Mutiara Yang Hilang

Mutiara Yang Hilang
#34


__ADS_3

a : "lelah nyaaaa.."


ujar Ara sambil membanting kan badan nya ke atas kasur.


Ian yg mengikutinya dari belakang dengan membawa beberapa tas belanjaan hanya tersenyum melihat kelakuan istrinya itu.


dari tadi siang Ara tidak henti-hentinya melangkahkan kakinya di jalanan kota Maldives, melihat-lihat barang di toko suvenir, mengambil gambar masing-masing dan lain sebagainya. mereka hanya istirahat sebentar, itupun hanya untuk makan siang dan setelah itu merekapun meneruskan perjalanannya.


oleh sebab itulah Ara sangat kelelahan.


a : "aku harus merendam kaki ku ini di air hangat.."


ujar Ara pada dirinya sendiri, kemudian Ara pun bangkit dari rebahannya dan pergi menuju kamar mandi.


"daripada cuman kaki doang, sekalian berendam ajalah**.."


gumamnya.


Ara mengisi bathub nya penuh dengan air hangat yg cenderung sedikit panas, dengan busa sabun yg sangat banyak sehingga saat Ara berendam tubuhnya akan tertutup dengan busa yg sangat banyak tersebut dan di tambah beberapa tetes aroma terapi yg bisa merilekskan.


sesaat sebelum masuk ke dalam bathub, Ara memutar musik klasik kesukaannya dan setelah itu Ara pun masuk kedalam bathub, Ara merasa kalau ini adalah momen terbaiknya selama ini. setelah capek berkeliling, lalu berendam air hangat.


"nikmat mana lagi yg kau dustakan.."


saking merasa nyaman dan rileksnya, Ara pun memejamkan matanya dan mulai tertidur.


sudah hampir 1 jam Ara di dalam kamar mandi. Ian yg sedari tadi menunggu Ara ke luar dari kamar mandi pun merasa khawatir, kenapa istrinya itu lama sekali di dalam kamar mandi.


i : "Ara ko lama banget sih di kamar mandinya.."


Ian pun bangkit dari duduknya dan menuju kamar mandi, untungnya kamar mandi nya tidak di kunci sehingga ian bisa langsung masuk dan mengecek keadaan Ara.


i : "aish.. kau ini buat aku khawatir saja.."


ujar ian saat melihat istrinya sedang tertidur pulas di dalam bathub.


kemudian Ian pun membangunkan Ara.


i : "sayang, bangun.."


Ian membangunkan Ara dengan mengelus rambut Ara.


i : "sayang, ayo bangun, kamu udah kelamaan berendam nya.."


Ara yg merasa ada yg mengelus-elus nya pun akhirnya mulai sedikit membuka matanya.


setelah beberapa kali Ara mengedipkan matanya, barulah Ara sadar kalau saat ini Ara sedang di dalam bathub.


a : "aaah, ngapain kamu disini ??"


Ara berteriak saat melihat suaminya berada di pinggir bathub.


i : "udah hampir 1 jam kamu berendam, aku takut kamu kenapa-kenapa, ya udah aku masuk aja buat mastiin.."


ujar ian dengan jujur.


a : "1 jam ??"


i : "hampir sayang.."


a : "makasih ya sayang udah bangunin aku, mungkin aku terlalu lelah, tapiii......."


kata-kata Ara terhenti.


i : "kenapa ??"


tanya ian penasaran.


a : "kamu bisa keluar dulu nggak ? aku mau mandi dulu.."


ujar Ara malu, karena memang selama ini Ian dan Ara belum melakukan apapun dikarenakan ara masih merasa canggung. jika pun biasa nya pasangan akan terbiasa dengan berganti baju dan lainnya bersama dengan bebas, tapi tidak dengan Ara dan ian. mereka (tepatnya Ara) belum bisa seperti itu.


i : "kau ini.... aku kan suami mu.."


a : "iya aku tau kau memang suami ku.."


jawab Ara polos.


i : "kenapa harus malu coba ? kan nanti malam kita akan memulainya.."


ujar ian dengan nada datar dan berdiri dari jongkoknya tadi.

__ADS_1


i : "ya sudahlah.."


ujar ian dengan nada seolah-olah dia marah, tapi sebenarnya ian hanya sedang berpura-pura marah karena ingin melihat bagaimana reaksi Ara nanti jika keinginan Ian di tolaknya. Ian pun berdiri dan keluar dari kamar mandi.


a : "Ian marah ??"


tanya Ara pada dirinya sendiri dan mulai keluar dari bathtub menuju shower, tapi sebelumnya Ara mengunci pintu kamar mandinya dulu, takut nanti Ian masuk lagi.


saat ada di bawah siraman air shower pun Ara terus memikirkan hal tadi.


Jakarta


sambungan telepon terhubung....


"ngapain ka Jo nelpon, perasaan urusan kerja udah beres semua deh.."


gumam Dewi.


j : "kamu lagi ngapain ?"


d : "nggak lagi ngapa-ngapain ka, kenapa emang ?"


j : "kamu bisa keluar sebentar ?"


d : "maksud kakak ?"


tanya Dewi heran.


j : "keluar aja dulu, aku di luar.."


Dewi yg mendengar kalau Jo sedang berada di luar rumahnya pun akhirnya buru-buru melihatnya dari jendela kamarnya dan benar saja, mobil Jo terparkir di depan gerbang rumahnya.


d : "ngapain kakak disitu ??"


tanya Dewi yg masih melihat Jo dari balik jendela.


j : "kamu mau keluar atau aku yg masuk ke dalem ??"


tanya Jo dengan nada sedikit mengancam.


d : "terserah kakak aja, mau masuk juga nggak apa-apa.."


j : "oke, aku masuk nih.."


saat Dewi melihat Jo mulai menyalakan dan melajukan mobilnya, dewi pun bergegas keluar kamar dan turun.


tanpa basa-basi Jo pun masuk dan memarkirkan mobilnya di halaman rumah Dewi, kemudian turun dan menekan bel rumah Dewi.


ibunya dewi yg mendengar suara bel berbunyi pun keluar dari kamarnya dan hendak membukakan pintunya, namun keburu terhalang oleh dewi.


d : "mamah mau kemana ?"


tanya Dewi dengan sedikit ngos-ngosan karena berlari dari kamar nya.


mamah : "mamah mau bukain pintu, kenapa emang ? trus kenapa kamu ngos-ngosan gitu ?"


tanya ibunya.


d : "nggak kenapa-kenapa, biar Dewi aja yg bukain pintunya, mamah balik ke kamar aja istirahat, udah jam 8 malem juga.."


ibunya dewi pun tidak menjawab dan malah menautkan kedua alisnya dan menatap anaknya dengan intens, karena heran dengan tingkah anaknya.


akhirnya ibunya dewi pun pergi, namun tanpa Dewi tau, ibunya tidak benar-benar masuk ke dalam kamarnya, ibunya sedikit membuka pintu kamarnya dan mengintip, karena penasaran dengan tamu yg datang malam-malam ke rumahnya.


dengan nafas yg masih sedikit ngos-ngosan, Dewi pun merapikan rambutnya dan bajunya.


Jo yg sedari tadi menelan bel rumah Dewi pun mulai sedikit kesal karena belum ada juga yg membukakan pintu, saat Jo akan menekan bel nya kembali belum sempat tangannya menyentuh bel, pintu pun terbuka.


Jo melihat Dewi yg membukakan pintunya, dengan dandanan khas orang yg akan istirahat. baju tidur dari bahan yg halus berwarna biru tua, rambut yg di ikat di bawah dan wajah polos tanpa makeup membuat Dewi terlihat begitu cantik natural.


Jo yg melihatnya pun hanya bisa diam dengan mata yg menunjukan binar-binar keterpukauan nya.


d : "ada apa kakak malam-malam kesini ?"


Jo pun mulai tersadar saat Dewi bertanya padanya.


j : "apakah seperti itu kau memperlakukan tamu ?? ah maksud aku, kamu nggak mempersilahkan aku masuk dulu atau apa gitu..??"


tanya Jo dengan nada sedikit menyindir namun sekaligus merasa sedikit tidak enak hati dengan perkataannya barusan.


d : "aaah, silahkan masuk dulu.."

__ADS_1


Jo pun masuk ke dalam rumah setelah di persilahkan masuk oleh sang Lilik rumah.


ibu Dewi yg sedari tadi penasaran pun akhirnya sudah tidak penasaran lagi dengan siapa tamu yg datang malam-malam seperti ini. ibunya dewi pun tersenyum kemudian menutup pintu kamarnya.


d : "silahkan duduk ka, aku ke dalem dulu.."


Dewi pun pergi ke dapur dan datang dengan membawa nampan berisi air minum dan cemilan.


d : "silahkan di minum ka.."


j : "makasih, aku nggak bakalan lama ko, udah malem juga.. aku kesini hanya ingin memberikan ini pada mu.."


ujar Jo to th poin dan memberikan sebuah paper bag berwarna biru muda yg cukup lumayan besar ukurannya.


d : "ini apa ka ??"


Dewi pun mengambilnya dan ingin membukanya namun tiba-tiba...


j : "jangan dulu di buka.."


d : "loh, kenapa ?"


tanya Dewi heran.


j : "nggak kenapa-kenapa.. ya udah, kalo gitu aku pulang dulu.."


ujar Jo dan berdiri, Dewi pun ikut berdiri.


d : "aku antar sampai depan.."


ujar Dewi sambil membawa hadiah dari Jo di dekapannya.


Jo yg melihat Dewi membawa hadiah di dekapannya pun tersenyum.


"andaikan aku yg jadi paper bag itu..."


ujar Jo dalam hati.


sesampainya di luar, Jo pun langsung ke dalam mobilnya dan membukakan jendela mobil kirinya.


j : "aku pulang dulu ya.."


pamit jo pada Dewi


d : "iya, hati-hati di jalan.."


jawab Dewi sambil tersenyum.


Jo pun ikut tersenyum dan mengangkat tangannya seperti orang yg hendak melambaikan tangan ke arah Dewi, Dewi pun membalas lambaian tangan jo dengan malu-malu.


akhirnya Jo pun menutup kaca mobilnya dan melajukan mobilnya pulang.


"berasa lagi di apelin pacar aja.."


gumam hati Dewi dan tersenyum, kemudian masuk ke dalam rumahnya.


"berasa lagi ngapelin pacar aja.."


ujar Jo pada dirinya sendiri dan tersenyum.


*


*


*


*


*


*


*


"sedih akan hilang, senang akan datang..


gumam akan bertukar, jika kau berujar..


hidup akan berputar, jika kau pintar.."


(terimakasih untuk kalian semua yg sudah mendukung karya aku ini, semoga karya aku ini bisa membuat kalian semuanya suka dan terhibur) 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2