Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati

Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati
Keputusan Yang Tepat


__ADS_3

Rifki meletak kan ponsel milik Naura kembali saat Naura datang membawa satu kantong kresek nasi bungkus.


Naura mengambil piring dan menaruh nasi bungkus tersebut di atas piring.


" Makan Kak." Ucap Naura.


" Makasih. " Ucap Rifki.


Naura pun kembali fokus pada layar ponselnya, sedang kan Rifki terus memperhatikan istrinya kadang tersenyum saat mendapatkan sebuah notifikasi pesan masuk.


" Ehm.. Yank, Kakak serat ingin minum." Ucap Rifki.


Naura pun bangkit dan berjalan ke arah dapur mengambil air minum dan memberikan nya pada Rifki.


" Yank. "


" Iya kenapa Kak? "


" Kamu sedang chat sama siapa? "


" Sama teman, kenapa? " Ucap Naura.


" Nggak apa - apa sih." Ucap Rifki melanjutkan kembali makan nya.


******


" Aldi bisa Saya bicara? " Rifki menghampiri Aldi saat setelah apel pagi.


" Ada apa? " Tanya Aldi.


" Kamu tahu Naura itu masih istri Saya? Jadi Saya mohon jauhi Naura. " Jawab Rifki.


Aldi tersenyum dan menepuk pundak Rifki.


" Apa salah nya kalau Saya berhubungan dengan istri kamu? Kita nggak selingkuh kok." Ucap Aldi santai.


" Tidak selingkuh, tapi awal menuju selingkuh. Kamu jangan sangkut pautkan seperti Melati."


" Kamu takut? Melati memang belum hilang dari bayangan Saya. Tapi setelah kesini Saya pun harus menerima kenyataan."


" Asal kamu harus tahu Aldi, Melati sampai mengakhiri hidup nya bukan karena Saya. Chat terakhir itu dari pria lain, Melati curhat pada Saya, dan karena Saya terus menolak melati, dia menjadi sahabat buat Saya, dan diam - diam dia menyukai pria yang satu kost an sama Saya kamu ingat pria yang bersebelahan dengan kamar kost Saya, mereka pacaran dan hubungan mereka sudah terlalu jauh. Hingga hal yang tak di ingin kan pun terjadi tapi nyatanya pria brengsek tersebut sudah memiliki istri dan entah sekarang dia kemana bagai di telan bumi." Ucap Rifki menjelaskan.


" Ja - jadi maksud kamu sebenarnya Melati pacaran sama karyawan swasta itu? "


" Iya sebenarnya Saya tidak salah dan Saya mohon jauh lah dari Naura, kalau Mau marah silahkan sama saya, jangan libatkan Naura untuk balas dendam. Melati kenapa ingin selingkuh? Karena dia merasakan bosan sama kamu tak bisa bahagia kan dia."


Aldi pun menundukkan kepala nya dan mengepalkan kedua tangan nya.


" Melati tak pernah bahagia sama saya, tapi saya sayang sama dia. Padahal semua yang di ingin kan dia Saya turuti."


" Hati orang itu beda - beda." Ucap Rifki.


" Saya mohon jauhi Naura."

__ADS_1


" Saya mencintai Naura."


Buuughhh


****


Awwwww


Aldi kesakitan saat Dani mengobati luka Aldi yang di tonjok oleh Rifki. Saat itu Rifki memukul Aldi hingga tak terkendali dan Dani mengetahuinya langsung menyingkirkan Rifki dari atas tubuh Aldi.


"Kalian ini sangat memalukan seperti anak kecil, apa tidak bisa bicara baik - baik." Ucap Dani.


" Bagaimana Saya nggak emosi Bang, dia bilang suka sama Naura. Sudah tahu Naura itu istri saya." Ucap Rifki kesal.


" Jadi kamu sudah ungkapin perasaan kamu?" Tanya Dani.


" Jadi Abang sudah tahu? " Tanya Rifki kesal.


" Saya lebih baik jujur sama suami nya. " Jawab Aldi.


Plaaak


Awwww


" Sakit Bang. " Ucap Aldi saat Dani menampar pipi yang di tonjok Rifki.


" Naura itu masih istrinya, pantas suami nya marah tak terima. Saya juga sama kalau si Rena ada pria lain yang bilang seperti itu kayak kamu." Bentak Dani.


*****


Naura menyerahkan berkas nya pada Kepala Badan Keuangan Daerah, dan membuat Pak Sarif menatap ke arah nya.


" Kamu serius ingin pindah? " Tanya nya.


" Benar Pak, Saya ingin pindah." Jawab Naura.


" Di mana? "


" Badan Pengawas Daerah."


" Saya paham bagaimana situasi kamu sekarang, tidak mungkin untuk satu atap bahkan satu ruang. Tapi Saya bisa saja Putri yang Saya pindah tugaskan bukan kamu." Ucap Pak Anwar.


" Jangan Pak, biar Saya yang mengalah. Dan setelah Saya melahirkan Saya akan proses semuanya."


" Sayang sekali Naura, benar - benar tidak tahu malu. Atau Saya lakukan tindakan pada Putri biar dia merasakan? "


" Jangan Pak, biar Saya yang mengalah. Saya tak mengalah akan terus di kejar oleh mereka. Mungkin rumah tangga Saya tidak bisa bahagia seperti apa yang di harap kan. Ini sudah jadi keputusan Saya, jalan terbaik saya."


******


Setelah mendapatkan tanda tangan, Naura menyerahkan berkas pindah nya ke kantor BKPSDM disana sudah ada Noval, yang sedang membantu mengurus berkas Naura.


" Kalau Mamah Papah tahu Saya bantu kamu pasti mereka akan marah." Ucap Noval.

__ADS_1


" Maaf Mas, karena Saya tidak ingin lama - lama sama dia. Mas tahu sendiri proses pindah itu lama."


" Kamu boleh hubungi mas kalau ada butuh nya saja, mas paham disini di anggap seperti apa."


" Maaf Mas, dan terima kasih masih memberikan kesempatan sama Saya. "


" Apa masih bisa menerima Saya kembali?"


" Itu. " ucap Naura.


" Dah lah Saya paham disini, kamu tak akan pernah bisa mencintai saya." Ucap Noval.


" Maaf kan Saya Mas."


" Kalau butuh sesuatu kamu bisa hubungi Saya, tugas Saya membantu kamu sudah selesai tinggal menunggu SK turun." Ucap Noval beranjak pergi.


Naura hanya menatap punggung Noval, memang salah meminta bantuan pada Noval yang selama ini diri nya sudah pikir kan matang - matang, Naura lebih memilih jalan belakang agar cepat menghindari dari sepupu plus madu nya.


*****


" Tempat nya kosong? " Tanya Putri pada Liliana.


" Naura sedang mengurus Surat pindah." Jawab Liliana.


" Pindah kemana? " Tanya Putri kembali.


" Mana Saya tahu, dia mah pindah kemana saja juga gampang semua Dinas kenal dia dan bakalan banyak yang minta." Jawab Liliana.


" Cih.. gaya nya."


" Memang fakta." Ucap Liliana berlalu.


******


" Dari mana? " Sapa Aldi saat berpapasan bersama Naura .


" Saya dari kantor BKPSDM, Bang Aldi dari mana? " Tanya Naura.


" Habis ke Apotek " Jawab Aldi saat bertemu di depan Kodim.


Naura melihat wajah Aldi yang lebam dan seakan meminta penjelasan pada pria yang kini berdiri di depan nya.


" Oh ini kena insiden."


" Insiden apa Bang? "


" Nggak apa - apa kok, tadi terbentur benda keras."


" Jangan bohong Bang, ini bukan nya pukulan. Siapa yang memukul Abang?"


" Nggak penting kok, besok juga sembuh. Jangan khawatir nama nya juga pria."


" Abang berantem ya?

__ADS_1


__ADS_2