Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati

Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati
Selamanya Bersama


__ADS_3

" Apa?? Hamil..!!! Ucap Ibu Yuli sedikit terkejut.


" Iya Mah, Saya hamil." Ucap Naura.


" Mah, kalau Mamah memang membenci kedua orang tua saya. Tapi terima lah Saya sebagai menantu Mamah. Saya sangat mencintai Naura, Saya akan menjadi suami yang sempurna untuk Naura dan Ayah yang terbaik. Tapi bila mamah, tak bisa menerima Saya sekarang tak apa, mungkin bukan sekarang tapi esok pasti Mamah akan menerima saya." ucap Rifki.


" Saya tidak bisa jawab sekarang, mau di terima ada tidak semuanya tidak akan pernah merubah keadaan yang hanya memandang sebelah mata Saya. Sebaiknya yang harus kamu dekati dengan penuh perjuangan adalah kedua orang tua kamu bukan Saya. Karena semuanya mereka yang memulai, Saya disini hanya korban . Mereka yang awal tak suka, mereka yang menganggap Saya tak pantas, apalagi kakek Naura seorang pencuri dan menjadi napi yang kini sudah tiada. Saya yang tidak tahu apa - apa hanya menjadi korban, apalagi Saya mendapatkan fasilitas sekolah dari kakek Nenek Kamu Rifki, secara cuma - cuma semakin tak suka nya Ibu kamu. Karena kejadian itu, Saya selalu di bully dan Saya balas dendam apa yang mereka perbuat dengan menghancurkan persahabatan mereka berempat dengan memacari ayah kamu dan om nya Naura, namun kalah besar persahabatan mereka kuat, tak sampai situ Saya menjadi istri Kakak nya Luna merebut nya dari Lisa. Harta warisan Papah nya Naura jatuh pada Saya, entah rejeki Saya kakek nya meninggal dunia 60 persen harta peninggalannya buat Saya, dia hanya mendapatkan 40 persen. Semakin menjadi kebencian Luna, dan Ibu kamu pun ikut membenci Saya. Mungkin karena hoki Saya mereka semakin tak suka." Ucap Ibu Yuli panjang lebar.


" Tapi kehidupan Mamah tak seindah apa yang Mamah dapatkan." Ucap Rifki.


" Iya, mereka tetap memandang Saya sebelah mata, karena Saya salah bergaul seharusnya dengan orang biasa bukan orang seperti mereka yang terpandang sejak lahir."Ucap Ibu Yuli.


" Jadi Mamah menerima Kak Rifki? " Tanya Naura.


" Mau di terima atau tidak tetap saja dia sudah jadi menantu Mamah." Jawab Ibu Yuli.


" Makasih Mah." Ucap Naura.


*****


" Yank, kita mampir ke Ayah Bunda." Ucap Naura.


" Iya, biarin mobil parkir disini saja." Ucap Rifki yang mendapatkan anggukkan dari Naura.


Mereka berdua pun menyebrang jalan dengan bergandengan tangan, terlihat di dalam perkarangan rumah Rifki terdapat mobil Pak Rahmat.


" Ada om Rahmat." Ucap Naura.


" Iya, seperti nya sama Tante Luna." Ucap Rifki.


Naura dan Rifki pun masuk ke dalam rumah yang pintu nya terbuka, terlihat di ruang tamu mereka berempat sedang bercakap dan bercanda.


" Assalamualaikum." Sapa Rifki dan Naura.


" Walaikumsalam." Sapa mereka berempat.


" Hey... sayang." Sambut Ibu Astri sambil mencium pipi kanan dan kiri.

__ADS_1


Namun saat Naura akan mencium punggung tangan Pak Ilham dan Ibu Astri di tepisnya begitu pun dengan kedua tante dan om nya.


Naura hanya menunduk dan tersenyum kecut bahkan hal tersebut tak terlewat dari tatapan Rifki.


" Rifki apa kabar? kamu lama nggak main ke rumah kami." Tanya Pak Rahmat.


" Saya sibuk om." Jawab Rifki sambil menarik tangan Naura untuk duduk di samping nya.


" Kamu kalau kemari sendirian saja, banyak hal yang ingin kami katakan sama kamu." Ucap Ibu Astri.


" Benar apa yang di katakan Bunda kamu, lagian istri kamu tak pernah kami anggap." Ucap Pak Rahmat.


" Naura, kamu nggak malu? " Tanya Tante Luna.


" Malu untuk apa? Saya tidak punya salah." Jawab Naura.


" Nggak malu kedua mertua kamu terang - terangan menolak kamu." Ucap Ibu Luna.


" Saya nggak akan pernah malu, karena Saya sama Kak Rifki menikah secara sah. Bahkan sekarang Saya sedang hamil, seharusnya Bund sama Ayah bahagia kalau kalian akan memiliki seorang cucu." Ucap Naura.


" Apa kamu hamil? " Ucap Pak Ilham. .


" Cih.. Saya nggak akan pernah mau menganggap anak kalian cucu kami, apalagi mengalir darah Yuli." Ucap Ibu Astri.


" Kasihan banget kamu, apalagi kedua mertua kamu. Kami sebagai Om dan Tante nya saja tak pernah menganggap nya." Ucap Pak Rahmat.


" Kalian ini kenapa sih? Apakah karena Naura itu anak Mamah Yuli Hadi kalian seperti ini? Seharusnya kalian sadar, kisah masa lalu dan kalian sudah tua. Yang sudah ya sudah jangan di panjang lebarkan." Ucap Rifki.


" Kak, biarkan saja. Mungkin mereka belum puas ." Ucap Naura pelan.


" Kalau sudah seperti ini Saya nggak akan pernah mau menginjakkan kaki Saya di sini." Ucap Rifki yang sudah berdiri.


" Kamu mau menjadi anak durhaka hah? " Bentak Pak Ilham.


" Yang membuat Saya durhaka itu adalah Ayah sama Bunda, bahkan Om dan Tante pun sama. Naura ini ponakan kalian, ponakan dekat bukan orang lain. Tapi apa, kalian sama saja tidak ada rasa cinta atau kasihan sama Naura." Ucap Rifki dengan nada tinggi.


" Jaga bicara kamu Rifki." Bentak Pak Rahmat.

__ADS_1


" Kenapa Om? Apakah ada hal lain yang membuat kalian tak Sayang sama Naura? " Ucap Rifki.


" Asal kalian tahu, tidak kan kalian merugikan kami." Rifki pun beranjak pergi meninggal kan ruang Tamu dengan menarik tangan Naura dengan kasar.


Aaawwwww


" Yank sakit." Ucap Naura saat sampai di teras depan rumah Rifki.


" Maaf kan kakak." Ucap Rifki sambil mengusap pergelangan tangan Naura yang di cengkram paksa saat menarik nya.


" Apakah Kakak benar - benar akan meninggalkan Ayah sama Bunda? " Tanya Naura.


" Iya, buat apa memiliki orang tua seperti mereka hanya mementingkan ego yang keras dan tidak mementingkan ke bahagia an anak nya." Jawab Rifki yang masih emosi.


" Kak, Saya tidak ingin pernikahan kita ini sebagai anak kita jadi renggang sama orang tua kita, kita pelan - pelan ya."


" Kakak juga tak ingin seperti ini, kita juga sudah pelan - pelan mendekati Ayah sama Bunda tapi apa,mereka tetap ada di egonya."


******


Naura sambil bersila duduk di atas sofa dan menikmati Roti bakar dan Sempol ayam yang di beli kan oleh Rifki karena Naura menginginkan kedua makanan tersebut.


" Enak Yank? " Tanya Rifki sambil tersenyum dan mengusap perut Naura.


" Enak Yank." Jawab Naura sambil fokus ke acara favorite nya.


" Mau makan apa lagi? " Tanya Rifki.


" Besok belikan serabi isi pisang ." Jawab Naura.


" Ok siap, terus sama apa lagi? "


" Sama minuman boba ya."


" Sudah nggak ada lagi? "


" Nggak ada lagi."

__ADS_1


" Senang nya lihat bumil doyan makan, biasanya nggak nafsu makan di usia kandungan masih muda begini."


" Rasanya tuh Yank, nikmat banget hamil nya, si dedek nggak bikin mamah nya tuing - tuing."


__ADS_2