, sampai di titik seperti bang Dani dan mba Rena adalah perjalanan yang sangat luar biasa. Bisa melewati suatu masalah baik Kecil maupun besar. Semoga rumah tangga kita bahagia selalu seperti Bang Dani dan mba Rena." Ucap Rifki.


" Amin...!!! " Ucap Dani dan Rena.


Naura bersama Rifki seperti biasanya seperti tak memiliki masalah. Sepanjang mengobrol Naura selalu tersenyum dan terlihat bahagia bersama Rifki di depan kakaknya.


****


Naura mencuci tangan nya dengan sabun di wastafel hingga menghabiskan 2 botol sabun cuci tangan.

__ADS_1


" Apakah sekotor itu kamu bersentuhan dengan suami kamu? " Tanya Rifki kesal melihat tingkah istri nya.


Naura pun segera masuk kedalam kamarnya dan berganti pakaian. Naura membawa pakaian yang dia pakai tadi dan memasukan ke dalam kotak sampah.


" Naura...!!! " Bentak Rifki.


" Apa...!! " Bentak Naura.


" Kamu menganggap Saya ini bakteri jahat apa." Bentak Rifki.


" Saya nggak mau bersentuhan dengan seorang pria yang sudah ternoda oleh wanita lain, saya nggak mau tubuh nya ikut ternoda bekas pelakor seperti Putri. Saya nggak mau.. "


Mmmpppphh


Rifki mencium bibir Naura, hingga Naura terus memukul tubuh Rifki. Dekapan Rifki semakin kuat hingga pukulan Naura semakin melemah.


" Saya ini suami kamu Naura, saya memang kotor tapi bukan seperti ini kamu perlakukan Saya." Ucap Rifki menautkan keningnya pada kening Naura.


Hiks..hiks.. hiks...


Naura menangis dan merosot ke bawah, lantas Rifki pun mensejajarkan tubuh nya seperti Naura.


" Kesalahan Saya akan selalu membekas sampai kapan pun, Saya memang kotor Saya memang pantas kamu marah. Tapi jangan perlakukan suami kamu seperti ini. Kakak mohon, kita seperti dulu lagi."


Naura menatap ke arah Rifki , terlihat mata Rifki berkaca - kaca. Naura yang tak tega melihat suaminya memegang kedua pipinya.


" Kakak mohon berilah satu kesempatan saja, kakak mohon berilah suami kamu kesempatan. Anak kita sebentar lagi lahir dia sangat butuh sosok Papah nya."


" Saya beri kakak kesempatan, tapi bila sekali lagi menoreh luka. Saya akan pergi untuk selama nya. "


******


Naura dan Rifki menghadiri acara syukuran ulang tahun pernikahan Dani dan Rena, terlihat juga Ibu Lisa pun datang sedang bermain bersama kedua cucu nya.


Teman - teman sesama anggota pun hadir, terlihat Aldi yang mengenakan kemeja batik membuat nya semakin terlihat tampan.


Naura segera mengalihkan pandangan nya saat kedua mata mereka saling beradu. Aldi dari jauh sambil menundukkan wajah nya tersenyum saat mata nya beradu pandang dengan Naura.


" Yank, makan dulu. Sejak siang belum makan apa - apa." Ucap Rifki menyuapi Naura dengan sepiring nasi kuning.


" Enak? " Tanya Rifki.


" Enak Kak, nanti minta sama mba Rena bawa ya." Jawab Naura.


" Iya, nanti Kakak minta sama mba Rena."


***


Naura duduk di teras belakang rumah Dani, sambil mengusap perut nya. Naura kaget saat sebuah irisan buah semangka di berikan tepat pas wajah Naura.

__ADS_1


" Bang Aldi."


" Makan buat kamu." Ucap Aldi lantas duduk di samping Naura yang sedang mengusap perut nya.


" Terima kasih bang." Ucap Naura memakan irisan buah semangka dari Aldi.


" Gimana kandungan nya? "


" Alhamdulilah Bang sehat."


" Jangan banyak stress, kasihan anak kamu."


" Iya Bang."


" Kamu terlihat kuat namun kamu rapuh."


" Kenapa Abang bicara begitu? "


" Abang tahu apa yang sedang kamu rasa kan bersama Rifki, walau Saya belum tahu masalah apa yang sebenarnya. Kamu pendam sendiri, kamu tahan sendiri di dalam dada. Kalau kamu ingin luapkan masalah kamu, Saya siap jadi pendengar."


" Bang, kita ini belum saling kenal. Kita juga baru bertemu beberapa kali, malah 3 kali sekarang. Masa Saya cerita begitu saja sama orang yang baru Saya kenal, walau Abang bilang adalah teman dekat suami saya."


" Itu sih kalau kamu mau."


" Terima kasih untuk mengijinkan Saya berbagi cerita, tapi tidak dengan sekarang."


" Kita pulang." Tiba - tiba Rifki berada di samping Naura memegang pergelangan tangan Naura.


" Abang sudah bilang sama mba Rena yang Saya minta? " Tanya Naura.


" Sudah, makan nya kita pulang." Jawab Rifki yang masih terus menatap ke arah Aldi.


" Bang, Saya dulu an ya.Terima kasih buah semangka nya." Ucap Naura beranjak berdiri.


" Sama - sama." Ucap Aldi sambil tersenyum.


Saat Naura berjalan di depan, Aldi memegang lengan Rifki.


" Saya akan rebut Naura dari kamu, seperti apa yang pernah kamu lakukan dulu."


" Kalau berani ambil Naura dari Saya, langkahi dulu Saya. Dan sekali lagi Saya katakan Saya tidak merebut Melati, dia datang sendiri pada Saya." Ucap Rifki pergi meninggalkan Aldi yang masih berdiri mematung menatap kepergian Naura bersama Rifki.


****


" Kakak minta jangan terlalu akrab dengan Aldi." Ucap Rifki sambil fokus menyetir mobilnya.


" Kenapa? Dia baik kok terus dia sepupu nya Liliana dan teman kakak juga kan." Ucap Naura.


" Kakak bilang jauhi Aldi ya jauhi paham nggak sih."

__ADS_1


__ADS_2