
hari dimana Dewi dan Jo akan menghadiri undangan mantannya pun tiba.
dengan menggunakan gaun panjang berwarna baby pink dengan bagian pundak terbuka, make-up natural, rambut di cepol dan aksesoris kalung juga anting sederhana membuat penampilannya sangat cantik tak lupa tas dan sepatu yg branded semakin menambah penampilan nya semakin terlihat sempurna.
Jo yg sudah menunggu dewi sedari tadi pun tak berkedip saat melihat Dewi turun mendekatinya, bak sang Dewi sungguhan yg baru turun dari langit, Dewi benar-benar sangat cantik.
"cantik..."
ujar Jo dengan masih menatap Dewi tanpa berkedip.
"apaan sih ka, ayo berangkat.."
jawab Dewi dengan malu.
mereka berdua pun akhirnya berangkat.
selama di perjalanan Jo sesekali melihat ke arah Dewi, bukan masalah Jo kagum akan kecantikan Dewi lagi tapi Jo memikirkan bagaimana perasaan Dewi nanti saat datang ke acara tersebut.
Jo pun mencoba menguatkan Dewi dengan memegang tangan kanan Dewi dengan tangan kirinya, seakan memberikan kekuatan pada Dewi agar lebih bersemangat lagi. saat tangannya di pegang, seakan sudah mengerti dengan perlakuan Jo padanya, Dewi pun tersenyum.
sesampainya di gedung tempat acara berlangsung, Dewi dan Jo pun masuk dengan bergandengan tangan menuju pelaminan tempat sang pengantin menerima ucapan selamat dari para tamunya.
kebetulan, saat itu di pelaminan sang kedua mempelai sedang melakukan sesi foto bersama keluarga masing-masing, sehingga Dewi harus menunggu sebentar.
setelah acara foto keluarga selesai barulah Dewi bisa menemui sang pengantin baru dan memberikan ucapan selamat.
"selamat atas pernikahannya, semoga selalu bahagia.."
ujar Dewi pada sang mempelai pria.
"terimakasih, dia ?"
tanya sang mempelai pria sambil melihat ke arah Jo.
"saya tunangannya Dewi.."
jawab Jo kemudian mereka saling berjabat tangan.
saat mendekati pengantin wanita, Dewi pun memberi salam dan ucapan selamat, sang pengantin tersenyum dan menerima salam serta ucapan selamat dari Dewi, namun saat Jo akan mengucapkan selamat, sang pengantin malah membungkukkan badannya.
Jo dan Dewi merasa heran, kenapa sang pengantin membungkukkan badannya.
"terimakasih pak, bapak berkenan hadir di acara pernikahan saya.."
ujar sang pengantin.
"kamu siapa ? apa saya mengenal kamu ?"
tanya Jo karena dia benar-benar tidak tau.
"saya Rika pak, karyawan bagian marketing di perusahaan cabang.."
"ooh, maaf saya tidak tau kalau kamu karyawan di perusahaan saya.."
jawab Jo dengan nada merendah karena memang dia tidak tau.
"bapak datang dengan sekretaris bapak ?"
"iya, di kantor dia sekretaris saya, tapi di luar kantor, dia calon istri saya.."
"ooh, seperti itu, maafkan saya pak, saya tidak tau.."
"tidak apa-apa, sekali lagi, selamat atas pernikahan nya.."
__ADS_1
Jo dan Dewi pun memilih langsung pulang saja tanpa mencicipi hidangan yg sudah di sediakan terlebih dahulu.
setelah keluar dari gedung dan hendak menuju mobil, Dewi tersenyum dan itu membuat Jo merasa heran.
saat telah berada di dalam mobil, tanpa ada aba-aba, Jo memegang jidat Dewi.
"apaan sih ka ?"
tanya Dewi karena sedikit terkejut.
"kamu kenapa ? kenapa senyum-senyum sendiri ? senyum nggak ngajak-ngajak.."
"nggak tau kenapa, saat tadi aku hadir di acara itu, aku nggak ngerasain apa-apa, nggak ada rasa sedih atau apapun itu.."
"berarti aku udah berhasil dapetin hati kamu seutuhnya.."
"apaan sih ka, ayo pulang.."
ujar Dewi dengan malu-malu.
bukannya langsung pulang, Jo malah mengemudikan mobilnya ke sebuah restoran mewah dengan nuansa yg sangat romantis.
Jo dan Dewi pun langsung di persilahkan masuk oleh sang pelayan ke salah satu ruangan yg ada.
ruangan privasi dengan hanya ada satu meja dan dua kursi yg saling berhadapan juga hiasan vas kecil dengan penuh bunga mawar merah segar di tengah-tengah meja.
meskipun di luar cuaca terasa sedikit panas, nun di ruangan yg Dewi dan Jo tempati begitu sejuk dan wangi, sehingga membuat siapapun betah berlama-lama.
Dewi dan Jo pun duduk saling berhadapan.
seperti pada umumnya di restoran akan ada seorang pelayan yg akan menunggu pesanan yg akan di pesan, setelah Jo dan Dewi selesai memesan, sang pelayan pun akhirnya pergi untuk menyiapkan pesanannya.
"aku mu nikahin kamu.."
Dewi tidak menjawab, karena saking terkejutnya dengan perkataan Jo barusan Dewi hanya diam dan menatap ke arah Jo.
entah apa yg ada di dalam hati dan pikiran Dewi saat ini, bahagia, terharu dan lainnya seakan bercampur menjadi satu.
"kamu nggak usah jawab, aku juga udah tau ko jawabannya.."
"apaan emang ?"
"ya pasti kamu maulah.."
"kalo aku nggak mau nikah sama kamu, gimana ?"
"ya nggak mungkinlah, secara gitu aku ganteng, perhatian, setia wanita mana coba yg bakalan nolak aku.."
ujar Jo dengan candaannya karena tidak ingin Dewi merasa canggung dengan perkataannya barusan.
"pede banget kamu.."
jawab Dewi sambil tertawa.
mereka pun terus ngobrol dan bercanda sampai makanan yg mereka pesan datang.
Jo dan Dewi pun langsung menikmati makanan mereka masing-masing tanpa ada obrolan sampai makanan mereka habis barulah mereka melanjutkan obrolan mereka kembali.
setelah merasa cukup dengan acara makan siang mereka, Dewi dan Jo memilih untuk langsung pulang.
Jo yg melihat dandanan Dewi yg sudah cantik seperti ini pun tidak ingin menyia-nyiakan nya.
bukannya mengantarkan Dewi pulang, Jo malah mengemudikan mobilnya ke arah studio foto milik sahabatnya. diam-diam saat mereka sedang di restoran tadi, Jo meminta kepada sahabatnya untuk mengosongkan studionya dan memintanya untuk memotretnya. sebagai sahabat yg baik, akhirnya sahabatnya pun mau, karena memang sesuai dengan bayarannya nanti.
__ADS_1
Dewi merasa heran karena ini bukan jalan menuju rumahnya, Dewi diam saja, karena Dewi yakin Jo tidak akan mengajaknya ke tempat yg aneh-aneh, apalagi sekarang Dewi sedang memakai pakaian yg sangat formal.
sesampainya di parkiran studio, Dewi baru mengerti dan dia tersenyum ke arah Jo.
mereka pun masuk ke dalam studio karena sudah di tunggu oleh sang pemilik sekaligus sang fotografer.
"wiiih, bos besar, suatu kehormatan.."
ujar gilang (sahabat Jo) dengan nada bercanda.
"apaan sih Lo.."
"abis darimana Lo, rapi banget.."
"abis dari undangan, sekalian aja kesini, dari pada Lo nggak ada kerjaan, ya udah gue kerjain aja.."
"sialan Lo,.. trus itu ??"
"calon istri gue, namanya Dewi.."
"dewi.."
ujar Dewi memperkenalkan diri.
"Gilang.."
"ya udah, ayo, fotoin kita.."
"tapi aku mau make-up dulu, nggak lima menit ko.."
ujar Dewi pada Jo.
Dewi pun pergi ke toilet dan membetulkan riasan wajahnya dengan make-up yg di bawa dalam tasnya dan benar saja tidak sampai lima menit Dewi sudah kembali ke studio pemotretan menemui Jo dan Gilang.
"wah, gila Jo, calon istri Lo emang beneran Dewi.."
Dewi pun menundukkan kepalanya karena malu.
setelah sedikit bercanda, merekapun akhirnya memulai pemotretan. banyak gaya yg mereka peragakan, mulai dari yg formal, semi formal, romantis, humoris, gaya ala-ala dan lain sebagainya.
hampir satu jam lebih mereka berada di studio pemotretan dan hari sudah mulai menuju sore, Jo dan Dewi pun memilih untuk pulang dan menunggu hasil pemotretan untuk di kirim langsung ke rumahnya.
selama perjalanan menuju rumah Dewi, Dewi tak henti-hentinya tersenyum dan melihat ke arah Jo.
"terimakasih.."
"apapun buat kamu.."
jawab Jo sambil memegang tangan Dewi.
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
"percayalah bahwa di balik kesusahan pasti akan ada kemudahan"