Mutiara Yang Hilang

Mutiara Yang Hilang
#39


__ADS_3

setelah selesai makan malam, Jo tidak langsung mengajak Dewi pulang kembali ke villa namun Jo memilih untuk mengajak Dewi jalan-jalan terlebih dahulu, menikmati suasana malam yg cukup romantis ini.


sementara di sisi lain, Ara dan ian yg sudah memang seharian jalan-jalan mengitari setiap tempat yg ada, memutuskan untuk segera pulang kembali ke villa karena Ara merasa sangat lelah dan ingin segera beristirahat.


pukul 10 malam, Ara dan ian sudah tertidur di kamar mereka namun tidak dengan Dewi dan Jo yg masih berada di jalanan menikmati suasana malam yg semakin larut ini.


Jo memarkirkan mobilnya di parkiran umum tidak jauh dari tempatnya saat ini, memutuskan untuk menikmati malam dengan berjalan kaki.


suasana malam yg masih cukup ramai dengan hembusan angin yg cukup kencang, tidak membuat semua orang berdiam di rumahnya, terbukti dengan masih cukup banyaknya pasangan yg masih berlalu lalang sambil bergandengan tangan, membuat Jo dan Dewi hanya bisa saling memalingkan pandangan mereka masing-masing karena apalah daya mereka berjalan bersama hanya berjalan saja tidak sambil bergandengan tangan seperti yg lainnya.


karena merasa sudah sangat larut, Jo pun mengajak Dewi pulang kembali ke villanya.


saat sedang berjalan di trotoar hendak menuju ke mobilnya. Jo melihat Dewi menyilangkan tangannya memegangi kedua pundaknya layaknya orang yg merasa kedinginan. dengan sigap Jo langsung membuka sweater yg di pakainya.


"sini, ini pake.."


Jo memegang pergelangan tangan Dewi dan seketika langkah Dewi pun terhenti kemudian Jo memberikan sweater nya pada Dewi.


"untuk apa ?"


tanya Dewi polos.


"ya but kamu pakelah.."


jawab Jo sedikit kesal.


"nggak usah ka, sebentar lagi juga kan sampe mobil, nanti di mobil juga pasti hangat, kakak pake lagi aja.."


jawab Dewi sambil tersenyum tulus.


merasa niat baiknya di tolak secara halus, Jo pun langsung memakaikan sweater nya pada Dewi. dengan sedikit memaksa mau tidak mau Dewi pun memakinya karena memang ia tidak bisa berbohong kalau dirinya memang sedang sangat kedinginan.


Dewi pun memandang Jo dengan tatapan yg susah untuk diartikan oleh orang yg melihatnya namun hanya Dewi dan tuhannya lah yg tau arti dari tatapan itu.


"ayo..."


refleks Jo pun menggenggam tangan Dewi dan berjalan menuju mobil.


sepanjang jalan menuju mobil, Dewi yg sedari tadi tangannya di genggaman oleh jo, hanya bisa tersenyum memandang ke arah wajah Jo dan genggaman tangannya, terus menerus seperti itu sampai akhirnya mereka tiba di depan mobil dan Jo membukakan pintu untuk Dewi namun tanpa sadar sebelah tangannya masih menggenggam tangan Dewi. Jo yg merasa aneh dengan tatapan Dewi padanya pun akhirnya sadar saat Dewi mengisyaratkan dengan matanya kalau tangan Jo masih menggenggam tangan nya.


"ah, maaf.."


dengan rasa malu, Jo langsung melepaskan genggaman tangannya.


"tidak apa-apa.."


jawab Dewi iseng sambil masuk kedalam mobil.


Jo yg merasa aneh dengan jawaban Dewi pun mengangkat sebelah alisnya dan bertanya sendiri dalam hati dan sedikit melamun dengan posisi yg masih berada di depan pintu tempat Dewi duduk.


"ayo kak.."


perkataan Dewi berhasil membuyarkan lamunan Jo tentang perkataan Dewi tadi.


Jo pun berjalan ke arah kemudinya dan melajukan mobilnya kembali ke villa.

__ADS_1


dalam perjalan menuju villa jo tidak berani untuk mengeluarkan suara atau sekedar memulai pembicaraan karena masih merasa malu dengan tingkahnya tadi.


Dewi yg mengerti akan hal itu pun akhirnya membuka pembicaraan.


"disini setiap malam memang selalu ramai ya kak ?"


"nggak tau juga, soalnya aku jarang kesini juga.."


"tapi ko kakak punya villa disini ? bahkan kakak punya pengawal, supir, pegawai dan lain-lain nya.."


"ooh, mereka cuman kerja sama kelurga aku, jadi yaa gitu deh.."


merasa suasana sudah mulai seperti sebelumnya, mereka pun terus berbincang sampai mereka tiba di villa.


"makasih buat malam ini kak, aku ke kamar dulu.."


"iya,..."


mereka berdua pun akhirnya memasuki kamar masing-masing untuk bersih-bersih dan istirahat.


saat hendak membuka bajunya, Dewi langsung mengurungkan niatnya saat baju yg ia kenakan adalah sweater milik Jo, Dewi pun tersenyum sendiri dan mengingat kejadian tadi.


"kenapa lagi ini ??"


tanya Dewi pada dirinya sendiri sambil memegangi dada kirinya, karena saat ini jantungnya sedang berdetak tak karuan.


Dewi pun melepaskan sweater tersebut.


saat hendak membukanya Dewi mencium aroma parfum khas laki-laki.


"aku balikkin sekarang atau besok ya ? tapiii mendingan besok aja deh aku balikinnya, aku cuci dulu.."


*keesokan harinya..


di meja makan Ian dan Ara sudah mulai sarapan duluan sambil menunggu kedatangan Dewi dan jo untuk sarapan bersama.


dan kedua orang yg di tunggu pun akhirnya tiba secara bersamaan.


"kayanya ada yg janjian nih.."


ledek ara sambil mengunyah makanannya.


"siapa ??"


tanya Dewi polos kemudian duduk dan mengambil sarapannya.


"ya siapa lagi... Dateng mau sarapan aja barengan.."


Dewi yg merasa Ara mulai memojokkan dirinya pun membela diri.


"ooh, Lo sama Ian.."


jawab Dewi polos sambil mengunyah makanannya.


"sialan.., maksud gue tuh Lo sama ka Jo.."

__ADS_1


Jo yg merasa namanya disebut pun akhirnya ikut berkomentar.


"kita nggak janjian ko, kebetulan aja tadi keluar kamarnya barengan, ya udah ke meja makannya barengan juga aja.. iya nggak dew ?"


jelas Jo panjang lebar.


"hhmmmm"


jawab Dewi yg hanya menganggukkan kepalanya karena sedang mengunyah makanan.


"udah-udah jangan ngobrol terus, makan dulu.."


timpal Ian yg sedari tadi hanya diam dan memperhatikan.


keempat sahabat itu pun akhirnya makan bersama dengan tenang.


setelah selesai sarapan, mereka membagi tugas, Ara Ian mencuci piring sedangkan dewi dan Jo membereskan meja makan.


"kita jalan-jalan bareng yu.."


ajak Ara pada semua orang yg ada sambil terus mencuci piring.


"kemana ??"


tanya Dewi yg sedang mengelap meja.


"kemana aja, yg penting jalan-jalan bareng.."


"oke.."


Ian dan Jo tidak banyak bicara karena jika para wanita sudah memutuskan, mau tidak mau para laki-laki hanya bisa mengikuti.


merekapun akhirnya bersiap-siap terlebih dahulu di kamar masing-masing.


hari ini bagian Jo terlebih dahulu yg menyetir mobil yg akan mereka kendarai untuk berjalan-jalan, hari berikutnya baru Ian yg akan menyetir.


ini adalah hari ke 5 bagi Ara dan ian sedangkan bagi Dewi dan Jo ini adalah hari kedua mereka. oleh sebab itu mereka memutuskan jalan-jalan hari ini untuk membeli oleh-oleh yg akan mereka bawa pulang nanti.


*


*


*


*


*


*


*


sayangi mereka yg menyayangimu..


jangan pernah sakiti mereka yg pernah menyakitimu..

__ADS_1


karena hidup sudah ada yg mengatur, kita hanya perlu menentukan nilai akhir kita, akankah kita ingin yg baik atau malah sebaliknya..


__ADS_2