
" Sayang, maaf kalau rencana ini Kakak tidak bilang sama kamu. Sebenarnya kedatangan Bang Dani dan teman - teman Kakak untuk menyaksikan kita menikah." Ucap Rifki.
" Menikah kak?? " Ucap Naura menutup mulutnya dengan kedua tangan nya.
" Benar sayang, kita menikah. Bukan nya ini yang di ingin kan kamu? " Ucap Rifki sambil memegang kedua tangan Naura.
" Tapi...!!! " Ucap Naura.
" Abang ada di belakang kalian, Abang akan membela kalian." Ucap Dani.
Naura memeluk tubuh Dani, tangisnya pun pecah dalam dekapan Kakak nya.
" Abang makasih, Abang sejak dulu selalu menyayangi Naura walau Mamah tidak pernah menatap Abang hiks... hiks... " Ucap Naura semakin terisak.
" Sudah jangan nangis malu dilihat, kamu sudah dewasa sudah pantas menikah. Kalian pantas bersatu buat apa selalu menuruti ego mereka hanya karena dendam. Kalau menuruti hal seperti itu tidak akan pernah selesai."
Naura melepaskan pelukan nya, dan mengusap kedua air matanya.
" Sudah jangan sedih terus, disini Mba akan jadi MUA nya kamu. " Ucap Rena.
" Benarkah Mba? " Ucap Naura tak percaya.
" Iya benar, kalau kamu nangis terus nanti hasil akhir jelek tahu." Ledek Rena.
Naura tersenyum dan terus mengusap air matanya.
******
" Mba kok nggak bilang sama Naura kalau kak Rifki datang jauh - jauh kesana." Ucap Naura saat sedang di tata rambutnya.
" Ini permintaan calon suami kamu, dia saat itu datang dengan wajah yang mendung. Saat itu hujan deras Mba kira tamu siapa ternyata Rifki." Ucap Rena.
" Kok Naura nggak tahu ya dia pergi kesana."
" Dia kesana sebentar hanya 3 jam terus balik lagi katanya mengejar kereta. Di suruh menginap malah nggak mau."
" Kabar Mamah Lisa bagaimana Mba? "
" Mamah Lisa baik, dia sekarang fokus sama usaha butiknya."
" Naura kangen sama Mamah Lisa, dia baik banget setiap Naura kesana saat masih ada Papah sambutannya hangat tidak seperti Mamah saat Bang Dani datang."
" Biarlah itu urusan orang tua, yang penting kita sebagai anak nya harus akur." Ucap Rena yang kini selesai menata rambutnya.
" Naura, kamu pakai kebaya ini." Ucap Rena sambil menunjukkan sebuah kebaya.
" Mba cantik banget, payetnya rapih." Ucap Naura.
" Ini hadiah dari Mamah Lisa, Mamah sengaja menjahitkan untuk kamu. Postur tubuh Mba sama kamu kan sama jadi mengukur Mba. Coba dulu pas nggak? sepertinya pas deh."
__ADS_1
******
Malam telah tiba penghulu pun sudah siap, saat itu Rifki hanya mengenakan pakaian batik dengan gugup menunggu Naura keluar dari kamarnya.
Setelah lama menunggu, Naura pun keluar kamar bersama Rena. Dimana Naura mengenakan kebaya warna putih dengan riasan wajah yang soft.
Naura duduk di samping Rifki, yang saat itu terus menatap wajah calon istri nya.
" Sudah jangan di pandangin terus buruan kasihan pak penghulu nya." Ucap Dani.
" Terlalu cantik Bang, sudah cantik malah tambah cantik." Ucap Rifki.
******
SAH
Rifky pun dengan lancar Mengucapkannya, dan kini mereka resmi menjadi sepasang suami istri secara agama.
Naura pun mencium punggung tangan suami nya, begitu pun dengan Rifki mencium kening Naura.
" Selamat ya kalian kini sudah resmi menjadi sepasang suami istri." Ucap Pak penghulu.
" Terima kasih pak." Ucap Rifki sambil tersenyum.
*******
Arya dan Lukman pun pamit setelah acara selesai.
" Terima kasih sudah datang." Ucap Rifki sambil bersalaman dengan Arya dan Lukman.
" Sama - sama, semoga pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan kalian." Ucap Arya.
" Amin.. terima kasih." Ucap Rifki.
" Maaf kita Bang tidak bisa memberikan apa -apa hanya sekedar hadiah dari kami berdua." Ucap Lukman sambil membawa sebuah buket bunga lembaran merah dari dalam Mobil nya.
" Kalian berlebihan." Ucap Rifki.
" Hanya seberapa." Ucap Arya.
" Terima kasih." Ucap Rifki. sambil menerima buket uang tersebut.
Setelah Arya dan Lukman pamit, Rifki masuk membawa buket bunga tersebut dan langsung memberikan nya pada Naura.
" Dari Arya dan Lukman." Ucap Rifki.
" Gede banget Kak." Ucap Naura.
" Ini Mba sama Abang hanya bisa kasih kado ini buat kalian, jangan di lihat dari segi isinya nya ya." Ucap Rena sambil memberikan sebuah kotak besar pada Naura.
__ADS_1
" Terima kasih Mba Rena, Bang Dani." Ucap Naura.
" Terima kasih Bang Mba Rena, sudah meluangkan waktu untuk kami berdua." Ucap Rifki.
" Sama - sama, semoga pernikahan kalian langgeng." Ucap Dani.
" Amin..!! "
" Oh iya, Abang sama Mba Rena nggak menginap disini, Abang sama Mba pesan hotel di depan pintu masuk arah Pantai, dan pagi - pagi kami harus kembali. Nanti Mba sama Abang langsung pulang." Ucap Dani.
" Loh kenapa nggak menginap disini saja, ada kamar kosong." Ucap Naura.
" Nggak lah, Abang kamu ini pengertian masa kita ganggu pengantin baru benar nggak sayang." Ucap Dani.
" Benar itu, kami mengerti waktu kalian nggak banyak jadi puas - puasin kebersamaan kalian." Ucap Rena.
" Terima kasih, jadi terharu." Ucap Naura.
******
Setelah Dani dan Rena pamit, Naura masuk kedalam rumah nya, dan Rifki langsung mengunci pintu rumah nya.
Saat Naura sedang berjalan, Rifki langsung mengangkat tubuh Naura dan membawa nya masuk kedalam kamar.
" Kakak....!!! " Teriak Naura saat tubuhnya di angkat.
" Diam jangan teriak." Ucap Rifki langsung merebahkan tubuh Naura di atas tempat tidur.
Rifki langsung membuka satu per satu kancing pakaian hingga bertelanjang dada.
" Kakak mau ngapain? " Tanya Naura.
" Kakak ingin melanjutkan yang tadi siang sempat tertunda." Jawab Rifki dengan suara yang sudah berat yang tangan nya melepaskan satu per satu riasan di kepala Naura.
" Tapi Saya ingin mandi dulu sayang, ini gerah banget." Ucap Naura yang kini tangan Rifki sudah membuka satu per satu kancing kebaya Naura kenakan.
" Kita nanti mandi sama - sama." Ucap Rifki sambil menciumi leher Naura.
Naura yang tak tahan karena tangan Rifki yang sudah memainkan kedua benda yang berada di dadanya membuat Naura me*****sah hingga membuat Rifki semakin ber******rah.
Tak terasa semua pakaian pun sudah terlepas pada dari Naura, kini Mata Rifki yang sudah sedikit sayu karena na****su semakin menatap nakal dengan tangan yang sudah berjalan kesana kemari, sehingga membuat tubuh Naura meliuk - liuk dengan suara indah yang keluar dari mulutnya yang membuat Rifki semakin memuncak.
" Kak..!! "
" Nikmati saja sayang."
Tubuh Naura sedikit meliuk - liuk saat tangan suaminya berjalan kesana kemari. Hingga suara rengekan manja dari Naura yang terdengar di telinga Rifki seakan membuat nya semakin ber******rah.
Saat sudah puas bermain - main kecil di awal kini giliran Naura yang bergantian posisi memimpin permainan. Hingga sang pemilik tubuh menikmati setiap permainan istrinya. Hingga kini berganti memimpin permainan tersebut.
__ADS_1