
Setelah puas memainkan Naura, kini giliran senjata Rifki arahkan. Dengan perlahan Rifki menghentaknya, terlihat bulir air mata pada kedua mata Naura, jemari Naura meremas punggung Rifki, Rifki pun mengalihkan rasa sakit dengan mencium bibir Naura . Hentakan semakin kencang, Naura pun menguasai permainan Rifki.
" Yank... Mau keluar...!!! "
Aaarrrrggghhh
Rifki dan Naura pun sama - sama mencapai puncak. Rifki mencium kening Naura yang bercucuran keringat.
" Terima kasih sayang." Ucap Rifki.
" Sama - sama sayang." Ucap Naura sambil mengecup bibir Rifki.
Rifki pun beralih dari atas tubuh Naura, dirinya mengambil tissue membersihkan milik nya lalu membersihkan milik Naura yang terlihat masih ada sisa bercak darah.
" Kita bersihkan di kamar mandi." Ucap Rifki
" Remuk yank, sama sakit. tadi di bolak balik sama yayank." Ucap Naura sambil memajukan bibir nya.
" Tapi tadi suka kan sama menikmati."
" Ish.. "
Rifki pun mengangkat tubuh Naura, mereka memasuki kamar mandi tanpa sehelai benang.
Hingga membersihkan tubuh yang di maksud di tambah dengan plus - plus.
********
Suara bunyi burung berkicau hingga sinar matahari masuk melalui celah angin - angin. Rifki mengusap punggung Naura yang polos tanpa kain hanya berbalut selimut sisa pertempuran mereka tadi malam.
Naura mengeratkan pelukan nya dan membenamkan wajah nya saat Rifki menghujani wajah Naura dengan ciuman.
" Yank bangun." Ucap Rifki.
" Masih ngantuk." Ucap Naura dengan suara khas orang bangun tidur.
" Suami kamu lapar Yank, apa nggak lapar hem..?? "
" Yank, akibat ulah tadi malam ini badan terasa tulang mau lepas."
" Tapi enak kan." ucap Rifki tersenyum nakal.
" Sudah bangun, masak buat suami kamu." Rifki pun bangun dan berjalan ke arah lemari untuk memakai celana dan kaos. Serta mengambil kaos milik nya yang sedikit besar untuk di gunakan pada Naura.
" Pakai, terus masak." Perintah Rifki.
*******
Naura dan Rifki berjalan menuju ke arah dapur, Naura membuka isi kulkas yang sudah terisi penuh oleh sayuran dan buah - buah an.
" Yank kapan belanja? " Tanya Naura.
" Kemarin , kemarin nya lagi." jawab Rifki.
" Kita masak apa? " Tanya Naura.
" Masak apa saja, yang penting makan." Jawab Rifki.
" Ada ikan nih, dibikin goreng sambal matah saja ya."
" Ok sayang, yang enak ya." Ucap Rifki sambil menepuk pa****t Naura.
" Dasar suami mesum." Ucap Naura yang di ketawain Rifki sambil berjalan menuju ke arah ruang keluarga.
******
" Tante Kak Rifki kemana? " Tanya Putri sambil mengedarkan pandangannya.
" Pergi sejak kemarin, besok malam baru pulang." jawab Ibu Astri.
__ADS_1
" Kemana? " Tanya Putri.
" Tante nggak tahu yang jelas sama teman - teman nya." Jawab Ibu Astri.
" Kenapa kangen ya? " Tanya Ibu Astri yang membuat Putri tersipu malu.
" Hubungi saja tanya sedang dimana." Ucap Ibu Astri kembali.
" Putri coba hubungi ya Tante." ucap Putri lalu mencob menghubungi nomer ponsel Rifki namun tak di angkat.
******
Saat selesai masak, Naura mendengar suara bunyi ponsel Rifki terus berdering yang tak di angkat. Sedangkan posisi ponselnya di samping nya.
Naura berjalan mendeket ke arah dimana Rifki duduk dan mengambil ponsel tersebut.
" Putri? " Ucap Naura saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
" Kakak kan sengaja nggak angkat malah kamu mau angkat" Ucap Rifki.
Naura berubah wajahnya menjadi kesal dan menyerahkan ponsel tersebut pada Rifki.
" Angkat tuh bunyi terus." Ucap Naura kesal.
Rifki menarik tangan Naura hingga duduk di pangkuan Rifki.
" Kakak angkat dan loudspeakers." Rifki pun mengangkat nya dan terdengar suara Putri yang di buat merdu.
" Kakak lagi dimana? " Tanya Putri dari seberang.
" Kakak lagi sama teman, kenapa? " Jawab Rifki kembali bertanya.
" Nggak hanya ingin tanya kabar, dan saya saat ini ada di rumah Kakak."
" Oh."
" Kak, saya mau kasih tahu pertunangan kita maju minggu depan."
" Sudah dulu nya Kakak sibuk." ucap Rifki yang mematikan secara sepihak.
" Apakah pertunangan ini akan tetap terlaksana? " Tanya Naura.
" Ya nggak lah Yank, sekarang kan saya suami kamu." jawab Rifki.
" Bohong."
" Kamu masih nggak percaya? Nanti kita sama - sama memberitahukan pada keluarga besar kalau kita sudah menikah.
Benar ya..?? " Ucap Naura.
" Iya sayang." Ucap Rifki.
******
" Dimatikan sepihak Tante." Ucap Putri kesal.
" Begitu lah Rifki kalau sedang sama teman - teman nya, jadi kamu harus mengerti." ucap Ibu Astri.
" Tante benar ya buat saya sama Kak Rifki bersatu."
" Pasti sayang, Tante akan satukan kalian." Ucap Ibu Astri sambil membelai rambut Putri.
******
" Ehm... Mantap sayang masakannya." Ucap Rifki saat menikmati ikan goreng sambal matah.
" Kakak nggak bakalan menyesal menikah sama Naura." ucap Naura bangga.
" Jelas nggak pernah menyesal dong karena suami kamu ini nggak salah pilih istri."
__ADS_1
" Awas saja kalau selingkuh."
" Kalau selingkuh mobil itu buat kamu."
" Ih.. Kok di kasih mobil yank, begitu sih niat banget mobil bisa beli lagi." Ucap Naura sambil cemberut.
Hahahahah...
" Tenang sayang, nggak bakalan kok."
******
" Putri." Panggil Ibu Yuli.
" Tante." Putri mendekati Ibu Yuli dan mencium punggung tangan nya.
" Kamu nggak ikut liburan sama Naura? "
" Liburan Tante? "
" Iya liburan, berangkat kemarin. Kayaknya pulang besok." Ucap Ibu Yuli.
" Kok pas banget sih sama Kak Rifki. jangan - jangan mereka liburan bareng." ucap Putri dalam hati.
" Oh itu, Saya nggak ikut Tante. lagi pengen di rumah."
" Oh kirain kenapa, yasudah Tante masuk dulu."
" Iya Tante."
******
" Yank... Lepasin ih... " Naura berusaha lari saat Rifki mendekap nya dari belakang hingga tangan nya yang sudah masuk kedalam balik dress yang di kenakan Naura.
"Bilang ampun dulu." Bisik Rifki.
" Nggak." ucap Naura.
" Ya sudah kalau nggak mau bilang ampun kakak per*****sa kamu."
" Ih.. Itu sih bukan per*****sa bilang saja minta jatah."
" Ya makan nya bilang ampun biar main nya nggak kasar."
" Nggak mau."
" Oh jadi ingin main kasar, ok hayuk."
Aaaarrrrggggg
" Yank... turunin." Teriak Naura saat Rifki menggendong Naura seperti karung.
Rifki menjatuhkan tubuh Naura di atas tempat tidur, sekali tarik dress milik Naura robek.
" Waaawww ganas." Ucap Naura.
" Katanya minta yang kasar." Ucap Rifki yang melucuti pakaian nya.
Naura bangun dan menarik lengan Rifki lalu mendorong tubuh Rifki, dan kini posisi Naura yang sudah di atas tubuh Rifki.
" Sekarang biar istri kakak yang main."
" Waw... boleh juga." Ucap Rifki sambil menatap penuh ga*****rah saat Naura memaju mundur kan milik mereka yang saling menyatu.
******
" Apa benar - benar mereka bermalam bersama? " Ucap Putri sambil berjalan mondar mandir di dalam kamar nya.
" Nggak - nggak boleh, mereka nggak boleh melakukannya. Mereka nggak boleh bersatu. Kak Rifki harus jadi milik saya. Bagaimana pun dia harus jadi milik saya."
__ADS_1
Putri terus berfikiran gelisah saat tahu dari Ibu Yuli bahwa sepupu nya sedang berlibur, sama halnya dengan Rifki dan sama - sama akan kembali besok malam.