Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati

Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati
Rapuh


__ADS_3

Naura membaringkan tubuh nya saat suaminya telah pergi, air matanya terus menetes saat tahu hari ini suaminya menikah dengan sepupu nya.


" Kak, jujur Saya tak rela kamu menikah dengan Putri. Saya relakan hanya demi anak yang di kandung Putri."


Hiks... hiks.. hiks...


Naura pun lalu bangkit dari berbaring nya,dan menatap photo pernikahan nya.


" Nak, semoga kamu kelak lahir di dunia ini kamu tetap merasakan kasih sayang, kamu tetap bahagia." Ucap Naura mengusap perut nya.


Sedangkan di tempat lain, Rifki memejamkan matanya saat setelah ijab kabul selesai. Rifki tak bergeming saat Putri tersenyum bahagia sambil bergelayut manja di samping Rifki.


Rifki berusaha tersenyum saat sang juru photo memintanya untuk berfose.


" Kak, Saya bahagia sekali akhir nya Saya bisa jadi istri kakak." Ucap Putri yang selalu tersenyum bahagia tidak dengan Rifki yang hanya tersenyum kecut.


*****


Naura pun duduk di kursi taman sendiri, lalu sebuah motor berhenti tepat di seberang jalan dan mendekati Naura.


Aldi yang langsung meluncur saat di hubungi Naura, karena sebelum nya mereka pernah saling bertukar nomer ponsel.


" Pasti terjadi sesuatu antara kamu sama Rifki?" Tanya Aldi.


Naura terisak menangis di depan Aldi, lantas Aldi berjongkok di depan Naura.


" Cerita kan masalah apa yang terjadi? percaya sama Saya. " Ucap Aldi.


Hiks.. hiks.. hiks...


" Saya nggak berani cerita sama keluarga Saya, karena hubungan keluarga Saya itu tak sebaik yang di lihat bersama keluarga suami Saya. Malam ini dengan ikhlas Saya ijinkan suami Saya menikah kembali bersama seorang wanita yang dulu di jodohkan oleh kedua mertua Saya."


Hiks... hiks.. hiks..


" Rifki, kamu benar - benar sudah menyakiti hati kedua kali nya seorang wanita." ucap Aldi geram.


" Saya yakin suami Saya tidak mengkhianati Saya, ini ulah sepupu Saya. Tapi bagaimana pun hati Saya sakit, apalagi sampai hamil seperti ini. Hidup dengan berbagi itu sakit, apalagi pernikahan kami tak di restui. Mamah Saya melarang untuk hubungan ini, mungkin masalah ini yang terjadi."


" Lantas ke depan nya bagaimana? "


" Jujur, setiap hari Saya menunggu waktu Pagi agar ada suatu perubahan di kehidupan kami. Ternyata perubahan itu dari hasil menunggu waktu Pagi itu tiba adalah cinta yang ternoda."


*****


Putri memeluk tubuh Rifki saat sudah berganti dengan lingerie transparan, namun Rifki tetap diam dan terus bermain game.

__ADS_1


" Yank, apa nggak ingin menikmati malam kita Saya ini." Ucap Putri dengan suara di buat lembut.


" Tidur lah Saya capek." Ucap Rifki dengan segera mematikan ponsel nya dan memilih berbaring dan memejamkan matanya.


Putri mendengus kesal saat melihat suaminya mengacuhkan nya.


*****


" Kita pulang yuk? " Ajak Aldi.


" Kalau Abang mau pulang, pulang lah Bang. Saya ingin ke suatu tempat lagi." Ucap Naura.


" Kamu mau kemana? " Tanya Aldi.


" Tempat di mana saat Saya sedang bersedih disitulah Saya akan tinggal dan berkata sendiri." Jawab Naura.


" Abang antar ya? "


" Nggak usah Bang, Saya bisa sendiri."


" Saya tidak akan tinggal kan kamu sendiri, ini sudah malam apalagi kamu sedang hamil."


" Peduli apa dengan badan Saya, malah Saya berharap esok orang - orang mendengar kabar Saya sudah terbujur kaku."


" Apa kamu nggak ingin masa depan anak kamu secerah matahari terbit? Calon anak kamu juga sama selalu menunggu Pagi berharap setiap berganti Pagi ada sesuatu ke ajaiban."


" Anak Saya harus bahagia esok hari, tak boleh ada air mata seperti Mamah nya. Dia pun harus tahu kalau Papah nya pria yang hebat, walau entah esok hubungan kami berdua seperti apa."


" Kalau kamu sakit, buatlah suatu keputusan."


" Berpisah, itu keputusan Saya."


*****


Karena Aldi memaksa Naura untuk di antar, Motor Aldi berbelok pada sebuah makam. Aldi sempat ragu untuk membawa masuk Naura ke komplek pemakaman.


" Kamu sedang hamil, buat apa kesini malam - malam, seperti tidak ada esok hari lagi." Ucap Aldi.


" Kalau sedih, Saya datang ke makam Papah." Naura terus berjalan masuk dengan di ikuti oleh Aldi dari belakang.


Saat tepat di depan sebuah makam, terlihat masih ada seikat bunga yang sudah tampak sedikit kering.


" Assalamualaikum Papah, Naura kemari ingin seperti biasa ingin mengungkapkan isi hati Naura. Anak Papah saat ini tak lepas dari kesedihan dan mungkin ini yang membuat hati Naura rapuh untuk selama nya. Pah, seperti yang Naura ucap, Naura ingin tidur di samping Papah. Berbaring satu liang lahat bersama Papah. "


Aldi menatap Naura yang tak meneteskan air mata, mungkin air matanya sudah mengering. Aldi pun mengingat makam Melati, wanita yang sangat dia cintai walau cinta yang nya berkhianat.

__ADS_1


******


Rifki terbangun saat mendengar suara Adzan shubuh, dirinya pun langsung bangkit dan berjalan ke kamar mandi.


Saat setelah mengambil air wudhu Rifki pun langsung sholat Shubuh, hingga Putri pun bangun merasakan suami nya tak ada di samping nya.


Saat membuka mata terlihat Rifki tengah memanjatkan doa, hingga membuat Putri sangat menatap takjub suaminya.


Rifki pun telah selesai sholat Shubuh dan melihat Putri masih menatap ke arah Rifki.


" Kenapa kamu? " Tanya Rifki.


" Saya beruntung memiliki suami seperti kakak." Jawab Putri.


Rifki duduk di samping Putri dan menatap Putri yang kini telah resmi jadi istri nya.


" Kamu sekarang istri Saya, dari segi financial Saya akan tanggung jawab hingga anak kita besar, tapi maaf untuk memenuhi secara bathin Saya belum siap. Hati Saya masih menolak, karena cinta Saya hanya untuk Naura."


" Saya akan berusaha mendapatkan hati kakak, Saya akan buat kakak jatuh cinta pada saya."


******


Aldi menidurkan Naura di sebuah gajebo dekat pemakaman, saat itu Naura tak Mau beranjak pergi hingga tertidur. Aldi lantas menidurkan Naura di Gazebo setelah mendapatkan ijin dari penjaga makam saat berkeliling.


Naura membuka matanya, dan terkaget saat dirinya berada di sebuah Gazebo dan terlihat Aldi masih terjaga.


" Bang."


" Kamu sudah bangun? "


" Ya Allah maaf kan Saya, kebiasaan Saya suka tertidur di samping pusara Papah." Ucap Naura.


" Nggak apa - apa, Mau bawa pulang Saya bawa motor, Mau di bangunin kamu seperti nya capek banget. Untung saat itu ada penjaga makam berkeliling dan meminta ijin untuk bermalam disini." Ucap Aldi.


" Maaf kan Saya Bang."


" Kita pulang yuk, sebelum matahari naik ke atas. "


*****


" Kamu yakin baik - baik saja? " Tanya Aldi.


" Saya akan coba kuat." Jawab Naura.


" Ingat kamu sedang hamil jangan sampai calon anak kamu kenapa - napa."

__ADS_1


" Terima kasih Bang untuk perhatiannya, dan maaf sudah merepotkan."


" Tak apa, kalau butuh sesuatu bisa hubungi saya."


__ADS_2