
siang hari nya, sesuai rencana tadi pagi, Dewi akan pulang ke rumahnya untuk melihat keadaan ibunya. Jo yg selalu setia berada di samping Dewi pun ikut menengok calon mertuanya itu.
selama di perjalanan, Dewi tak henti-hentinya merasakan kekhawatiran terhadap kondisi ibunya, apakah sudah sedikit membaik atau malah sebaliknya.
dalam ke khawatiran yg Dewi rasakan, Dewi juga sempat memikirkan Jo, siang ini harusnya dia makan siang, Dewi takut Jo akan sakit jika ia telat makan. Dewi yakin, ibunya siang ini pasti tidak akan masak, oleh karena itu, dengan inisiatif nya sendiri, Dewi memesan makanan secara online, setidaknya saat Dewi tiba di rumahnya makanan juga akan tiba tidak lama kemudian.
20 menit kemudian..
sampailah Dewi di rumahnya, Dewi buru-buru masuk ke dalam rumahnya sambil memberi salam dan bergegas ke kamar ibunya.
Dewi mengetuk pintu kamar ibunya dengan hati-hati karena takut jika ibunya sedang istirahat.
tok.. tok.. tok..
"mah.."
belum ada jawaban dari dalam.
"mah.."
"masuk sayang.."
akhirnya, ibunya menjawab panggilan dari dewi dan benar saja, ibunya Dewi masih berbaring.
"gimana ? udah baikan atau mau ke dokter ?"
tanya Dewi yg kemudian duduk di sebelah ibunya yg mencoba untuk duduk.
"mamah udah lumayan enakkan ko, besok juga pasti sembuh.."
jawab ibunya Dewi sambil tersenyum manis karena tidak ingin anaknya khawatir.
Ting.. tong.. (suara bel rumah berbunyi)
"siapa ?"
"paling juga tukang anter makanan, tadi aku pesen makanan buat kita makan siang.."
ujar Dewi menjelaskan.
"ya udah, biar aku aja yg ke depan, kamu temenin mamah disini.."
ujar Jo kemudian keluar menuju depan.
Dewi dan ibunya yg mendengar Jo memanggil ibunya Dewi dengan sebutan mamah pun saling pandang kemudian tersenyum, wajah Dewi pun terlihat sedikit memerah karena malu.
"ko lama ya.."
ujar Dewi karena Jo belum juga kembali ke kamar ibunya. tak lama kemudian, Jo pun muncul.
"maaf lama, tadi aku nyiapin dulu semuanya di dapur.."
jawab Jo sambil membawa beberapa piring berisi lauk dan nasi juga bubur untuk ibunya dewi.
"karena mamah lagi sakit, kita makan siang bersama disini aja ya, gak apa-apa kan mah ?"
"nggak apa-apa sayang.."
jawab ibunya Jo penuh kasih sayang.
mereka pun makan siang bersama di dalam kamar, sesekali mereka berbincang mengenai rencana pernikahan Jo dan Dewi dan lainnya.
__ADS_1
"ini udah lebih dari jam kantor, kalian nggak kembali ke kantor ?"
"nggak mah, mulai hari ini, aku sama Dewi kerja setengah hati di kantor dan setengah hari di rumah, biar bisa jagain mamah sama biar nggak cape-cape ngurus semua di kantor, kan kalo di rumah lebih enak.."
jawab Jo menjelaskan. ibunya Dewi hanya tersenyum dan mengangguk.
setelah makan siang dan meminum vitamin, ibunya Dewi kembali beristirahat, sedangkan Dewi dan Jo memulai kembali pekerjaan mereka di ruang keluarga.
layak di kantor, tidak ada suara atau percakapan di antara mereka, mereka fokus dengan pekerjaan mereka dengan niatan agar segera selesai.
waktu menunjukkan pukul tiga sore, sebentar lagi waktunya ashar.
"udah ?"
tanya Jo pada dewi.
"belum, kenapa ?"
"udah aja dulu, bentar lagi ashar, kita berjamaah dulu, ajakin mamah juga.."
mendengar ajakan Jo untuk beribadah bersama, membuat Dewi tersenyum bahagia, betapa beruntungnya dia mendapatkan laki-laki seperti jo. Dewi pun berdiri dan melangkah menuju kamar ibunya.
di buka pintu kamar ibunya, ternyata ibunya Dewi sedang mencoba untuk duduk.
"mamah mau kemana ?"
tanya Dewi sambil membantu ibunya duduk.
"mamah mau tayamum, mamah belum bisa ngambil air wudhu, badan mamah masih lemes.."
"ya udah, Dewi bantu. abis itu kita sholat berjamaah ya mah.."
adzan pun berkumandang.
ibunya Dewi dan Dewi sudah bersiap menjadi makmum, meskipun ibunya Dewi harus sholat sambil duduk di tempat tidur tapi hal ini menjadi suatu kebahagian yg tak ternilai bagi dirinya di usianya saat ini.
setelah selesai sholat, Dewi membantu ibunya untuk berbaring kembali di tempat tidurnya. setelah selesai membantu ibunya, Dewi dan Jo kembali ke ruang keluarga untuk membereskan berkas, laptop dan lain sebagainya yg ada di meja. setelah selesai, Jo pun berpamitan pulang.
"aku pulang.. besok aku jemput kamu.."
ujar Jo pada Dewi saat berada di teras luar rumahnya.
"iya, hati-hati di jalan.."
Jo pun memeluk Dewi sebentar kemudian masuk ke dalam mobilnya dan mengemudikannya menuju rumahnya.
"semoga kita bisa bersama dan tak ada halangan apapun yg menghadang dalam hubungan kita"
gumam Dewi dalam hatinya saat mobil Jo mulai menjauh dan tak terlihat.
saat Dewi sudah masuk ke dalam rumahnya dan belum jauh dari pintu masuk, bel rumahnya berbunyi. Dewi pun kembali berbalik ke arah pintu. di bukalah pintu oleh Dewi seraya menjawab salam dari tamu yg datang.
"waalaikumsalam.. kirain siapa, ayo masuk.."
ujar Dewi saat melihat tamu yg datang adalah Ara dan ian.
Ara dan ian pun masuk ke dalam rumah Dewi, berasa sudah seperti di rumah sendiri, Ara langsung menanyakan dimana ibunya Dewi.
"mamah mana ?"
"mamah lagi istirahat, lagi nggak enak badan katanya, di ajakin ke dokter nggak mau.."
__ADS_1
tanpa basa-basi Ara pun langsung menuju kamar ibunya Dewi.
tok.. tok.. tok..
"mah, ini Ara, Ara boleh masuk nggak ?"
"masuk aja sayang.."
setelah mendapat jawaban dari sang punya kamar, Ara pun langsung masuk dan mendekat kemudian duduk di samping ibunya Dewi yg sedang berbaring.
"mamah kenapa ? sakit nggak bilang-bilang Ara, Ara kan bisa jagain mamah kalo Dewi di kantor.."
"mamah nggak apa-apa ko sayang, cuman butuh istirahat sebentar sama minum vitamin, besok juga pasti sembuh ko.. oh ya, gimana keadaan cucu mamah ?"
tanya ibunya Dewi sambil memegang perut Ara yg masih rata.
"Alhamdulillah cucu mamah baik-baik aja dan kata cucunya mamah ini, nenek nya harus cepet sembuh dan sehat-sehat selalu, supaya nanti bisa main bareng.."
ibunya Dewi pun tersenyum mendengar perkataan Ara.
"semoga nanti Dewi juga bisa langsung dapet momongan ya.. kamu harus disini, temenin mamah pas Dewi nikah Minggu depan.."
"iyaaa, Ara temenin mamah.. eh tunggu, Minggu depan ?"
tanya Ara pada ibunya Dewi dengan tatapan heran kemudian melihat ke arah Dewi.
"ko Lo nggak cerita.."
"kemaren gue mau cerita, cuman gue lupa, tadinya hari ini gue mau ke rumah Lo, eh mamah sakit, konsentrasi gue jadi ke pecah, lupa deh.."
jawab Dewi panjang lebar sambil tersenyum tanpa perasaan bersalah pada Ara.
Ian yg melihat Ara dan Dewi yg berdebat, sudah tidak asing lagi baginya.
"oh ya, ini buat mamah.."
ujar ian sambil memberikan sebuah bingkisan berisi buah-buahan dan sedikit makanan.
"terimakasih sayang.."
jawab ibunya dewi, tapi Dewi yg menerima bingkisan tersebut. mereka pun melanjutkan obrolan mereka dengan banyak cerita dan tawa.
*
*
*
*
*
*
*
nikmatilah jika tuhan berikan mu sakit, karena dia ingin kamu lebih mengingatnya dan dekat dengannya.
nikmatilah jika tuhan berikan mu susah, berarti Tuhan ingin kau berusaha lebih giat dengan terus berdoa meminta berkah padanya.
nikmatilah jika tuhan berikan mu sedih, mungkin Tuhan ingin kau mengingat dan bersyukur atas bahagia yg kau rasa sebelumnya.
__ADS_1