Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati

Menunggu Pagi Untuk Prajurit Hati
Kembali Ke Masanya


__ADS_3

" Sini Yank." Panggil Rifki saat Naura sudah berada di Kodim.


Naura tersenyum pada teman - teman Rifki yang sedang duduk. Terlihat Arya dan Lukman pun tengah duduk ber dampingan.


" Makan di kantin saja ya." Ucap Rifki.


" Iya." Ucap Naura.


Rifki pun meminjam mangkok pada Ibu kantin untuk menuang bakso yang di minta Naura, sedangkan dirinya memesan nasi padang kesukaan nya.


" Enak nggak bakso nya? " Tanya Rifki.


" Lumayan sih." Jawab Naura.


" Soalnya nggak tahu bakso yang enak dimana, terus nggak suka bakso." Ucap Rifki.


" Nanti buat makan malam masak atau beli? " Tanya Naura sambil menikmati bakso nya.


" Kalau capek beli saja." Jawab Rifki.


" Nggak sih, masak saja ya kan banyak bahan masakan."


" Di atur saja, kalau malas masak beli saja.'


" Nggak kok nanti masak saja."


" Ya sudah."


" Kak."


" Hem."


" Tadi Putri ngancam saya."


" Ngancam gimana? " Tanya Rifki.


" Ya bilang yang tidak - tidak." Jawab Naura.


" Sudah jangan di ladenin."


" Terus urusan orang tua kita bagaimana? "


" Sementara menunggu dingin dulu karena sekarang suasana nya masih panas."


******


" Yanti, pesanan dari Pak Wabup bagaimana Kain nya sudah di konfirmasi? " Tanya Ibu Yuli.


" Maaf Bu, beliau cancel." Jawab Yanti.


" Cancel, kok bisa? "


" Saya juga kurang tahu, dan baju seragam Dharma wanita yang kemarin akan di jahit dari Dinas pendidikan pun nggak jadi."


" Loh kok di cancel, kita kan sudah ukur dan bahannya juga sedang dalam perjalanan. Ini bagaimana sih, tolong kamu kesana bilang semua nya sudah siap, kenapa baru sekarang cancel nggak jauh - jauh dari tadi, Ini sih rugi besar." Ucap Ibu Yuli.


" Kenapa Ya bu, tiba - tiba mereka cancel semua? " Tanya Yanti.


" Ini semua karena Ayu." Jawab Ibu Yuli.


******

__ADS_1


" Bu Naura, di ruang tunggu ada Pak Noval." Ucap Salah satu security.


Putri melirik sinis sekilas pada Naura.


" Sebentar Pak, suruh tunggu saja." Ucap Naura.


Naura pun menyelesaikan sedikit pekerjaannya lantas pergi ke ruang tunggu.


" Mas." Sapa Naura yang langsung duduk bersebrangan dengan Noval.


" Ada apa Mas? " Tanya Naura.


" Kedatangan Saya mungkin kamu juga pasti tahu Maksudnya." Jawab Noval.


" Pasti Mamah yang jelaskan." Ucap Naura.


" Kenapa kamu lakukan itu? "


" Karena saya mencintai dia yang kini menjadi suami saya."


" Saya itu mencintai kamu."


" Tapi Saya tidak mencintai Mas Noval."


" Apa hebat nya sih dia? kalau kamu menikah dengan Saya kamu dapat nama, harta dan kebahagiaan."


" Saya hanya butuh cinta, saling mencintai. Buat apa Mas berikan itu semua kalau Saya tidak mencintai mas. Jadi mulai sekarang jangan kejar - kejar Saya karena Saya tidak memiliki rasa sama Bapak." Ucap Naura sambil menatap mata Noval.


Dari jauh Putri menatap Naura yang sedang mengobrol bersama dengan Noval secara serius.


" Kamu menolak Pak Noval, dan memilih Kak Rifki. Menolak kesempatan emas pria mapan seperti dia." Ucap Putri sambil tersenyum kecut.


*****


" Pak Noval...!!! " Panggil Putri.


" Ada apa Putri? "


" Saya sangat bersedih atas kegagalan pernikahan Bapak sama Naura." Ucap Putri.


" Mungkin kita belum jodoh."


" Tapi kalau Bapak mau Saya bisa bantu Bapak untuk dapat kan Naura kembali."


" Maksud kamu apa Putri? "


******


Naura pun berboncengan motor bersama Rifki, sepanjang perjalanan pengantin baru ini tak lepas dari tawa, dan saling memegang tangan hingga tak terasa motor mereka pun sampai di rumah mereka.


" Yank mau langsung makan atau mandi? " Tanya Naura.


" Mandi dulu lah Yank gerah." Jawab Rifki sambil melepaskan seragam nya.


" Yank, tadi Mas Noval ke kantor."


" Mau apa dia? "


" Meluruskan masalah pernikahan Saya sama dia."


" Terus dia mau apa? Ingin merebut kamu dari Saya."

__ADS_1


" Intinya sih dia kecewa karena dia sangat mencintai Saya tapi tetap Saya tolak."


" Yaiyalah kamu hanya milik Tristan Anggara Rifki bukan milik Pak Kabid itu."


******


" Ini kan bukan nya dari Kabupaten M ya? Kenapa bisa sampai ke Saya untuk proyek pembuatan seragam. Dan ini juga khusus untuk anggota dewan." Ucap Ibu Lisa.


" Benar Bu, tadi mereka konfirmasi ke Saya kalau ingin menjalin kerja sama dengan ibu." Ucap Silvi.


" Bukan nya disana penjahit terkenal itu Yuli yang sudah kesohor penjahit para pejabat, kenapa tiba - tiba kemari? "


" Kalau itu nya mereka tidak bilang hanya saja mereka tahu Ibu dulu penjahit yang pernah menjahit pakaian keluarga Bupati, hingga deretan pejabat daerah sebelum Ibu bercerai."


" Iya Saya masih ingat,dan dengan sekejap semua beralih pada Yuli mulai dari sumber Rejeki hingga suami."


" Apakah mereka kemari ada masalah dengan Ibu Yuli? " Ucap Silvi menerka.


" Kalau masalah itu Saya tidak mau tahu." Ucap Ibu Lisa.


******


" Yank, bikin orak arik tempe saja ya yang sedikit simpel." Ucap Naura sambil menuangkan nasi di atas piring beserta lauknya.


" Makan kayak gini saja sudah Nikmat sayang apalagi makan nya sama kamu."


" Gombal."


" Benar loh, suami kamu nggak gombal.'


" Sudah makan jangan bicara terus."


*******


" Kalau orderan jahit kita yang biasa semuanya tak lagi sama kita bisa - bisa omset kita menurun Yanti." Ucap Ibu Yuli saat melihat pemasukan beberapa hari.


" Bahkan toko Kain kita sekarang sepi, sungguh benar - benar Ayu sama Anas mencabut semua promosi kita bahkan sekarang jahitan kita hanya kalangan masyarakat biasa sedangkan kalangan pejabat semuanya tak ada, sebentar lagi kan hari jadi proyek yang sudah di tanda tangani malah cancel." Ucap Ibu Yuli kembali.


" Yang penting masih ada yang mau jahit pakaian nya pada kita, dan toko Kain masih bisa keluar barang walau hanya beberapa." Ucap Yanti.


" Kamu ini nggak mikir apa Yanti, ini juga berdampak sama gaji kamu."


" Yanti akan terima Bu berapa pun gaji nya karena saya sudah lama bekerja sama Ibu.'


" Terima kasih Yanti, kamu memang anak baik. Dari dulu Saya itu memang berat melepaskan kamu."


" Sama - sama Bu, kita mulai dari awal lagi ya Bu, biar Yanti yang akan promosi di sosmed Saya tentang jahitan Ibu, karena Ibu sudah punya nama jadi agak mudah untuk mempromosikan lewat akun sosmed milik Saya.


******


" Dani, Mamah heran dari Kabupaten M para pejabat menjahit seragam nya sama Mamah." Ucap Ibu Lisa.


" Bagus dong, berarti mereka kangen sama hasil karya Mamah." Ucap Dani.


" Ya Mamah heran saja, hanya Kabupaten M saja dari sekitaran wilayah padahal jarak 2 jam loh."


" Jarak nggak akan jadi masalah Mah, kalau orang sudah cocok sampai mana pun akan di cari."


" Alhamdulilah Dani."


" Mah, ini Rejeki Mamah. Dan sudah dari dulu Mamah terkenal menjahit pakaian untuk para pejabat. Bahkan banyak yang mengantri ingin pakaian mereka di jahit sendiri sama tangan Mamah, tapi kan nggak mungkin Mamah akan kerjakan sendiri tanpa bantuan karyawan yang sudah terlatih."

__ADS_1


__ADS_2