
" Mamah. " Ucap Naura saat malam hari Ibu Lisa, Dani dan Rena bersama kedua putra kembar nya Abil dan Abel.
Naura pun mencium punggung tangan mereka bertiga, dan mempersilahkan mereka masuk.
Dani pun membawa beberapa perlengkapan bayi mulai dari stroller, box bayi dan beberapa paper bag berisi pakaian bayi.
" Ini untuk disini? " Tanya Naura saat melihat semua barang yang di turun kan dari mobil masuk ke dalam rumah nya.
" Itu buat adik bayi Tante." Ucap Abel.
" Iya loh tadi kita yang pilih." Ucap Abil.
" Tapi ini banyak sekali, dan rencana nya juga besok ingin beli." Ucap Naura.
" Sudah kamu terima saja, mamah sengaja buat calon cucu Mamah." Ucap Ibu Lisa.
" Tapi Mah, ini berlebihan nanti bagaimana bilang sama Kak Rifki." Ucap Naura.
" Kamu itu, suami yang tinggal menghitung hari saja masih di hormati." Ucap Dani langsung di cubit Rena.
" Bagaimana pun juga dia masih suami Naura Bang, kita juga akan cerai baik - baik." Ucap Naura sedih.
" Anak kamu laki - laki atau perempuan sayang? "Tanya Ibu Lisa.
" Naura sengaja nggak ingin tahu, Naura ingin kejutan saat lahir." Jawab Naura.
" Semoga sehat semuanya nak."
" Amin..!! "
" Rifki belum pulang? " Tanya Dani.
" Belum Bang, dia malam ini bersama Putri." Jawab Naura.
" Kata nya akan banyak habiskan waktu sama kamu, sekarang malah sama dia." Ucap Dani kesal.
" Bang, biarkan saja. Putri juga kan istrinya." Ucap Rena menjelaskan.
" Iya istrinya yang terpaksa." Ucap Dani kesal.
" Sttt Dani." Tegur Ibu Lisa.
" Iya ih punya suami ini mulut gimana sih, dari tadi nyerocos terus bikin telinga makin panas saja. Jadi Saya kesal yang jadi istrinya. " Ucap Rena kesal pada Dani.
" Abang itu kesal, punya ipar kayak si Rifki." Ucap Dani.
" Iya, Rifki juga nggak ingin seperti ini jangan bikin Naura tambah sedih lah bang. " Ucap Rena.
" Kamu mulai cuti kapan? " Tanya Rena lalu mengalihkan pembicaraan.
" Senin besok sudah mulai cuti mba, HPL sih minggu depan." Jawab Naura.
*****
Naura pun melihat kamar untuk calon anak nya sudah tertata rapih, Dani mendekor kamar untuk calon ponakannya.
Naura sambil mengelus perut nya dan tersenyum sendiri.
" Nak sebentar lagi kamu akan lahir, saat kamu lahir kita akan terbiasa hidup berdua. Tapi kasih sayang untuk kamu tak akan pernah berkurang. Maaf kan Mamah kalau Mamah ambil keputusan ini kalau Mamah nggak bersama lagi dengan Papah."
*****
" Put, wajah kamu kenapa pucat begitu? " Tanya Ibu Luna.
__ADS_1
Rifki lalu menoleh ke arah Putri dan terlihat Pucat seperti menahan sesuatu.
" Kamu kenapa? " Tanya Rifki cemas.
" Perut Saya sakit dan mules seperti di remas." Jawab Putri.
" Ini kan baru masuk 7 bulan Put? " Ucap Rifki panik.
" Tapi benar ini sakit." Ucap Putri.
" Sudah kita bawa ke rumah sakit sekarang, nanti Bunda telepon Ayah suruh bertemu di sana." Ucap Ibu Luna.
*****
Naura pun berjalan sendiri memasuki sebuah Mall, untuk mengurangi rasa bete nya diri nya memutuskan untuk sekedar cuci mata.
Naura memilih beberapa pakaian untuk dia, dan beberapa pakaian bayi, setelah selesai Naura memutuskan untuk memasuki toko pakaian pria.
Naura melihat sebuah jacket, jacket kulit warna cokelat yang pas di tubuh Rifki. Saat sedang memilih jacket, Naura melihat Aldi yang sedang memilih sebuah kaos.
" Bang. " Sapa Naura menghampiri Aldi.
" Naura, mana Rifki? " Ucap Aldi sambil mengedarkan pandangan nya.
" Saya sendirian." Ucap Naura.
" Oh, Saya kira sama Rifki."
" Abang sendiri saja? "
" Sendiri saja, terus mau ngajak siapa? pacar saja nggak punya, yang di sukai masih istri orang." Ucap Aldi.
" Ehm.. Bang Saya ke kasir dulu ya." Ucap Naura.
Saat sedang mengantri tiba - tiba perut Naura sakit, dengan segera Naura melangkah mundur dan duduk di salah satu kursi.
Saat Aldi akan menuju ke arah kasir, melihat Naura seperti menahan sakit.
" Naura, kamu kenapa? " Tanya Aldi.
" Perut saya mules Bang." Jawab Naura.
Saat itu Aldi melihat darah mengalir di salah satu kaki Naura.
" Kamu mau melahirkan? " Ucap Aldi panik.
" Tolong Bang, sakit banget."
" Kita ke rumah sakit sekarang." Ucap Aldi.
Aldi pun menggendong Naura hingga mememberikan perhatian pada pengunjung. Aldi pun dengan panik membawa Naura ke rumah sakit.
" Kamu bisa kan telepon suami kamu? " Tanya Aldi sambil menyetir mobil.
" Bisa Bang. " Naura pun mencoba menghubungi Rifki namun tak kunjung di angkat.
Hingga beberapa kali namun tak di angkat bahkan di reject nya.
" Bagaimana? "
" Nggak di angkat. "
" Hubungi Bang Dani." Ucap Aldi.
__ADS_1
Naura pun menghubungi Dani dan langsung di angkat nya.
" Bang, Naura sedang jalan ke rumah sakit sama Bang Aldi. Naura sudah mau melahirkan." Ucap Naura.
" Ok Abang kesana, kamu Mau ke rumah sakit mana? " Ucap Dani dari seberang.
" Rumah sakit Harapan Bunda." Ucap Naura.
" Abang akan kesana."
******
" Berdasarkan hasil USG, istri Bapak terkena tumor dan harus di angkat rahimnya karena ini Tumor menempel pada dinding rahim dan akar nya juga sudah menjalar " Ucap Dokter yang memeriksa Putri.
" Nggak mungkin Dokter, itu pasti salah." Ucap Putri yang sedang berbaring.
" Benar itu pasti salah. " Ucap Ibu Luna.
" Saya sudah mengecek nya berkali - kali bahkan anak Ibu juga harus segera di lahir kan." Ucap Dokter.
" Saya nggak Mau di angkat rahimnya , saya ingin anak Saya lahir." Ucap Putri.
" Maaf Bu, kalau tidak di angkat ini sangat berbahaya."
" Nggak Dokter, Saya masih ingin punya anak lagi." Ucap Putri.
" Sayang, kamu harus nurut apa kata Dokter. Kita lakukan operasi sekarang dan rahim kamu harus di angkat." Ucap Rifki.
" Nggak Kak, Saya nggak Mau." Ucap Putri.
" Ini demi kamu, dan anak kita. Anak kita harus segera dilahirkan dan rahim kamu harus di angkat.Ini adalah jalan terbaik." Ucap Rifki.
" Nggak Saya nggak Mau, sudah seperti ini pasti kakak akan tinggal kan Saya ya kan." Ucap Putri.
" Kakak nggak akan tinggal kan kamu." Ucap Rifki.
" Kakak janji." Ucap Putri.
" Kakak Janji." Ucap Rifki.
Pak Rahmat pun datang bersama Pak Ilham dan Ibu Astri, di mana ke datangan mereka bersamaan bersama Ibu Lisa, dan Dani.
Ibu Lisa langsung menuju ke IGD di mana Putri pun sama satu ruangan yang hanya berjarak 3 meter.
" Ahhhhh... sakit." Ucap Naura.
" Pak Ibu harus segera di cesar karena posisi bayi nya terlilit tali pusar. " Ucap Dokter kandungan.
" Nanti Dokter menunggu keluarganya karena Saya bukan suaminya. " Ucap Aldi.
" Loh Lisa kamu ada disini? " Tanya Astri.
" Menantu kamu ada disini akan melahirkan." Jawab Lisa.
" Putri juga sama, akan melahirkan." Ucap Ibu Astri.
" Jadi Rifki juga ada disini? " Tanya Ibu Lisa.
" Iya sedang bersama Putri." Jawab Ibu Astri.
Rifki pun menanda tangani persetujuan operasi dan saat itu Aldi keluar berjalan menuju ke bagian administrasi.
" Rifki. "
__ADS_1
Rifki pun menoleh ke arah Aldi yang sedang berdiri di samping nya.