
sesuai rencana, hari ini Ara dan ian akan menghabiskan waktunya untuk berjalan-jalan, menikmati pemandangan, berkuliner ria dan yg pasti mencari tempat yg cocok untuk di jadikan spot foto.
Ara menghampiri Ian yg sedang duduk di salah satu bangku taman dan memeluk ian dari belakang, melingkarkan tangannya pada leher suaminya.
a : "ayo.."
i : "tumben, kamu cepet banget dandannya.."
Ara pun tersenyum memperlihatkan barisan giginya.
a : "ya kan biar jalan-jalannya bisa agak lamaan.."
Ian yg mendengarnya pun hanya tersenyum.
a : "ya udah, sekarang giliran kamu yg siap-siap.."
i : "bagaimana aku bisa siap-siap coba, kamu aja masih meluk aku.."
a : "ah iya, aku lupa, maafkan aku sayang.."
jawab Ara yg lalu melepaskan pelukannya dari Ian.
Ara dan ian pun kembali masuk ke dalam villa.
a : "aku tunggu kamu di meja makan ya sayang.."
i : "ya baiklaaah.."
Ian pun berjalan kembali masuk kedalam kamarnya dan Ara ke arah meja makan.
Ara yg hendak ingin mengambil buah-buahan di atas meja makan pun terkejut, melihat seorang perempuan yg sudah cukup berumur ada di dalam dapur sedang menyiapkan makanan.
a : "excuse me"
art : "ah, good morning miss.."
jawab art tersebut sambil membungkukan badannya.
a : "Good morning.. Sorry, who are you..??"
art : "I am a household assistant here, my name is Ana.."
a : "oooh, my name is Ara.. your face is like a Asian face.."
art : "i am from Indonesia.."
a : "kenapa tidak bilang dari tadiiii.."
Ara pun tersenyum mendengar kalau sang art adalah orang Indonesia.
akhirnya, Ara pun merasa ada teman untuk nya mengobrol selain suami nya. tanpa ragu Ara pun membantu sang art menyiapkan sarapan yg akan di makannya nanti. saat semuanya sudah selesai, Ara pun menata hasil masakannya di meja makan dan pada saat bersamaan Ian datang kemudian duduk.
i : "smells good"
a : "iyalah.."
Ara pun ikut duduk.
a : "Bu, sini.."
panggil Ara pada art.
art : "iya non.."
a : "duduk disini, kita sarapan bareng.."
art : "nggak usah non, silahkan nona dan tuan saja melanjutkan sarapannya.."
i : "tidak apa-apa Bu, ayo silahkan duduk, kita sarapan bersama.."
timpal Ian.
art : "tidak usah tuan, saya harus segera pulang, anak dan suami saya akan segera berangkat bekerja.."
__ADS_1
Ara pun bangkit dari duduknya dan membawa sebuah rantang makanan kosong, kemudian mengisinya dengan kaum yg tadi Ara masak bersama sang art.
a : "ini, tolong bawa ini pulang ya jika ibu tidak ingin makan bersama kami, lagipula makanan ini terlalu banyak jika hanya untuk kami berdua saja.."
pinta Ara kepada sang art dan memberikan rantang tersebut dengan senyuman yg tulus.
art : "terimakasih nona.. kalau begitu saya pamit.."
a : "iya, hati-hati di jalan ya bi.."
art : "baik nona, tuan saya permisi.."
art itu pun kemudian keluar dari villa tersebut, pulang ke rumah yg sudah di siapkan oleh Jo untuk nya.
acara sarapan pun selesai, Ara dan ian kembali pada tujuan awal yakni menghabiskan waktu bersama.
Ara dan ian pun di antarkan oleh sang supir ke pusat kota, kemudian sang supir kembali ke villa atas perintah Ara.
tinggallah Ara dan ian yg akan memulai perjalanan mereka menghabiskan waktu mereka hanya berdua.
Jakarta
suasana hati Dewi sepertinya sudah mulai membaik dari hari sebelumnya.
terlihat dari wajahnya yg sedikit berseri dan selalu menebar senyuman pada setiap orang yg melihat dan menyapanya.
Dewi sedang bersiap menyambut sang pimpinan datang.
pintu lift pun terbuka, menandakan jika sang pimpinan sudah tiba.
Jo pun melangkahkan kakinya ke arah ruang kerjanya.
Dewi yg melihat Jo datang, dengan cepat menyambut nya, memberi hormat dan ucapan selamat pagi pada Jo, kemudian membukakan pintu ruangannya.
Jo pun duduk di kursi kebesarannya dengan senyum yg menghiasi wajahnya.
Dewi mengarah ke arah meja kerjanya, membawa beberapa dokumen dan tablet kerjanya, kemudian berjalan ke arah meja kerja Jo.
gumam Jo dalam hati.
d : "ini pak, ada beberapa berkas yg perlu bapak lihat dan tanda tangani.."
ujar Dewi kemudian menyimpan semua dokumen tersebut di hadapan Jo.
d : "hari ini jadwal bapak, pukul 10 pagi meeting dengan utusan perusahaan art.properti di tempat yg sudah dikemudian setelah jam makan siang, bapak akan menghadiri rapat gabungan bersama para pimpinan anak cabang di ruang meeting perusahaan.."
ujar Dewi menjelaskan kegiatan Jo hari ini.
j : "baiklah.."
jawab Jo dengan nada sedikit malas.
j : "apa ada lagi ?"
d : "tidak pak.."
j : "ya sudah, kamu boleh kembali ke meja kamu.."
Dewi pun mengambil dokumen yg tadi sudah Jo tandatangani.
saat Dewi hendak melangkahkan kakinya,..
j : "dew, kamu bisa buatkan saya kopi ?"
d : "baik pak, akan saya buatkan.."
Dewi pun menyimpan dokumen yg tadi dia pegang di meja kerjanya kemudian melangkah menuju pantry.
d : "ini pak.."
j : "terimakasih.."
mereka pun kembali pada pekerjaannya masing-masing, hingga waktunya tiba Jo harus berangkat meeting, Dewi pun selalu ada di belakang Jo kemanapun Jo pergi.
__ADS_1
dengan profesionalisme Jo dan Dewi dalam pekerjaan, tidak akan ada yg menduga bagaimana kedekatan antara mereka berdua saat di luar dari lingkungan pekerjaan.
meeting pun selesai tepat pada jam makan siang..
j : "kita makan siang dimana ? kamu punya tempat yg bagus nggak ?"
tanya Jo pada Dewi masih dengan mengotak-atik ponsel nya, namun yg di tanya hanya diam saja, Jo pun penasaran dan akhirnya memutuskan untuk melihat ke arah dewi. ternyata Dewi sedang menyusun hasil meeting tadi di laptopnya.
Jo pun akhirnya menutup laptop yg ada di pangkuan dewi.
d : "kenapa kakak tutup laptop nya ??"
tanya Dewi heran dan menatap Jo dengan intens.
j : "ya abisnya, kamu tadi aku tanya nggak jawab.."
d : "emang tadi kakak nanya apa ??"
tanya Dewi dengan nada yg sedikit lembut karena merasa sedikit bersalah.
j : "tadi aku tanya, kamu punya tempat yg bagus nggak buat makan siang.."
d : "oooh..."
jawab Dewi lalu melihat ke arah jalanan.
j : "ko kamu malah liat keluar ??"
d : "di daerah sini ada restoran yg lumayan terkenal dan makanannya juga enak-enak, kita kesana aja, nama restorannya Dahlia resto.."
j : "kita kesana, kamu tau kan ?"
perintah Jo pada sang supir.
supir : "baik pak, saya tau.."
akhirnya mereka pun tiba di restoran tersebut dan memesan makanan.
j : "kamu nggak kenapa-kenapa kan ?"
tanya Jo menatap Dewi dengan intens.
d : "emangnya aku kenapa ??"
tanya Dewi balik.
j : "kemarin kamu murung terus, terus sekarang kelihatan nya ceria seperti biasanya.."
d : "aku nggak kenapa-kenapa ko ka.."
mereka pun akhirnya makan bersama sambil berbincang-bincang.
*
*
*
*
*
*
*
"jika kau cinta, ucapkanlah dengan kata..
jika kau benci, jangan pernah kau simpan dalam hati..
jika kau rindu, jangan pernah kau rasa malu..
karena cinta bukan hanya tentang benci dan rindu, tapi tentang hati dan kamu.."
__ADS_1