
setelah kepergian ibunya intan menjadi hidup sendiri , sebelumnya mila menawarkan intan agar tinggal di apartemennya yang ia tinggalkan ke amerika untuk pergi kuliah, namun intan menolak ia memilih tinggal di tempat diamana ia tinggal, mila sudah menawarkan berbagai bantuan untuk intan namun intan tetap menolaknya, ia bekerja di restoran untuk mencukupi kebutuhan sehari harinya ,intan pergi bekerja setelah pulang dari kuliahnya, ia kuliahpun karena mendapat beasiswa dari kampus putra bangsa
intan sudah mengikhlaskan kepergian ibunya, ia juga sudah mengetahui kalung dan buku miliknya namun ia tidak mengingat kejadian apa yang menimpanya waktu itu, ia hanya menyimpan kalung dan buku itu namun ia tidak membukanya sama sekali ,entahlah kenapa ia tidak membuka bukunya padahal mungkin ia bisa mendapatkan informasi tentang keluarganya
angga juga kuliah di kampus yang sama dengan intan yaitu kampus milik sahabatnya , angga memiliki sahabat yang lebih tua darinya ,mungkin pantas di sebut kakak ,angga sebenarnya juga sudah memegang perushaan ayahnya karena ia anak tunggal dari keluarganya jadi ia harus bisa belajar dan memahami tentan politik perusahannya mulai dari sekarang, angga pergi ke perusahaannya setelah pulang dari kampusnya ia akan langsung barangkat keperusahaannya , namun ia juga sering memantau intan karena mengingat pesan dari alm ibu intan ,namun intan tidak mengetahui hal itu
*********
siang harinya intan pulang dari kampusnya karena sudah tidak ada jadwal lagi hari ini,
ia pergi kerestoran dimana tempat ia bekerja,
setelah sampai ia langsung melakukan tugasnya yaitu sebagai pelayan
__ADS_1
saat intan sedang membawa kopi dengan nampannya ada seseorang yang menabraknya dengan sengaja dan membuat kopi itu tumpah di bajunya
"aaaawww panas "rintih intan
"oohh panas yaa ?"tanya tania dengan senyum liciknya
tania adalah anak dari keluarga terpandang ia juga teman kampus intan ,namun sikapnya tidak pernah baik terhadap intan , entah kenapa itu terjadi ia selalu menganggap intan musuh, mungkin karena laki laki pujaan hatinya dekat dengan intan atau entahlah
"kenapa ?, kaget ?"tanya tania dengan (watados) wajah tanpa dosa
"kenapa kamu disini ?"tanya intan dengan nada sopan, ia lupa bahwa tempat ia bekerja adalah tempat umum entahlah kebodohanya datang dari mana
"hah, kamu pake nanya kenapa aku di sisni ? suka suka aku dong mau kemana aja! lagian kamu lupa atau bodoh inikan tempat umum "jawab tania dengan wajah liciknya sepertinya ada hal yang ia rencanakan terhadap intan
__ADS_1
intan terdiam karena apa yang dikatakan tania memang benar ia sampai tak kepikiran hal kecil itupun
"bukannya layanin gw malah bengong "ketus tania sambil menarik kursi untuk duduk
"eh kamu mau pesen apa ?"tanya intan sambil memberikan menu menu menu yang ada
intan sebenarnya masih merasa perih karena tanganya yang tadi kena kopi panas ,untungnya gelas itu tidak jatuk ke lantai hanya tertumpah di nampan itu dan terkena tangan intan, intan tidak mengetahui bahwa ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya dari awal ia datang
"emm gw mau minum jus jeruk aja" jawab tania dengan santai ,saat intan akan melangkah kakinya tersandung dan membuat gelas yang tadi hampir jatuh menjadi jatuh beneran bersamaan dengan tubuh intan yang jatuh
"aaaww "rintih intan ,ia tahu bahwa yang membuat ia terjatuh adalah tania ,tania sengaja menjulurkan kakinya agar intan terjatuh dan usaha tania berjalan dengan mulus
"eh lo payah banget si plus lebay lagi ,klo gini lo kerja yang ada bikin restoran ini rugi !"omel tania dengan nada suara yang keras membuat intan menjadi sorotan mata mata orang yang sedang ada di sana , intan tak menghiraukan perkataan tania ia langsung membereskan pecahan gelas itu dan pergi ke belakang
__ADS_1