Mutiara Yang Hilang

Mutiara Yang Hilang
#18


__ADS_3

Ian menatap Ara yg saat ini sedang di dandani oleh para MUA, Ian mengingat kembali apa saja yg telah ia dan Ara lewati selama ini, yg dari kecil mereka berteman, tumbuh bersama, bermain bersama, sekolah di tempat yg sama, hampir tak pernah terlewatkan waktu untuk selalu bersama oleh mereka berdua.


Entah memang itulah takdir tuhan atau entah apapun itu orang menyebut nya, tapi Ian merasa senang karena orang yg akan bersama dengannya sampai tua bahkan menua bersama adalah Ara, orang yg selama ini menjadi sahabat nya dari kecil.


Ara yg melihat pantulan diri Ian dari cermin di hadapannya merasa heran mengapa Ian memperhatikan nya seperti itu.


Ian yg merasa di perhatikan pun akhirnya bertanya pada Ara lewat pantulan cermin.


i : "apa.."


a : "tidak apa-apa.."


ketika Ian hendak berdiri dari kasur, Ara yg melihatnya pun langsung bertanya kembali.


a : "mau kemana ?"


i : "mau ganti baju dulu , panas.."


a : "ooh.."


i : "kenapa ?"


a : "nggak apa-apa, ya udh sana ganti.."


i : "oh ya mba, mas kita berangkat ke gedung jam berapa ya ??"


tanya ian pada para staf WO yg ada di kamar ara karena jadwal nya sudah di siapkan oleh mereka semua.


w.o : "palingan nanti jam 3'an mas.."


i : "ooh, okay.."


jawab Ian lalu keluar dari kamar Ara.


saat hendak berjalan melewati ruang keluarga menuju pintu, Ian melihat para orangtua sedang berkumpul dan berbincang satu sama lain, mamih Ian yg melihat anaknya akan keluar pun langsung menahannya dengan pertanyaan.


mamih : "mau kemana sayang ?"


i : "mau ngambil dulu baju ganti di mobil mih.."


mamih : "baju kamu udah mamih simpan di kamar Ara sayang.."


i : "loh, kapan ?"


mamih : "tadi pas Dateng kesini mamih langsung minta orang buat simpenin baju kamu ke kamar Ara.."


i : "ooh, ya udah, kalo gitu aku ke kamar dulu.."


mamih : "iya, oh ya sayang, kamu bawain makanan ya buat Ara, kalo dia susah makan kami siapin aja, soal nya acara nantikan bakalan lama, kalo nggak makan sekarang takutnya malah nggak makan lagi.."


i : "iya mih, ya udah, Ian ke dapur dulu ya.."


mamih : "nggak usah, biar mamih yg bawain, kamu duduk aja dulu disini.."


Ian pun menuruti perintah mamih nya dan duduk di samping Papi nya yg sedang berbincang soal bisnis dengan ayah Ara dan ibu Ara yg memilih ikut dengan besannya ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk putrinya.

__ADS_1


papi : "gimana Yan ?"


i : "gimana apanya Pi ??"


papi : "kamu jadikan mau ngelola perusahan papi yg disini ?"


i : "ian coba ya pi, soal nya kan papi tau sendiri perusahan papi yg disini itu agak sedikit goyang.."


ayah : "justru itu yan, kamu harus mencobanya, siapa tau kalo kamu yg pegang dan olah itu perusahaan bakalan bagus lagi.."


papi : "iya, papi yakin ko kamu pasti bisa, masalah yg di Paris aja beres, apalagi yg disini, kamu pasti bisa Yan.."


beruntung saat Ian tak punya pilihan jawaban lain, ibu dan mami nya datang dengan nampan berisi penuh makanan.


mami : "udah dong pi, anak baru juga bahagia, udah di kasih pertanyaan kaya gitu aja.."


ibu : "iya, ayah juga, kasian kan anak kita ini.."


timpal ibu saat Ian akan membawa nampan di tangan mami nya.


mami : "ini sayang, cepetan bawa dan pergi dari sini, keburu ayah sama papi kamu ngomong lagi.."


i : "iya mih, makasih ya mih, Bu.."


ibu : "sama-sama sayang.."


i : "Ian ke kamar dulu.."


sesampainya di depan pintu kamar, Ian mulai bingung, bagaimana ia harus membuka pintu karena tangan Ian tidak bisa menahan nampan dengan satu tangan, akhirnya ian pun hanya bisa menggunakan kakinya untuk membuat suara ketukan dan sedikit berteriak agar seseorang yg ada di dalam bisa membukakan pintu agar ian bisa masuk.


duh duh dug


a : "buka aja mas, nggak si kunci ko.."


i : "susah sayang, aku bawa nampan soalnya.."


a : "ya udah tunggu bentar.."


ceklek.. (suara pintu terbuka)


seseorang membukakan pintu agar ian bisa masuk.


a : "banyak banget makanannya mas.."


i : "tadi mami Sama ibu minta kita makan dulu sebelum berangkat kesana, takutnya kalo disana kita nggak bakalan keburu makan katanya.."


a : "iya juga sih.."


a : "boleh saya makan dulu ??"


tanya Ara pada para staf yg ada dan para staf pun hanya bisa tersenyum dan mengangguk mempersilahkan.


setelah mendapatkan persetujuan dari staf WO Ara pun mendekati ian yg sudah duduk di kursi dengan banyak makanan di atas meja.


i : "kamu mau makan apa dulu ? buah dulu atau langsung nasi ?"

__ADS_1


a : "aku mau buah dulu.."


saat Ian akan mengambilkan buah jeruk kesukaan Ara, ara pun memegang tangan Ian dan mengambil alih buah jeruk itu.


a : "biar aku aja, kamu makan duluan.."


beberapa staf yg melihat pun hanya bisa tersenyum manis da iri dengan kemesraan pengantin baru ini.


i : "istri ku ko sweet banget sih ?"


goda ian pada Ara yg mulai tersipu malu, karena untuk pertama kalinya Ian memanggilnya istri ku, apalagi di ruangan itu masih banyak staf.


a : "apaan sih, biasa aja kali sayang, malu tau.."


akhirnya ian dan Ara pun makan bersama dengan sedikit obrolan dan candaan mereka berdua saat makan.


saat sudah selesai makan Ian pun melihat sekeliling mencari koper miliknya dan akhirnya dia pun menemukannya.


Ian berjalan menuju kopernya, membukanya dan mengeluarkan satu stel pakaiannya, kemudian pergi ke kamar mandi untuk berganti pakaian.


hal yg sama pun di lakukan oleh Ara, karena acara masih lama, Ara pun memilih untuk mengganti baju nya dengan pakaian yg santai meskipun wajahnya masih harus full makeup.


setelah selesai, ian memutuskan untuk beristirahat dulu sebentar di balkon kamar Ara, meskipun cuaca panas tapi karena halaman rumah ara penuh dengan pepohonan dan tanaman, rasa panas pun tidak terlalu terasa karena angin yg semilir.


tanpa sadar, Ian pun tertidur di kursi santai yg ia tempati nya.


para orangtua, saudara, sepupu dan staf pun ikut beristirahat sebentar, sebelum mereka berangkat dan memulai kembali kesibukan masing-masing.


ada yg makan, ngobrol, ngopi, menyelesaikan pekerjaan yg lainnya dan lain sebagainya.


waktu menunjukkan pukul 14.20 semua orang mulai bersiap untuk pergi ke gedung resepsi.


semua perlengkapan sudah di persiapkan dengan baik oleh pihak WO dan MUA.


akhirnya semua orangpun berangkat ke gedung dengan kendaraan yg telah di siapkan.


sesampainya disana, Ara dan ian juga seluruh keluarga mulai mengenakan busana yg sudah di siapkan.


semua staf dan karyawan pun mendapatkan seragam yg berbeda, untuk membedakan yg mana staf dan karyawan.


suasana di gedung masih sangat sepi dari tamu undangan, karena acara akan di mulai pukul 16.00.


karena acara resepsi mengusung tema internasional, maka yg wanita memakai gaun, sedangkan yg laki-laki memakai setelan formal jas atau taxedo.


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2