
di dalam sebuah ruangan terlihat sepasang pengantin baru yg sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing.
Ian yg sedikit lagi selesai dengan segala urusannya dan Ara yg masih sibuk melepaskan segala aksesoris yg menempel di sana-sini masih belum selesai juga, belum lagi makeup yg belum di bersihkan, baju yg belum di ganti dan lain sebagainya.
Ian yg merasa kasihan dan sedikit kesal karena menunggu istrinya itu selesai dengan semuanya akhirnya memutuskan untuk membantu Ara.
dengan hati-hati, Ian membantu melepaskan jepitan-jepitan di rambut Ara, karena tidak ingin membuat istrinya kesakitan dan rambutnya rontok Ian pun melakukannya dengan sangat pelan.
dengan nada yg sedikit keras dan dengan keadaan rumah yg memang sudah sepi karena orang-orang sudah istirahat di kamar masing-masing, Ara dan ian mulai memperdebatkan kelakuan ian yg membantu Ara.
a : "kenapa pelan banget sih sayang ? lamaan lepasnya..."
i : "iya, tunggu sebentar sayang, aku takut kamu kesakitan nanti.."
a : "justru kalo kamu lama, aku makin sakit sayang.."
i : "masa sih sayang ?"
a : "iya, makanya cepetan, tapi hati-hati ya jangan kenceng-kenceng.."
i : "iyaaaa.."
tanpa Ara dan ian tau seseorang sedang berada di depan pintu kamar mereka, orang itu tertawa mendengar perdebatan pengantin baru tersebut dengan bayangan yg tidak-tidak yg ada di pikirannya.
"dasar, anak muda jaman sekarang, nggak sabaran banget.."
orang tersebutpun tersenyum dan sesaat orang tersebut akan melangkahkan kakinya pergi meninggalkan kamar ara, terdengar jeritan dari dalam kamar. akhirnya orang itu kembali diam di tempatnya.
a : "aaaah, sakit sayang.. pelan-pelan dooong.."
i : "maaf sayang, aku nggak sengaja.."
a : "ya udah ah biar aku aja, sedikit lagi ini.."
i : "ya udah.."
tanpa seseorang yg ada di luar tau, Ian pun berjalan ke arah pintu keluar, niat Ian ingin mengambil air minum ke dapur, saat Ian membuka pintu, Ian terkejut, melihat sosok ayah mertuanya di depan pintu kamar mereka dengan senyuman yg susah untuk di artikan dan tanpa merasa bersalah sedikitpun karena telah menguping pembicaraan anak-anak nya itu.
i : "ayah...!!!!"
tanpa menjawab, ayah mertuanya itu pun hanya tersenyum dan mengangkat-ngangkat alis nya, Ian yg loading dengan sikap ayah mertua nya itu pun hanya diam dan berpikir tentang apa yg harus Ian katakan.
i : "kenapa yah ??"
tanya ian yg penasaran.
lagi-lagi, ayah mertuanya hanya memberikan kode dengan melirikan matanya ke arah pintu kamar.
Ian yg mulai sadar dan mengerti apa maksud mertuanya itu pun langsung membulatkan matanya dan membuka mulutnya, karena mungkin yg di maksud oleh ayah mertuanya itu adalah sesuatu yg di lakukan oleh pengantin baru.
i : "ayah denger semuanya ??"
bisik Ian pada ayah mertuanya.
ayah : "denger apaan ??"
pura-pura tidak tau.
i : "ayaaah.."
ayah : "ayah tadi nggak sengaja lewat kamar kalian, ayah tadi abis dari dapur ngambil air, eeh malah denger yg lagi......"
__ADS_1
ayah menggantungkan kata-kata nya, membuat Ian malu.
i : "aaah, nggak ko yah, kita belum ngapa-ngapain, tadi Ian lagi..."
belum sempat ian selesai dengan kata-katanya, ayah memotong perkataan ian dengan cepat dan sedikit berbisik.
ayah : "ngapa-ngapain juga nggak apa-apa kali Yan, kan udah sah ini, udah hak kamu juga.."
ucap ayah sambil pergi meninggalkan ian yg masih mematung dan menatap kepergian ayah mertuanya itu di depan pintu kamarnya.
Ian yg dari tadi keluar dari kamar belum juga kembali, membuat Ara sedikit khawatir, saat Ara hendak berdiri, Ian pun masuk.
a : "kamu abis ngambil minum atau abis apa sih.."
i : "ya abis minumlah sayang.."
a : "trus kenapa itu muka kaya gitu ??"
Ian pun mulai duduk di kasur nya, Ara mendekat dan duduk di samping Ian.
i : "tadi ada ayah di depan pintu kamar kita.."
a : "ya terus..???"
i : "ayah denger obrolan kita tadi.."
a : "obrolan yg mana ??"
i : "yg waktu aku bantuin kamu lepasin jepitan rambut kamu, kamu sadar nggak kata-kata yg udah kita ucapin ??"
sejenak Ara mengingat kembali kejadian tadi, tentang perdebatan antara dirinya dan ian. setelah sadar dengan apa yg di katakannya tadi Ara pun melorotkan matanya dan menutup mulut nya dengan kedua tangannya.
a : "ya ampun...."
a : "gimana dong sayang ??"
tanya Ara pada Ian dengan nada panik.
i : "ya nggak gimana-gimana, mau gimana lagi, kita realisasiin aja khayalannya ayah.."
goda ian pada Ara yg mulai melingkarkan tangannya di pinggang Ara.
a : "ma.. maksud kamu sayang ??"
Ara mulai gugup, Ian tidak menjawab perkataan Ara, ia hanya memberikan kode dengan senyuman dan mengangkat-angkatkan alis nya.
i : "ayolah sayaaang.."
Ara mulai sedikit menggeser-geserkan duduk nya, sedikit demi sedikit menjauhi Ian, namun ian terus saja mendekatkan dirinya pada Ara.
a : "nanti dulu ya sayaaang, aku belum selesai.."
i : "belum selesai apalagi sih sayang ??"
a : "kita kan belum buka kado, dan juga tadi kan kamu di Amanatin sama ka Jo buat buka kado dari dia.."
i : "aah iya kamu bener juga sayang, aku juga penasaran apa yg di kasih sama Jo ke kita, soal nya dia bilang harus cepet-cepet di buka.. kadonya dimana sayang ??"
a : "kayanya yg itu deh sayang.."
i : "yang ini ??"
__ADS_1
tanya ian sa.bil menunjukan kotak hadiah warna kuning.
a : "bukan yg ituuu, kayanya yg di bawahnya deh, soalnya kata ibu, kalo nggak salah kotaknya warna krem trus ada pita gold nya gitu.."
i : "yg ini kali ya sayang ??"
Ian memperlihatkan sebuah kotak yg persis dengan ciri-ciri yg di sebutkan Ara tadi.
a : "iya, kayanya yg itu deh sayang, sini bawa sayang.."
Ian pun membawa kotak tersebut dan kembali duduk di ranjang bersama istrinya.
a : "kira-kira isi nya apa ya sayang..??"
tanya Ara pada Ian karena penasaran.
i : "kita buka aja ya sayang.."
saat kotak itu di buka, betapa terkejutnya ian dan Ara, karena melihat beberapa bungkusan permen yg memenuhi kotak tersebut, terlihat sebuah surat yg ada di bawah tumpukan permen tersebut.
a : "liat deh sayang, ada amplop di bawahnya.."
Ara mengeluarkan amplop berwarna putih dan berukuran besar tersebut, tidak hanya satu amplop tapi ada 3, Ara dan ian pun mulai membukanya dan membacanya bersama.
"dear pengantin baru..
sorry gue nggak ngasih kalian berdua kado yg bagus dan mahal tapi semoga kalian suka sama hadiah yg gue kasih buat kalian berdua.."
itu adalah isi dari amplop yg pertama.
"tapi gue nggak tega kalo liat kalian sedih karena gue nggak kasih hadiah..
semoga kalian suka sama hadiah yg gue kasih ya..."
itu isi amplop yg ke dua.
betapa terkejutnya Ara dan ian melihat isi dari amplop yg ketiga.
a : "nggak salah ini ka Jo ngasih ini ke kita sayang ??"
i : "*aku juga nggak tau sayang.. tapi liat deh ada catatan kecil disini.."
"**gunakan kesempatan ini, gue mau pas kalian pulang bawa kabar bahagia***.."
a : "sayang, inikan...."
ya, kado yg di berikan oleh Jo kepada Ara dan Ian adalah tiket bulan madu ke luar negeri, tepat nya ke Maldives.
Jo yg tau keinginan Ara dari dulu untuk bisa liburan ke sana pun hanya bisa memberikan tiket tersebut sebagai hadiah pernikahan untuk mereka.
Ara yg terlihat sangat senang pun memeluk suaminya dan Ian pun membalas pelukannya.
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
*