Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati

Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati
Bukan Salah Kami


__ADS_3

Naura dan Liliana berjalan bersama setelah mengikuti upacara bendera di depan pendopo kabupaten. Saat sedang berjalan Noval menghampiri Naura setelah satu bulan tak bertemu.


" Apa kabar? " Tanya Noval.


" Eh Pak Noval." Sapa Liliana.


" Apa kabar? " Ucap Noval pada Naura.


" Ehm.. Saya duluan ya." Ucap Liliana pergi.


"Li..!! " Ucap Naura memaanggil Liliana yang pergi mendahuluinya.


" Kabar baik Mas." Ucap Naura.


" Kamu gemuk kan sekarang? " Tanya Noval memperhatikan tubuh Naura.


" Saya sekarang sedang hamil." Jawab Naura.


" Selamat ya." Ucap Noval.


" Terima kasih Mas." Ucap Naura.


" Apa kamu bahagia sama suami kamu? "


" Jelas bahagia lah Mas, buktinya saya hamil."


" Kamu tahu sampai saat ini saya masih mencintai kamu."


" Maaf mas, Saya sudah punya suami. Semoga Mas mendapatkan yang lebih dari Saya."


" Kamu tahu kan, cinta Saya sangat besar sama kamu."


" Tapi saya nggak cinta, bahkan secuil pun tidak."


" Saya akan dapat kan kamu, bagaimana pun caranya."


Saat melihat Naura dari jauh sedang mengobrol dengan Noval, Putri tersenyum sinis lantas memotret kedua nya.


" Sungguh pemandangan yang sangat indah." Ucap Putri.


*****


" Kak, nanti mampir ke toko roti ya ingin beli roti isi daging." Ucap Naura saat sudah berada di dalam mobil.


" Iya boleh." Ucap Rifki sambil menyetir mobilnya.


Saat sampai di depan toko Roti, Naura turun namun Rifki tak ikut turun karena tiba - tiba ada telepon masuk. Setelah menerima telepon Rifki mendapatkan sebuah pesan, dan mata nya membulat sempurna. saat melihat apa yang di lihat nya.


" Yank, untung roti nya masih. Sisa satu loh, jadi Saya beli Bolu pisang, kakak kan suka sama Bolu pisang." Ucap Naura sambil memakai safe belt nya.


" Apakah tadi bertemu dengan Noval? " Tanya Rifki.


" Iya kenapa? " Jawab Naura kembali bertanya.


Rifki pun memperlihatkan sebuah photo istri nya yang sedang berdua bersama pria lain.

__ADS_1


" Kakak dapat dari mana photo itu? Memang setelah upacara tadi kita ketemu." Ucap Naura jujur.


" Putri yang kirim."


" Hah.. jadi dia yang kasih tahu? Dasar tuh orang." Ucap Naura kesal.


" Ada apa dia menemui kamu? " Tanya Rifki.


" Hanya tanya kabar saja tak lebih." Jawab Naura sambil membuka plastik pembungkus roti.


Rifki pun kembali menjalankan mesin mobil nya dengan raut wajah yang bete.


Naura pun menoleh ke arah suami nya yang sedang menyetir mobil dengan raut wajah yang sangat bete.


" Yank, kenapa sih? " Tanya Naura.


" Nggak apa - apa." Jawab Rifki dengan datar.


" Kakak cemburu? "


Rifki menoleh sekilas ke arah Naura, dan kembali fokus ke depan.


" Kak, Naura nggak ngapa - ngapain. Kalau nggak percaya tanya saja sama Liliana. Mas Noval hanya datang dan terus menanyakan kabar."


" Kamu yakin hanya itu saja nggak ada yang lain di bicara kan? "


" Dia bilang masih mencintai Saya, dan Saya bilang Saya nggak cinta dan sekarang sedang hamil anak Kakak."


*****


" Yanti yang benar saja ini bagaimana cerita nya tak ada satu pun orderan menjahit dari semua Dinas? " Tanya Ibu Yuli.


" Lisa!!! "


" Karena berdasarkan info Ibu Ayu, mengatakan Ibu membawa uang sejumlah jahitan milik seragam anggota dewan dan beberapa kantor Dinas."


" Ayu kamu benar -benar memfitnah Saya, ternyata kamu sama saja seperti Luna dan Astri."


" Bu, maaf bulan ini kita tak dapat omzet dan terpaksa kita berhentikan karyawan."


******


" Maaf bu, Mau bertemu siapa? " Tanya seorang security.


" Saya ingin bertemu dengan Ibu Ayu."Jawab Ibu Yuli.


" Maaf Ibu Ayu sedang pergi."


" Ya sudah suami nya."


" Bapak juga sedang keluar."


Lantas sebuah mobil berhenti tepat di belakang Ibu Yuli , dan turun lah 3 orang wanita dari dalam mobil.


" Eh besan sedang apa? " Sapa Ibu Astri.

__ADS_1


" Ada Apa Yuli? " Tanya Ibu Ayu.


" Kamu tega Ayu, memfitnah Saya membawa kabur sejumlah uang dan asal kamu tahu Saya bukan orang yang seperti itu. Bahkan kamu pun menutup usaha Saya pada langganan saya." Jawab Ibu Yuli.


" Kenapa? Semuanya kan kembali pada Lisa dan memang Lisa pantas dapat kan apa yang dia harus."


" Kalian kenapa sih tak berhenti menjatuhkan Saya? Kenapa , apa salah Saya? " Ucap Ibu Yuli.


" Kamu tahu salah kamu, anak kamu tak jadi menikah sama putra Saya. Dan benar kata Luna dan Astri kamu itu bisa seperti sekarang dengan cara mengambil rejeki orang. Dan untung saja tidak jadi besanan sama Saya malah sama kamu Astri." Ucap Ibu Ayu.


" Iya sesuatu musibah bagi saya." Ucap Ibu Astri.


" Sudah lah kakak ipar, kamu itu sudah kalah mau apa lagi hah? Makan nya jangan suka dekat - dekat kami, salah sendiri kamu mendekati kami." Ucap Luna.


*****


Tok... Tok... Tok...


" Ada tamu Yank." Ucap Rifki.


" Sebentar Yank, Saya buka pintunya."


Naura pun berjalan ke arah pintu rumah nya, dan setelah membuka pintu Naura di kejutkan dengan pemandangan yang sangat dia tak percaya.


" Mamah..!!! "


Plaaaakkk


Plaaaakkk


" Mamah...!! " Bentak Naura saat Ibu Yuli menampar kedua pipi Naura.


" Mamah kenapa menampar Naura seperti ini? " Tanya Naura sambil memegang pipi nya.


Rifki pun datang menghampiri kedua nya saat mendengar Naura memanggil Mamah nya.


" Semuanya gara - gara, karena kamu tak pernah menuruti apa kata Mamah sekarang Mamah kena imbasnya. Dan karena pria ini yang menjadi suami kamu." Tunjuk Ibu Yuli pada Rifki.


" Sebenarnya Mamah ini kenapa sih? datang - datang menampar Naura. Disini Naura tidak tahu apa - apa Mah." Ucap Naura.


" Mah kita masuk dulu, nggak enak di dengar tetangga." Ucap Rifki.


" Biar di dengar tetangga juga, biar semuanya tahu kalau kedua orang tua kalian tidak mensetujui pernikahan kalian. Kalian harus tahu, gara - gara pernikahan kalian semuanya hancur dalam sekejap. Usaha Mamah di blacklist semuanya tak ada yang mau order jahitan sama Mamah."


Hiks... hiks... hiks...


" Mamah ini memang pelakor, memang perebut harta orang hiks... hiks.. hiks... " Ucap Ibu Yuli menangis.


" Apa karena Mamah orang tak punya, apakah tak pantas mendapatkan apa yang Mamah peroleh. Sebenarnya Mamah juga nggak ingin semuanya, tapi karena mereka yang memulai, Mamah seperti ini. Dan Apakah anak Saya nggak pantas bahagia, kamu juga harus tahu Naura ini maksud Mamah nggak pernah setuju, kamu tidak pernah peduli dengan apa yang di rasa kan Mamah." Ucap Ibu Yuli kembali.


" Itu masalah Mamah, bukan masalah Naura. " Ucap Naura.


" Naura!!! "


" Naura punya masalah sendiri, dan Naura juga pantas bahagia bukan bahagia dari keinginan Mamah."

__ADS_1


" Kamu tega bicara seperti itu sama Mamah!! "


" Maaf Mamah, apa yang di katakan Naura benar. Kami berhak bahagia kami tidak perduli dengan masalah kalian. Masalah kalian sampai kapan pun tak pernah berakhir, kami berhak bahagia bukan menuruti ego kalian dari kisah masa lalu." Ucap Rifki.


__ADS_2