
merasa jam makan siang sudah akan hampir habis, Ian pun meminta ijin pada Ara untuk kembali ke kantor nya namun dengan tiba-tiba Ara tidak ingin Ian pergi kemana-mana sekalipun itu ke kantor.
"tapi sayang, kerjaan aku belum beres.."
"aku bilang jangan ke kantor ya jangan ke kantoooor.."
manja Ara mulai kumat dan Ian pun tak bisa berkata apa-apa hanya bisa menurutinya.
"baiklaaah.."
jawab Ian sedikit malas.
"apa kamu marah karena aku ngelarang kmu ke kantor ?"
ujar Ara yg mendengar jawaban malas dari suami nya itu, dengan tiba-tiba Ian merubah ekspresi wajahnya dan menunjukan kalau ia peduli pada istrinya.
"tidak sayaaaaang.."
jawab Ian sambil memegang pipi Ara.
"ya udah, kalo gitu, aku pulang ya, masih banyak yg harus di urusin.."
ujar Jo pada semuanya.
"iya.."
jawab Dewi.
"loh ko ka jo pulang ? nanti sore aja.."
"lah sayang, kan Jo harus nyiapin beberapa hal buat acara nikahannya nanti.."
"oh iya.."
Ara baru mengerti.
"ya udah, kita juga pulang deh.."
ujar Ara dadakan, membuat dewi, Jo dan Ian melongok mendengar ucapan Ara.
"ayo sayang kita pulang.. tapi sebelum pulang, aku mau kita jalan-jalan sambil jajan-jajan dulu yaaa.."
mode ngidam on.
akhirnya tinggallah Dewi sendiri di rumahnya.
Dewi mengecek keadaan ibunya terlebih dahulu sebelum dia ke kamarnya.
__ADS_1
setelah melihat keadaan ibunya baik-baik saja, Dewi pun naik dan masuk ke kamarnya.
di dalam kamarnya, Dewi berbaring di atas kasurnya, tiba-tiba bayangan itu muncul, apa yg akan terjadi nanti setelah dirinya menikah, bagaimana kehidupan rumah tangga nya nanti dan lain sebagainya namun saat Dewi sadar dia sedang memikirkan itu semua, kemudian Dewi langsung mengalihkan fokusnya agar tidak memikirkan hal yg tidak-tidak seperti tadi.
Dewi mengambil laptop nya dan kembali mengerjakan pekerjaan yg belum selesai tadi di kantor dengan begini dia tidak akan terlalu teebebani dengan pikiran-pikiran aneh seperti tadi.
berbeda dengan dewi yg terkadang memiliki pikiran buruk dengan pernikahannya nanti, di dalam perjalanan menuju rumahnya, Jo selalu membayangkan suatu pernikahan yg indah, dekorasi yg megah, busana yg mewah dan lain sebagainya, sehingga terkadang dia tersenyum sendiri saat berkendara.
di mobil yg lain, Ian yg sedang menyetir merasa terganggu oleh Ara. Ara yg sedari tadi melihat hp nya yg penuh dengan gambar makanan, kemudian meminta agar ian membelikan nya.
"sayang, ayo dong, beliin aku ini.."
Ara menunjukkan layar ponselnya kepada Ian, Ian pun melihatnya sekilas dan terkejut saat melihat bahwa yg di inginkan Ara adalah kue balok coklat yg dibuat langsung di garut.
"ayolah sayang, jangan itu, itu kejauhan, kita beli yg lain aja ya.."
bujuk Ian pada Ara.
"ya udah, aku mau ini.."
sambil menunjukkan gambar makanan mie ayam pangsit.
"ya udah, kita cari ya, coba kamu search di googl*m** ada nggak yg jual.."
setelah mencari nya, Ara pun mendapatkannya dan kebetulan jarak nya tidak terlalu jauh. Ara dan Ian pun akhirnya pergi ke tempat penjual mie ayam pangsit tersebut.
setelah pesanannya berada di hadapannya, tanpa menunggu lama, Ara langsung meraciknya dengan sambal juga jeruk nipis dan langsung memakannya. Ian yg melihat Ara begitu menikmati makanannya, merasa senang, karena mungkin dengan begini Ara bisa makan dan tidak melupakan kandungannya, namun ian juga melihat dan dan berjaga-jaga agar Ara tidak memakan makanan yg terlalu pedas dan minuman dingin pun hanya boleh sekali-sekali saja.
Ian pun ikut makan, menikmati makanan yg membuat istrinya sangat menginginkannya dan menikmatinya.
setelah selesai, Ara dan Ian pun kemudian memutuskan untuk pulang namun lagi-lagi, di sepanjang jalan yg di lewati, setiap melihat pedagang dan melihat makanan itu seperti nya terasa enak, Ara meminta ian untuk berhenti dan membelikan nya.
sampai akhirnya tiba di rumah, Ara dan Ian datang tidak dengan tangan kosong namun masing-masing dari mereka membawa plastik berisi makanan-makanan yg Ara inginkan tadi.
waktu sudah menunjukan sore hari, Dewi pun menghentikan pekerjaannya yg belum selesai semua, saat di sedang bekerja pun Dewi sesekali memastikan keadaan ibunya.
setelah semua alat kerjanya di simpan di meja, Dewi pun bergegas ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan bersiap untuk memasak untuk makan malam kemudian sebelum makan malam, Dewi akan beribadah dengan ibunya terlebih dahulu.
sedangkan di rumah lain, Jo sedang melihat para asisten rumah tangganya mengepak beberapa hadiah yg akan di bawanya saat pernikahannya nanti. saat mengepak barang pun semuanya harus hati-hati dan menggunakan sarung tangan steril.
saat adzan magrib terdengar, Jo memerintahkan semua pekerjanya untuk berhenti bekerja dan mulai mengambil air wudhu lalu sholat bersama di mushola rumahnya.
"stop.."
ujar Jo, para pekerjanya pun langsung berhenti dan menyembunyikan tangan mereka di belakang punggung mereka masing-masing.
"ambil air wudhu, bawa alat sholat kalian kemudian pergi ke mushola, kita berjamaah bersama.."
__ADS_1
ujar Jo pada para pekerjanya. semua para pekerjanya pun menuruti semua perintah Jo.
di mushola rumah Jo, Jo menunjuk salah satu karyawannya untuk menjadi imam sholat mereka.
setelah selesai, semuanya satu persatu meninggalkan mushola dan kembali ke ruangan tempat mereka bekerja tadi untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.
"ayo, mulai lagi.."
ujar Jo setelah duduk kembali di kursinya. para pekerjanya pun kembali bekerja sebelum Jo menyuruh mereka kembali berhenti untuk makan malam dan istirahat.
sedangkan di rumah Ara dan Ian.
makanan yg tadi Ara beli sepanjang jalan ia simpan di atas meja ruang keluarga, sedangkan dirinya pergi menyusul Ian ke kamarnya, menunggu Ian beres bersih-bersih barulah dirinya yg akan bersih-bersih lalu mereka akan berjamah.
setelah selesai berjamaah, Ara dan Ian kembali ke ruang keluar membuka semua makanan yg mereka beli sepanjang jalan tadi.
satu persatu jajanan tersebut mereka makan sambil menonton televisi.
hingga akhirnya Ara ketiduran di atas pangkuan ian. Ian yg mendengar dengkuran kecil yg keluar dari mulut Ara pun hanya tersenyum, Ian mengelus kepala Ara sejenak kemudian beralih ke perutnya yg masih rata.
"sehat-sehat ya nak dalam perut mamah, jagain mamah, jangan sakiti mamah ya, papah akan kerja keras untuk kalian berdua dan akan menjadi papah yg bisa kamu banggakan.."
gumam ian dalam hati sambil tersenyum manis melihat perut ara.
Ian pun menggendong Ara ke kamarnya, menidurkannya dan menyelimutinya, kemudian Ian kembali keruang keluarga untuk mematikan televisi nya, membereskan meja yg berantakan dan kotor bekas makanan tadi juga membuang sampahnya dan mencuci piring juga gelas yg terpakai.
setelah semuanya selesai, Ian pun kembali ke kamar dan berbaring di samping Ara, menemani Ara bermimpi indah.
*
*
*
*
*
*
*
jika kau berlebih, berilah.
jika kau berkecukupan, berbagilah.
jika kau tak punya sama sekali, tersenyumlah.
__ADS_1
setidaknya dengan senyuman bisa membuat orang mengerti, bahwa kita masih perduli.