
Naura melakukan berbagai aktifitas, mulai mengepel, cuci piring hingga memasak. Naura lakukan semata hanya untuk menghilangkan rasa stress nya.
Dua hari suami nya tak pulang, namun Naura tetap memasak untuk Rifki walau akhir nya Rifki tak pulang.
Naura makan sendiri di meja makan sambil sesekali terisak, berharap suaminya pulang ke dirinya.
Suapan demi suapan, Naura makan demi gizi calon sang buah hati. Saat tengah terisak, sebuah tangan kekar memeluk erat tubuh Naura. Wangi Perfume khas yang biasa di kenakan oleh suaminya sangat hafal di hidung Naura.
Hiks... hiks.. hiks...
Isak Naura, saat tahu siapa yang datang.
" Maaf kan Kakak sayang." Rifki mengecup pucuk kepala Naura yang semakin terisak.
" Malam ini hingga esok Kakak sama kamu."
Hiks.. hiks.. hiks..
" Saya nggak kuat kak." Ucap Naura.
" Kakak tetap mencintai kamu, cinta ini tetap paling besar sama kamu."
Naura memegang tangan yang memeluk nya, air matanya jatuh ke kulit tangan Rifki.
****
Naura memeluk tubuh Rifki, walau tubuh nya berusaha ingin menolak di sentuh. Hati Kecil Naura sangat merindukan belaian kasih sayang suaminya.
" Suami kamu nggak ngapa - ngapain sama Putri, tak ada hal yang seperti pasangan pengantin lakukan. Jujur hanya kamu yang kakak ingat, kakak tahu pasti hati kamu sakit dan rapuh." Ucap Rifki.
" Mungkin Ini memang sudah takdir kita kan pernikahan seperti ini, tapi bila Saya sudah tak kuat tolong lepaskan saya." Ucap Naura.
" Apakah benar kamu ingin lepas? Sedangkan tadi kamu sedang menangisi kakak." Ucap Rifki.
" Lebih baik Saya menangis karena Rindu karena masih cinta dari pada menangis karena menahan sakit."
" Suami kamu nggak akan pernah mengabulkan perceraian."
******
" Suami kamu Mana? " Tanya Ibu Luna.
" Lagi ke istri tua." Jawab Putri.
" Eh Put, kamu harus pintar mengambil hati Rifki. Dia itu sudah ada di tangan kamu, tinggal kamu berpikir bagaimana caranya menyingkirkan Naura." Ucap Ibu Luna.
" Benar sayang, Ayah setuju apa kata Bunda kamu." Ucap Pak Rahmat.
*****
Putri mencoba menghubungi Rifki namun tak kunjung di angkat hingga berkali - kali yang membuat hati Putri semakin kesal.
__ADS_1
" Berani sekali kamu kak, demi Naura kamu abaikan panggilan telepon saya." Ucap Putri kesal.
Putri tersenyum licik hingga Putri pun mempunyai ide, karena mungkin dengan pernikahan nya bersama Rifki awal membuat suatu masalah yang sangat besar.
Putri pun lantas mengirim kan sesuatu dengan senyum liciknya membuat dirinya penuh dengan kemenangan.
******
Sebuah pesan singkat keluarga di terima oleh Ibu Yuli, betapa terkejutnya saat melihat apa yang dia lihat.
Ibu Yuli marah saat tahu putrinya telah di sakiti, dengan segera Ibu Yuli beranjak pergi menuju kediaman Naura.
Saat tiba pintu rumah terbuka lebar, terlihat Naura tengah bercanda dengan suaminya.
" Naura...!!! "
Naura dan Rifki kaget saat tahu Ibu Yuli datang, dengan penuh emosi Ibu Yuli menampar kedua pipi Rifki.
Plaaaakkkk
Plaaaakkkk
Rifki hanya diam, dan dirinya pun tahu bahwa salah.
" Mamah." Ucap Naura.
" Kamu punya harga diri nggak Naura? Kamu telah di sakiti oleh pria yang sudah benar - benar berkhianat. Ini pria yang kamu benar - benar cinta mati sama dia hah...!! Mamah nggak habis pikir, kamu tega bisa - bisa nya menikah lagi bersama Putri. Kamu sadar nggak istri kamu sedang hamil, saya sudah berusaha belajar menerima kenyataan tapi apa, kamu sakiti anak saya." Ucap Ibu Yuli.
" Maaf kan Rifki Mah, ini semua nya bukan keinginan Rifki. Semuanya sudah di rencanakan, tapi karena kejadian ini Putri hamil."
" Iya Mah, maaf kan Rifki."
" Naura, kamu tinggal kan suami kamu. Buat apa kamu bertahan dengan pria yang benar - benar sudah mengkhianati kamu."
" Saya awalnya marah Mah, Saya menolak tapi hati Kecil Saya berat dan memberikan kesempatan kedua. Tapi sakit hati ini saat tahu Putri hamil, Saya relakan suami Saya menikah lagi. Tapi semakin Saya ikhlas melepaskan Saya semakin berat dengan suami Saya."
" Kamu punya harga diri tidak hah..? Kamu sudah di sakiti, apalagi kedua mertua kamu pasti senang dengan pernikahan ini. Mamah minta kamu ikut sama Mamah."
" Mah, Rifki mohon jangan pisah kan kami, tunggu sampai Putri melahirkan Saya akan cerai kan dia."
" Kamu pikir Saya percaya? Kamu pikir Saya tidak tahu dengan siapa Saya berhadapan. Sekarang kamu ikut Mamah, tinggal kan suami kamu."
*****
Dani membaca sebuah pesan keluarga tentang pernikahan Rifki dan Putri, kabar pun sudah mulai tersebar. Membuat Dani naik pitam, hingga dirinya dengan segera menyambar kunci motor menuju ke diaman Rifki.
" Bang Mau kemana? " Tanya Rena.
" Abang akan hajar si Rifki, kamu lihat ini apa? " Jawab Dani.
" Abang ini Putri, sedang bersanding dengan Rifki." Ucap Rena.
__ADS_1
" Benar - benar memalukan, Saya akan kasih pelajaran sama dia."
" Tunggu Bang, semua mengucapkan selamat apa Naura tidak memberitahu pernikahan nya padahal mereka telah resmi. "
" Kamu tahu, tak pernah ada yang peduli dengan keluarga Mamah Yuli, hanya Saya yang peduli."
*****
Buugghhh
Buuughhh
" Tega kamu sakiti hati adik Saya hah..!! "
" Maaf kan Saya Bang, maaf ini semua akibat ulah Putri hingga dia sampai hamil."
" Sudah tahu kenapa tidak kamu lawan." Bentak Dani sambil mencengkram krah Rifki.
" Coba Abang rasa kan, bagaimana menahan nya semuanya di luar kendali Saya." Ucap Rifki.
" Sekarang Mana Naura? "
" Naura di jemput Paksa sama Mamah."
" Saya ingat kan sama kamu, Saya minta tinggalkan Naura."
" Nggak Bang, Saya tetap pertahankan pernikahan Saya. Yang Saya ceraikan nanti adalah Putri."
" Keluarga adik Saya sudah terlalu capek untuk selalu di sakiti oleh kalian. Jadi lebih baik kamu tinggal kan Naura biar hidup tenang."
" Nggak Bang, sekali tidak Saya tidak akan."
******
Hiks... hiks.. hiks...
" Ini lah kenapa Mamah selalu minta sama kamu untuk jauhi Rifki, Mamah nggak Mau kamu di sakiti, di balik kebahagiaan kamu terdapat luka yang tak akan pernah sembuh." Ucap Ibu Yuli sambil menangis.
Naura hanya diam menatap ke jendela lurus dengan kamar Rifki.
" Mamah mohon nak, demi kamu dan anak kamu agar terbebas dari masalah tinggal kan Rifki tapi tidak untuk mengajari anak untuk lupa dengan Papah nya.
Naura hanya diam, dan diam tak merespon setiap ucapan Mamah nya. Yang kini Naura tak bisa lagi berkata apa - apa bahkan menangis pun sulit.
*****
Ceklek
Ibu Yuli membuka pintu rumah nya saat pintu rumah di ketuk. Sosok wanita yang dulu dia sakiti kini berada di depan nya berdiri.
" Mana Naura? " Tanya Ibu Lisa.
__ADS_1
" Untuk apa kamu tanya Naura." Jawab Ibu Yuli.
" Saya peduli dengan anak mantan suami Saya, Naura sudah seperti anak Saya sendiri jadi Saya peduli sama dia.